
Setelah berbicara, maka Zaskia langsung mendorong suaminya keluar dari sana, tetapi sebelum keluar dari ruangan, Hakim masih melirik ke Arah putranya dan berkata, "kau keluar dari ruangan ini dan cepat ikuti ayah!!!"
🌻🌻🌻
Andi yang mendengarkan itu tidak menjawab apapun, Tetapi dia masih memeluk Liliana dan menyeka air mata perempuan itu.
"Jangan menangis lagi, aku akan menyelesaikan masalah dengan orang tuaku, apa kau mengerti?" Tanya Andi dengan kepanikan melanda seluruh tubuhnya.
Melihat Liana yang ada di sana menganggukkan kepalanya, tapi meski begitu, dia masih tetap menangis karena takut.
"Jangan menangis, semuanya baik-baik saja," ucap Andi.
Dika yang ada di sana menemani istrinya menatap ke arah Andi dan melihat cara pria itu bersikap pada Liliana.
__ADS_1
Meski dia merasa sangat marah pada pria itu, namun melihat kesungguhan pria itu dan cara dia memperlakukan putrinya, maka dia mengatur erat-erat giginya dan berusaha menahan emosinya.
Apalagi saat ia memikirkan cucu yang ada di kandungan perempuan itu, dia berharap kali ini bayi kecil itu akan mendapatkan seorang ayah, tidak seperti Aliana yang harus dibohongi.
Maka pria itu akhirnya memperbaiki selimut istrinya lalu dia pun menatap Andi, "pergilah, aku bisa menjaga putriku di sini!!!" Tegas Dika.
Andi yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya, lalu dia mengecup kening Liliana, "Aku akan segera kembali, Jangan berpikir macam-macam dan tenangkan dirimu. Kau sudah tahu kan emosimu yang buruk bisa membahayakan bagi kita Aku tidak mau dia sampaikan kenapa-kenapa," kata Andi kembali mengingatkan Liliana sebab pria itu benar-benar takut akan kehilangan Liliana maupun bayi yang ada di kandungan perempuan itu.
Melihat itu, Andi benar-benar tidak bisa meninggalkan perempuan itu sebelum dia tenang, Oleh sebab itu, Andi kembali lagi berkata, "aku tidak bisa meninggalkanmu seperti ini, nanti saja aku berbicara dengan ayahku," kata Andi kembali menyekah air mata perempuan itu dan mencium pipi Liliana.
Tetapi Liliana mengulurkan tangannya mendorong pria itu, "pergilah, ayahmu bisa kembali drop kalau kau tidak segera menemuinya," ucap Liliana dengan perempuan itu menahan air matanya agar tidak merembes di pipinya.
Meski tidak tega untuk meninggalkan perempuan itu dalam keadaan seperti itu, tetapi kemudian Andi mengganggu kan kepalanya lalu keluar dari ruangan itu setelah berpamit pada Dika.
__ADS_1
Pria itu pun pergi ke kamar VVIP tempat ayahnya dirawat inap, dan Setelah tiba di sana, dia melihat ibunya sedang berusaha menjelaskan segala sesuatu yang terjadi.
Hakim yang mendengarkan penjelasan istrinya benar-benar terdiam di tempatnya, dan pria itu menatap ke arah putranya yang memasuki ruangan.
"Kau,, Kenapa kau tidak pernah menceritakan tentang penyakitmu??" Tanya Hakim benar-benar mengejutkan Andi dan juga Zaskia yang ada di sana.
Mereka sudah berpikir bahwa pria itu akan mengalami drop setelah mengetahui semuanya, Namun siapa yang menyangka bahwa pria itu masih baik-baik saja.
Melihat keadaan tampak baik-baik saja, maka Andi dengan cepat menghampiri ayahnya lalu dia pun berlutut di samping ibunya menatap pria itu.
"Maaf ayah, aku pikir ayah akan sangat sedih jika mengetahuinya, makanya aku menyembunyikannya. Tapi,, Ayah harus tahu, Setelah Liliana datang ke hidupku, aku tiba-tiba saja mengalami sembuh Ketika suatu kali kami tidak sengaja melakukannya. Sejak saat itu aku tidak pernah lagi menemui dokter, dan saat ini, Liliana juga sedang mengandung anakku, cucu Kalian ada di rahimnya. Tapi,, keadaannya tidak terlalu baik, dia hampir keguguran, dan--"
"Apa?!! Itu semua karena kau tidak menjaganya dengan baik!!!" Bentak Hakim pada Andi.
__ADS_1