
Setelah berbicara dengan ayah dan ibunya, Maka Andi pun berniat untuk kembali ke kamar Liliyana, namun saat itu dokter yang memeriksa ayahnya sudah tiba sehingga dia pun tetap berada di kamar ayahnya menemani ayahnya yang diperiksa oleh dokter.
"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Zaskia ketika dokter selesai memeriksa suaminya.
"Semakin membaik, sekarang hanya perlu beristirahat dan rutin minum obat, dengan begitu nanti bisa lebih cepat pulih," ucap sang dokter.
"Baik dok, terima kasih," kata Zaskia pada sang dokter sembari memalingkan wajahnya menatap suaminya dan dia berhasil senang bahwa suaminya kini sudah baik-baik saja.
Padahal tadi, dia sudah sangat cemas bahwa akan terjadi sesuatu yang buruk karena kabar hubungan Andi dan Liliana yang terbongkar sebelum waktunya.
"Baiklah, kalau begitu Kami permisi dulu," kata Sang dokter langsung diangkuti oleh semua orang yang ada di sana Lalu Andi pun mengantar dokter itu keluar dan menutup pintu kamar.
__ADS_1
Setelah pintu kamar ditutup, Andi kembali menghampiri ayahnya lalu dia melihat ayahnya menatapnya dengan seksama.
"Pergilah temui Liliana, Dan pastikan keadaan cucuku baik-baik saja," perintah Hakim pada putranya.
"Itu,, Apakah Ayah benar-benar tidak apa-apa?" Tanya Andi yang masih merasa khawatir pada pria itu, sebab tentunya ayahnya pasti memiliki dilemanya tersendiri meskipun pria itu tampak senang dengan adanya seorang calon cucu dalam rahim Liliyana, tetapi masalah bisnis dan berbagai masalah lainnya juga masih perlu dipertimbangkan oleh pria itu.
Apalagi, keluarga mereka dan keluarga Meliana sudah bekerja sama selama bertahun-tahun lamanya, ada banyak hubungan diantara mereka dan ada banyak rahasia di antara kedua perusahaan besar.
Melihat ayahnya yang bersikeras, maka akhirnya Andi pun menganggukkan kepalanya, lalu pria itu keluar dari kamar ayahnya.
Begitu putranya keluar, Zaskia baru menatap suaminya sembari berkata, "kau yakin kau baik-baik saja?"
__ADS_1
"Hm,, sekarang hanya tinggal masalah perusahaan saja, nanti aku akan membicarakannya dengan sekretaris. Lagi pula Meliani memang bukan perempuan yang tepat untuk Andi, bisa-bisanya dia datang menemuiku yang sedang sekarat dan menyuruhku pergi ke sana, dia pasti mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi pada keluarga kita," ucap Hakim yang sebenarnya marah terhadap Meliani, tetapi pria itu tetap menahannya karena putranya juga memiliki kesalahan pada perempuan itu sehingga Hakim menembak bahwa Meliani melakukan semua itu untuk balas dendam atas sakit hati yang ia terima.
"Ahh,, Aku tidak menyangka kalau dia datang menemuimu Setelah berpamit dari sana," kata Zaskia sembari menghela nafas dan Dia merasa bahwa mereka telah salah menilai Meliani.
"Ya, Dan aku harap perempuan bernama Liliana tidak memiliki sikap yang sama seperti Meliani," kata Hakim yang merasa cemas terhadap putranya Jika saja pria itu memilih seorang istri yang salah.
Sebab bukan cuma putranya saja yang akan menderita, Tetapi semua keluarga dan terlebih cucunya juga akan menderita.
"Kita percayakan semuanya pada Putra kita, lagi pulang Putra kita bisa sembuh berkat perempuan itu. Entah bagaimana caranya perempuan itu menyembuhkan Putra kita, tapi berkat dia kita bisa memiliki calon cucu di rahimnya. Ibunya juga adalah sahabatku waktu SMA jadi aku rasa perempuan itu mendidik anaknya dengan baik," Ucap Zaskia sembari memegang Arab tangan suaminya.
"Baiklah," ucap HAKIM menganggukkan kepalanya.
__ADS_1