Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
72


__ADS_3

Setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit, maka pada sore harinya, Liliana bersama-sama dengan Andi meninggalkan rumah sakit.


Saat itu, Liana sangat ingin pulang ke rumahnya, Tetapi dia sangat takut jika saja dia pulang ke rumahnya dan akhirnya orang tuanya akan mengetahui tentang keadaannya.


Namun begitu, dia sangat merindukan Aliana hingga perempuan itu menjadi melamun di dalam mobil yang membuatnya menarik perhatian Andi.


"Apakah ada hal yang kau pikirkan?" Tanya Andi sembari melirik ke arah Liliana.


"Hm,, Aku merindukan Aliana, tapi aku tidak bisa pergi ke sana," ucap Liliana sembari menghembuskan nafasnya dengan panjang.


Andi yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu dia terus berkendara hingga mereka tiba di depan rumah Liliana.


Liliana sangat terkejut, "apa yang kita lakukan di sini?" Tanya Liliana yang tidak mau jika dirinya dilihat oleh kedua orang tuanya.


Sebab tentunya mereka mungkin akan menanyakan tentang keadaan Liliana dan jika dia tinggal di rumah, maka dia yang mengalami mual-mual pastilah akan mengundang kecurigaan kedua orang tuanya.


"Jangan khawatir, aku hanya akan mengambil Aliana saja, kau tunggu di sini," ucap Andi sembari turun dari mobil lalu pria itu pun pergi menekan bel rumah Liliana.


Liliana yang melihat pria itu terdiam di tempatnya, dan Dia benar-benar merasakan kehangatan dalam hatinya.

__ADS_1


Pada akhirnya, Liliana tersenyum melihat tingkah Andi sampai dia menunggu beberapa menit lalu dia melihat Aliana keluar bersama-sama dengan Andi dengan Andi yang membawa tas milik Ariana.


Clek!


Pintu penumpang belakang terbuka Lalu aliyana naik ke atas mobil langsung disambut oleh tatapan Liliana.


"Kakak!!" Seru Aliana langsung mendekati Liliana dan mendaratkan sebuah ciuman di pipi perempuan itu.


Tetapi setelah mencium Liliyana, Aliana pun terdiam memandangi wajah kakaknya.


Beberapa saat kemudian Aliana barulah berbicara, katanya, "Apakah Kakak sedang sakit?"


"Jangan khawatir, kakak baik-baik saja, tapi kau jangan mengatakan masalah ini pada ayah dan ibu ya?!" Ucap Liliana dengan tegas.


Aliana menganggukkan kepalanya, "Baiklah Kak, tapi sekarang kita mau ke mana?" Tanya Aliana.


Andi yang sudah duduk di dalam mobil sembari menyalakan mesin kendaraannya menatap ke arah Liliana, "Bagaimana kalau malam ini Kita menginap di hotel?" Tanya Andi yang merasa bahwa dia tidak mungkin membawa Aliana ke apartemen mereka sebab gadis kecil itu mungkin akan merasakan sesuatu.


Liliana menganggukkan kepalanya, "baiklah," ucap perempuan itu langsung membuat Aliana bersorak senang sebab kali ini dia tidak akan terkurung lagi di rumah namun kakaknya akan membawanya berjalan-jalan.

__ADS_1


"Hore!!! Nanti di hotel, bolehkah kita pergi berenang?" Tanya Ariana dengan penuh semangat.


"Boleh," ucap Andi, "tapi kakakmu tidak bisa berenang karena dia sedang tidak enak badan nanti kau berenang bersama aku saja."


"Baik!" Jawab Aliana merasa gembira.


Maka ketika orang itu pun pergi ke sebuah hotel yang merupakan hotel bintang 5 lalu Andi memesan ruangan VIP yang mana dalam ruangan tersebut masih ada dua kamar, ruang tamu serta dapur.


Dia pun memilih kamar yang paling dekat dengan kolam renang supaya nanti bisa mengawasi Aliana yang mau berenang.


Begitu tiba di kamar, Liliana langsung duduk di ruang santai sembari menatap ke arah TV yang dinyalakan oleh Aliana.


"Apakah Kakak sudah makan obat?" Tanya gadis kecil itu sembari menghampiri Liliana.


"Ya, sudah," jawab Liliana sembari menoleh ke arah Andi yang mana pria itu pergi membuka gorden hingga membuat tatapan Aliana berbinar-binar menatap kolam renang yang langsung berada di depan kamar mereka.


"Berenangnya Besok saja, karena ini sudah sore," ucap Liliana mengingatkan gadis kecil itu.


"Baik!!" Jawab Aliana dengan senang sembari memeluk lengan kakaknya.

__ADS_1


__ADS_2