
Setelah 3 hari terus berada di kamar, akhirnya Liliyana mulai lancar berjalan meski masih harus menggunakan tongkat.
Perempuan itu kini menuruni tangga untuk pergi ke lantai 1 karena hari ini acara pernikahannya akan digelar dan sekarang dia mau berlatih menuruni tangga sebelum sore hari menjelang.
Perempuan itu berjalan-jalan di sekitar rumah dan melihat orang-orang yang mulai menaruh bunga-bunga segar di dalam rumah.
"Ibu!!!" Serul Aliana berlari ke arah Liliana sembari membawa 1 buket bunga yang dirangkai untuk menjadi buket bunga pengantin.
"Apa kau yang membuatnya?" Tanya Liliana ketika dia mengambil buket bunga itu, dia bisa melihat buket bunga itu terlihat sangat indah.
"Ya! Aku dibantu oleh nenek," jawab Aliana.
"Bagus,, Terima kasih sayang," kata Liliana langsung menunduk dan menciumi gadis kecil itu dengan perasaan bahagianya.
__ADS_1
Aliana pun tersenyum senang, gadis kecil itu kemudian memegang tangan Liliyana dan menarik Liliana ke kursi tempat Tiara dan beberapa orang kerabat duduk sembari merangkai bunga-bunga segar yang akan digunakan untuk dekorasi.
"Pengantinnya ada di sini!!!" Teriak Aliana langsung membuat semua orang menatap ke arah sumber suara dan melihat Liliana yang berjalan ke arah mereka.
"Duduklah di sini,," ucap salah seorang perempuan bernama Sisil yang merupakan tante Liliana.
Liliana pun duduk di sebelah Sisil sembari menatap sang tante yang memegang bunga di tangannya.
"Bagaimana perasaanmu akan menikah?" Tanya perempuan yang ada di samping Liliana dengan wajah perempuan itu terukir sebuah senyuman yang membuat Liliana akhirnya ikut tersenyum.
"Kau bisa saja, Memangnya kau tahu dulu Bagaimana perasaan tante saat menikah dengan om mu???" Tanya Sisil langsung membuat Liliana kembali melebarkan senyumnya.
"Tentu saja tahu, Tante Sisil pasti sangat bahagia dan jantung Tante pasti berdegug-degup amat kencang serta tidak sabar untuk sah menjadi seorang istri," jawab Liliana.
__ADS_1
Tiara yang mendengarkan itu langsung menggelengkan kepalanya, "dugaan masalah, waktu dia menikah, dia menangis hampir 3 hari karena dia dijodohkan dengan orang yang tidak dia sukai. Tapi sekarang dia meraung-raung ketika melihat suaminya bersama-sama dengan perempuan lain!!" Kata Tiara kembali disambut tawa semua orang yang ada di tempat itu.
"Ha ha ha... Benar!"
"Benar sekali, ha ha ha.. aku masih ingat saat ia menikah dengan matanya bengkak!!"
"Bagaimana bisa kalian mengatakan hal seperti itu tentangku? Sangat mempermalukan Aku di depan keponakanku dan juga cucuku!!!" Kesal Sisil di samping Liliana sembari menatap ke arah Aliana yang juga ikut menertawakannya.
Liliana yang juga ikut tertawa pun tidak tahan untuk bertanya, dia menatap tantenya sembari berkata, "Lalu bagaimana akhirnya tante dan om bisa saling suka dan sekarang sangat harmonis, bahkan memiliki tiga orang anak yang semuanya tampan dan cantik."
Perempuan yang ditanyai oleh Liliana langsung berpikir beberapa saat sebelum dia berkata, "dulu om mu selalu saja membawakan tante apapun yang Tante mau, Pokoknya dia memenuhi semua kebutuhan tante, dia juga memperlakukan tante dengan sangat lembut, Jadi bagaimana bisa Tante tidak bisa Lulu???"
Liliana yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya, dan dia rasa apa yang dialami oleh tantanya sama seperti apa yang ia alami dengan Andi.
__ADS_1
Awalnya tidak saling suka, bahkan awalnya mereka adalah musuh, tetapi kemudian bisa berakhir saling mencintai dan saling merindukan satu sama lain.
Hal itu membuat Liliana tersenyum memikirkan hubungannya dengan Andi dan dia benar-benar tidak sabar untuk menikah dengan pria itu supaya mereka tidak perlu lagi dipisahkan seperti sekarang ini, ingin bertemu dan saling berpelukan, tetapi belum bisa melakukannya sebab acara pernikahan belum dilangsungkan.