Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
104


__ADS_3

Zaskia pun menatap putranya, "apa yang kau lakukan?!! Kau berselingkuh di belakang Meliani?? Lalu,,, Kenapa kau berselingkuh saat kau sendiri tahu keadaanmu?!!" Tanya Zaskia yang tidak habis pikir dengan kelakuan putranya.


🤑🤑🤑


Dika yang mendengar penghinaan terhadap putrinya juga tidak terima, sehingga pria itu langsung menatap Melani sembari berkata, "Apa maksudmu dengan putriku berselingkuh dengan Andi?!!"


Meliani tersenyum mengejek, "itulah kenyataannya, sejak dia datang bekerja di kantor Andi, perempuan itu telah menggoda Andi dan mereka sudah sering pergi ke apartemen Andi bersama-sama. Aku tidak mengerti kenapa Putri Anda mau dengan pria seperti dia, pria yang tidak bisa memberikan keturunan untuk istrinya, tidak ada gunanya dipelihara!!!" Geram Meliani tanpa menutup-nutupi sifatnya lagi, Sebab Dia sudah terlalu membenci semua orang yang ada di ruangan itu.


Zaskia yang mendengarkan ucapan Meliani tidak menyangka bahwa ternyata perempuan yang selama ini mereka kenal sangat baik malah memiliki mulut yang begitu buruk.


Bahkan secara terang-terangan mengatakan hal seperti itu dan tidak ada sedikitpun empatinya terhadap keadaan putranya.


"Kau,," Zaskia ingin berbicara pada perempuan itu, tetapi tiba-tiba saja perempuan itu merasakan kepalanya sangat pusing sehingga dia hanya bisa menghentikan ucapannya lalu bersandar lemas ke tubuh putranya.

__ADS_1


Meliani yang melihat itu tidak ingin berada di tempat itu lagi karena dia sudah membongkar hubungan gelap kedua orang itu, maka dia langsung berbalik pergi meninggalkan kamar tersebut sembari menutup pintu kamar dengan keras.


Brak!!!


Setelah menutup pintu, Melani berdiri diam di depan pintu kamar VVIP tempat Liliana dirawat, lalu perempuan itu mengerutkan keningnya sebelum dia menatap ke arah pintu kamar di mana Hakim dirawat.


'Heh,,, dasar!!' Meliani pun berjalan menuju pintu kamar milik Hakim lalu tanpa mengetuk pintu kamar tersebut Melani masuk ke dalam kamar itu dan melihat Hakim yang terbaring di atas tempat tidur.


Merasakan cubitan itu, maka Hakim pun akhirnya menjadi risih dalam tidurnya lalu dia segera terbangun dan terkejut ketika melihat Melani ternyata ada di hadapannya.


"Ahh, meliani," kata pria itu sembari memperhatikan sekeliling ruangan tempat ia berada namun tidak mendapati istrinya di manapun.


"Semua orang sedang berada di kamar VVIP nomor 11, aku juga disuruh datang kemari untuk memberitahukannya pada Ayah agar Ayah pergi ke sana," ucap Meliani langsung membuat Hakim mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Apa maksudmu?" Tanya Hakim yang tidak mengerti mengapa dia disuruh untuk pergi ke sana, juga, dia merasa bingung kenapa semua orang berada di kamar tersebut.


"Pergilah ke sana, Lalu ayah akan tahu apa yang terjadi di sana, sekarang Aku harus pergi karena ada pekerjaan mendesak," ucap Meliani lalu perempuan itu pun bergegas meninggalkan kamar Hakim dengan sebuah senyum mengejek di wajahnya.


Hakim yang melihat itu pun segera duduk di tempat tidur, lalu dia mengambil infus miliknya dan melihat ke arah kursi roda yang terletak di sudut ruangan.


"Jangan-jangan istriku atau Putraku tiba-tiba saja masuk rumah sakit?" Ucap pria itu kini merasa cemas jika salah satu diantara kedua orang itu mengalami sesuatu yang membuatnya harus dirawat di kamar VVIP nomor 11.


Maka secara terburu-buru, pria itu pun turun dari tempat tidur, Ia menggunakan semua kekuatannya berjalan ke arah kursi roda yang terletak di sudut ruangan.


Setelah bersusah payah dan mengeluarkan banyak keringat, pria itu akhirnya bernafas lega ketika dia sudah duduk di kursi roda lalu dia pun menyalakan mesin kursi roda itu dan mengarahkan kursi roda itu untuk menuju ke arah pintu.


__ADS_1


__ADS_2