
Setelah masuk ke dalam apartemen Andi, Liliana langsung duduk di meja makan dan seperti kemarin mereka makan berdua saja namun kali ini Liliana tidak berbicara apapun lagi dan hanya duduk dengan tenang menikmati makanan.
Setelah selesai makan, keduanya mencuci piring bersama lalu Andi berkata, "pergilah mandi, Aku mau keluar sebentar."
Setelah berbicara, Andi langsung pergi mengambil jaketnya dan pria itu meninggalkan apartemen dengan Liliana yang langsung berlari ke lantai 2.
Begitu tiba di lantai 2 Liliana berusaha mencari sesuatu di tempat itu yang ia bisa ia gunakan untuk mengancam pria itu agar tidak menindasnya lagi, tetapi sayang sekali bahwa dia tidak menemukan hal berguna apapun kecuali hal baru yang ia temukan di ruang ganti pria itu.
"Apa ini?" Ucap Liliana saat ia berdiri di depan sebuah lemari transparan yang memperlihatkan gaun-gaun wanita yang ada di dalam lemari itu.
Di samping lemari itu terdapat aksesoris wanita juga yang membuat Liliana kebingungan dengan aksesoris itu.
__ADS_1
"Kenapa dia menyiapkan barang-barang wanita?" Ucap Liliana mendekati meja aksesoris dan melihat yang ada di sana.
Betapa terkejutnya Liliana ketika dia melihat sebuah goresan pada sebuah gelang yang ada di salah satu kotak perhiasan itu yang mana bertuliskan nama Liliana.
'Apakah pria itu menyiapkan semua ini untukku?' ucap Liliana dalam hati yang benar-benar tidak menyangka dengan hal seperti itu.
Liliana berpikir selama beberapa saat di tempat itu sampai akhirnya dia pergi ke kamar mandi dan cepat-cepat mandi sembari menyesali dirinya yang benar-benar tidak berguna karena tidak menemukan apapun di rumah Andi untuk mengancam pria itu.
Setelah selesai mandi, Liliana mengganti pakaiannya dengan pakaian yang ada di dalam lemari yang tadi ia kenakan dan perempuan itu juga terkejut karena mendapati bahwa pakaian itu sangatlah pas di tubuhnya.
Pria itu memandangi Liliana dengan seksama lalu tersenyum tipis, "aku memilih ukuran yang tepat," ucap pria itu sembari berjalan ke sebuah meja yang terletak tak jauh darinya meletakkan sebotol anggur di atas meja dan juga sloki yang telah Ia bawa.
__ADS_1
Sementara Liliyana, dia yang terpaku di tempatnya karena benar-benar melihat Andi sebagai Andi pria yang ia cintai merasakan gejolak yang aneh. ,
Beberapa saat terdiam, lalu perempuan itu mendekati Andi dan duduk di depan Andi sembari berkata, "Apa kau memilih semua barang-barang wanita untukku?"
Pertanyaan itu langsung menghentikan gerakan Andi yang sedang mengisi sloki mereka dengan anggur lalu pria itu mengangkat wajahnya menatap Liliana, "menurutmu aku membelikannya untuk perempuan lain?" Tanya Andi benar-benar membuat Liliana kembali tertegun dan dia tidak mengerti dengan pria yang ada di depannya.
"Tapi,, Kenapa kau membelikanku barang-barang itu?" Tanya Liliana.
"Karena mulai sekarang kau akan sering-sering di sini, Jadi kau membutuhkan pakaian-pakaian itu!" Kata Andi sembari mengangkat gelas rotinya untuk bersulang dengan Liliana.
Meski Liliana belum mengerti dengan maksud pria di depannya, tetapi Liliana yang sangat takut pada pria di depannya hanya bisa mengangkat slokinya yang telah diisi anggur oleh Andi lalu mereka kemudian bersulang.
__ADS_1
Setelah menghabiskan 1 sloki anggur, Liliana kemudian berkata, "aku harus pulang sekarang."
Andi yang mendengar itu tersenyum pahit, "tanpa seijinku, kau tidak boleh melakukan apapun!"