Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
56


__ADS_3

"Aku memiliki seorang kenalan di kantor, Bagaimana kalau aku mengusulkan mu untuk pindah divisi?" Tanya Michelle yang sudah tidak tahan melihat wajah Liliana yang tampak murung dari waktu ke waktu.


Liliana yang mendengarkan ucapan Michelle begitu bersemangat karena tentunya Dia sangat ingin pindah dari tempat itu supaya dia tidak perlu lagi di telor oleh Meliana hingga perempuan itu berkata, "Kalau begitu, tolong bantu aku."


Michelle menganggukkan kepalanya, "baiklah, Tapi semua yang ada di divisi itu adalah laki-laki, namun Mereka menginginkan satu perempuan di sana. Agak sulit bekerja dengan laki-laki dan juga gaji divisi itu tidak terlalu banyak seperti di divisi kita. Apakah kau akan baik-baik saja?" Tanya Michelle.


Tanpa berpikir panjang, Liliana dengan cepat menganggukkan kepalanya sebab perempuan itu berpikir bahwa menghadapi pria lain mungkin jauh lebih mudah daripada menghadapi Andi.


"Baiklah, kalau begitu Aku akan coba menanyakannya jika posisi itu masih kosong," ucap Michelle benar-benar membuat Liliana berterima kasih pada perempuan itu.


Maka setelah berbicara dengan Michelle, Liliana merasa lebih baik hingga perempuan itu bekerja lebih tenang sampai akhirnya jam pulang kantor telah tiba.


Perempuan itu kemudian berkendara untuk kembali ke rumahnya ketika dalam perjalanannya Liliana teringat ada barang yang tertinggal di rumah Andi yang harus ia ambil hari itu.

__ADS_1


'Sebaiknya aku ke sana dulu,' ucap Liliana dalam hati sembari memutar balik kendaraannya untuk pergi ke apartemen Andi.


Maka perempuan itu terus berkendara hingga dia akhirnya memarkirkan mobilnya lalu perempuan itu memasuki lift untuk naik ke apartemen Andi.


Ting!


Setelah lift berhenti, Liliana keluar dari lift lalu perempuan itu menghampiri depan pintu apartemen Andi namun dia mengerutkan keningnya saat melihat seorang perempuan paruh baya berdiri di sana.


"Maaf, anda mencari siapa?" Tanya Liliana pada perempuan yang sudah menyimpan konsernya ke dalam sakunya.


"Ah, Saya mencari Tuan Andi, Apakah kau perempuan yang bernama Liliana?" Tanya perempuan itu sembari memperhatikan Liliana.


Liliana yang melihat perempuan di depannya mengetahui namanya begitu terkejut, karena setahunya bahwa tidak ada satupun kenalan Andi yang mengetahui bahwa dia berhubungan dengan pria itu, sehingga Liliana merasa penasaran kenapa perempuan di depannya malah mengetahui dirinya?

__ADS_1


"Saya memang bernama Liliana tapi bagaimana bisa anda mengetahui tentang saya?" Tanya Liliana.


Sang Perempuan tersenyum sembari berkata, "bisakah kita berbicara sebentar?"


Pertanyaan perempuan itu membuat Liliana merasa bingung, Tetapi dia tetap menganggukkan kepalanya, "kita bicara di dalam saja, karena saat ini Andi tidak ada di apartemennya. Dia memiliki urusan di luar," ucap Liliana diangguki oleh sang perempuan yang bersama-sama dengannya hingga Liliana kemudian membuka pintu apartemen itu lalu mereka masuk ke dalam apartemen.


Setelah Sang Perempuan yang bersama dengan Liliana duduk di ruang tamu, maka Liliana pergi ke dapur membuat minuman untuk mereka berdua lalu Liliana kemudian duduk bersama dengan perempuan paruh baya itu.


"Nama saya Dokter Nia, Saya adalah dokter pribadi Tuan Andi." Ucap Dokter Nia memperkenalkan dirinya langsung membuat Liliana menganggukkan kepalanya.


Dia memang beberapa kali melihat ada sebuah resep yang berasal dari Dokter Nia kamar Andi, tetapi perempuan itu tidak pernah mau menanyakan apapun tentang masalah itu.


Tetapi karena dia mengingat bahwa perempuan itu ingin berbicara dengannya, maka Liliana kemudian berkata, "kalau begitu, apa yang dokter Nia ingin bicarakan?"

__ADS_1


__ADS_2