Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
16. Hendak melaporkan Andi ke polisi


__ADS_3

Karena harus mendapatkan infus sebab kelelahan, maka Liliana menghabiskan cukup banyak waktu di ruang kesehatan sampai akhirnya di sore hari dimana jam pulang kantor tiba barulah Liliana diizinkan pulang.


Perempuan itu dengan pikiran yang kacau melangkah ke arah mobilnya dengan raut wajah frustasinya.


'Hah,, Bagaimana kalau aku hamil?' Liliana menggigit kuku jari jempolnya dengan satu tangan memegang gagang pintu mobilnya untuk membuka pintu mobilnya.


Tapi Perempuan itu belum membuka lebar pintu mobilnya ketika sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti di depannya dan Liliyana melihat mobil itu ialah mobil milik manajernya.


Kaca jendela depan kemudian diturunkan hingga memperlihatkan wajah yang selalu dirindukan oleh Liliana, namun sayangnya wajah itu kini menjadi wajah yang paling ia benci sebab pria yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan mantan tunangannya itu memiliki sifat yang begitu buruk.


"Masuk!" Perintah Andi langsung membuat Liliana tersentak kaget dengan perempuan itu membuang muka dari manajernya.

__ADS_1


Ia kemudian membuka pintu mobilnya untuk melarikan diri ketika dia kembali mendengar suara manajernya yang berkata, "kau tidak mau masuk?!!"


Ucapan manajernya benar-benar membuat Liliana menghentikan langkahnya dan perempuan itu menggertakkan giginya sebelum akhirnya dia menutup pintu mobilnya lalu kemudian dia pergi ke mobil managernya dan duduk di kursi penumpang depan.


Begitu Liliyana masuk ke dalam mobil, maka Andi pun menancap gasnya hingga mobilnya meninggalkan parkiran kantor mereka.


'Apa yang akan terjadi lakukan padaku? Lalu kenapa juga tadi aku tidak menolak dan malah mengikuti perintah pria ini masuk ke dalam mobilnya?' Liliana merasa sangat takut pada pria yang ada di sampingnya sehingga dia terus menoleh ke luar jendela dengan tangan yang memegang tasnya dengan erat.


"Bapak membawa saya ke mana?" Tanya Liliana ketika pria di sampingnya sudah melepaskan sabuk pengamannya dan bersiap untuk turun dari mobil.


Andi yang mendengarkan pertanyaan Liliana menghentikan gerakan tangannya lalu menatap Liliana, "aku membawamu ke apartemenku."

__ADS_1


Ucapan pria itu sangat mengejutkan Liliana karena tidak menduga bahwa pria itu akan membawanya ke apartemennya, padahal pria itu adalah pria brengsek yang sudah membuatnya harus diinfus selama berjam-jam.


Oleh sebab itu, Liliana memberanikan dirinya menatap pria di sampingnya lalu berkata, "tolong biarkan saya pergi, atau saya akan melaporkan bapak ke kantor polisi atas pelecehan yang sudah bapak lakukan pada saya!!!"


Ucapan Liliana benar-benar membuat Andi tersenyum miring hingga pria itu kemudian tanpa aba-aba berpindah posisi ke atas tubuh Liliana dan dalam satu tarikan Ia membuat sandaran kursi tempat Liliana duduk terjatuh ke belakang.


"Ahh!" Liana menjerit saat tubuhnya terjatuh ke belakang dan perempuan itu dengan tangan yang begitu kuat memegang tasnya.


"A,, a,, apa,, Apa yang bapak lakukan?" Tanya Liliana dengan suara terbata-bata.


"Hm, Aku ingin melecehkanmu supaya kau bisa melaporkanku pada pihak berwajib, sebab jika kejadian yang kemarin kau laporkan pada pihak berjiwa wajib, maka kaulah yang akan masuk penjara karena kemarin kau yang melompat ke pangkuanku dan melecehkanku!! Kau bahkan mengambil keperjakaanku yang berharga, jadi Bukankah kau akan mendapat hukuman yang berat jika kau menggunakan masalah kemarin untuk melaporkanku?!" Ungkap pria yang kini memegangi rambut Liliana.

__ADS_1


__ADS_2