Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
46


__ADS_3

Setelah meninggalkan perusahaan, maka Liliana menyetir ke arah rumahnya hingga ketika dia telah memarkirkan mobilnya di depan rumah, perempuan itu langsung membuka kaca dalam mobilnya lalu bercermin.


Terlihat jelas bahwa pipinya masih memerah, dan matanya juga bengkak serta masih ada sisa-sisa air mata di kelopak matanya.


Maka perempuan itu dengan cepat mengambil make up yang selalu tersedia dalam mobilnya lalu menutupi kemerahan dan bengkak di wajahnya.


Setelah merasa lebih baik, barulah Liliana turun dari mobilnya lalu berjalan ke dalam rumah.


"Kakak!!!" Teriak Aliana langsung menyambut kedatangan kakaknya.


Liliana yang melihat kedatangan anak gadisnya itu langsung mengulurkan tangannya hingga mereka berpelukan dengan Liliana yang membawa Aliana ke gendongannya.


"Apakah hari ini kita jadi pergi?" Tanya Aliana yang sudah sepanjang hari menunggu kepulangan kakaknya supaya mereka bisa pergi melihat bintang-bintang sesuai dengan yang dijanjikan oleh kakaknya.


"Hm, tentu saja, setelah makan malam, baru kita akan pergi," ucap Meliana langsung membuat Aliana bersorak kegirangan.

__ADS_1


Maka kedua perempuan itu lalu naik ke lantai 2 lebih tepatnya ke kamar mereka untuk bersiap-siap.


Setelah mengganti pakaian, keduanya turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama-sama.


Namun Liliana menghentikan langkahnya ketika dia tiba di lantai bawah bersamaan dengan ibunya yang masuk bersama-sama dengan seorang pria.


"Silakan masuk," ucap Tiara dengan wajah yang tampak baru pulih dari keterkejutannya setelah melihat Andi.


Sementara Andi, tetapannya tertuju pada Tiara yang bersama dengan seorang gadis kecil, lalu pria itu kemudian duduk di sofa bersamaan dengan Tiara yang menatap ke arah Liliana dan Aliana.


"Kenapa berdiri di situ saja? Cepatlah kemari!" Ucap Tiara langsung membuat Aliana menarik tangan Liliana hingga Mereka kemudian pergi mendekati dua orang yang tengah duduk bersama-sama di sofa ruang tamu.


Tiara pun kebingungan harus menjawab apa, sehingga perempuan itu hanya berkata, "tanyakan saja padanya, sekarang Ibu mau ke dapur dulu untuk menyiapkan makan malam."


Setelah berbicara, maka Tiara pun berdiri lalu perempuan itu pergi ke dapur meninggalkan Aliana yang kini berjalan mendekati Liliana.

__ADS_1


Liliana hanya menarik gadis kecil itu ke pangkuannya, lalu dia menatap Andi dan menatap sekelilingnya.


Setelah melihat bahwa tidak ada satupun orang yang mendengar mereka berbicara, maka Liliana pun kembali menatap Andi sembari berkata, "kau sudah berjanji tidak akan pernah mengusik keluargaku tapi kenapa kau datang?"


"Aku datang untuk menemuimu. Ah,, Apakah dia gadis kecil itu?" Ucap Andi melihat Aliana yang tampak menatapnya dengan mata besarnya seperti seolah-olah memperhatikan Andi dan mengamati pria itu.


Liliana yang melihat tatapan Andi langsung memeluk erat Aliana sembari berkata, "apa yang kau katakan pada ibuku di luar rumah?"


Pertanyaan itu membuat Andi tersenyum tipis lalu pria itu kemudian berbicara, katanya, "aku bilang aku managermu."


Liliana mengerutkan keningnya, sebab tentunya dia tidak percaya dengan ucapan pria itu karena tidak mungkin ibunya akan mempercayai hal seperti itu sehingga Liliana kembali berkata, "Tolong jangan mengusik keluargaku, aku tidak mau--"


"Aku bilang pada ibumu kalau aku saudara kembar mantan tunanganmu," ucap Andi benar-benar membuat Liliana tertegun di tempatnya dan bibirnya terasa begitu kaku untuk berucap satu patah kata pun.


Saudara kembar?

__ADS_1


Bagaimana bisa pria bejat di depannya menjadi saudara kembar dari seorang pria yang memiliki sifat begitu lemah lembut dan sangat baik?


Menatap Liliana yang tampak tidak percaya, maka Andi kemudian berkata, "aku dengar malam ini kau akan pergi bersama dengan Aliana untuk melihat bintang-bintang, Ayo pergi bersama dan aku akan mengatakan sesuatu padamu."


__ADS_2