Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
29. Suasana hati manager sangat buruk


__ADS_3

"Aku sangat menyukaimu. Kau boleh keluar sekarang," ucap Andi sembari melepaskan pelukannya pada Liliana lalu pria itu berjalan ke arah meja kerjanya dengan Liliana yang masih terpaku di tempatnya.


💥💥💥


Melihat Liliana yang tak kunjung begeming, maka Andi menatap lagi perempuan itu dan berkata,"Apakah kau menginginkan ronde kedua?"


Ucapan pria itu langsung membuat Liliana menatap ke arah Andi dan matanya yang berkaca-kaca menahan air matanya agar tidak jatuh ke pipinya benar-benar membuat Andi bisa melihat kemarahan perempuan itu.


Tetapi Andi tidak terlalu memperdulikannya dan dia hanya berkata, "ronde keduanya nanti di apartemenku, Sekarang kita berada di kantor jadi tidak bisa berbuat lebih dari yang tadi."


Liliana sangat ingin meneriaki pria di depannya, tetapi kemudian pintu ruangan yang diketuk oleh seseorang langsung membuat Liliana berbalik membuka pintu lalu keluar dari ruangan mengabaikan Angga yang memperhatikannya.


Semua orang yang melihat Liliana keluar dari ruangan manager bisa mengetahui bahwa perempuan itu baru saja menangis, apalagi saat itu mata Liliyana tampak berkaca-kaca sehingga mereka semua merasa begitu prihatin dengan perempuan itu.

__ADS_1


Michelle yang merasa begitu iba pada perempuan itu mengambil susu botol yang hendak ia minum lalu membawanya Liliana.


"Jangan terlalu sedih, semuanya akan indah pada waktunya." Ucap perempuan itu diabaikan oleh Liliana sebab Dia sedang berkutat dengan gejolak hatinya yang tidak karuan.


Melihat Liliana yang tidak bergeming, maka Michelle hanya pergi meninggalkan perempuan itu dan dia tahu bahwa Liliana membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya sendiri setelah mendapat amukan dari manajer mereka.


Sementara itu, Angga yang masuk membawa laporan yang tadinya dikerjakan oleh Liliana kini terbengong di tempatnya karena belum saja pria di depannya membaca laporannya, laporan itu sudah dilemparkan ke tempat sampah.


Angga yang mendengarkan ucapan pria di depannya hanya bisa menggerutu dalam hati, 'Aku benar-benar bodoh, Baru saja Liliana mendapat masalah dan aku sudah masuk membawa laporan itu meski laporan itu sangat bagus tapi pastilah suasana hati manajer sangat buruk.'


"Baik Pak," ucap Angga segera keluar dari ruangan dengan wajah yang begitu murung hingga membuat semua orang semakin takut jika nantinya mereka harus berurusan dengan manajer mereka.


"Hari ini manager benar-benar berada dalam suasana hati yang buruk," ucap salah seorang perempuan diangguki oleh perempuan yang lainnya.

__ADS_1


Maka sepanjang hari itu Kau mah ketegangan terus melingkupi semua orang yang bekerja dan rasa was-was menyelimuti mereka Jika saja tiba-tiba manager memanggil salah seorang diantara mereka.


Tetapi, sampai jam pulang Andi tidak memanggil siapapun lagi ke ruang kerjanya dan pria itu meninggalkan ruangannya dengan wajah yang begitu dingin hingga membuat semua orang merasa tenang.


"Hah,, Akhirnya jam pulang tiba juga. Dari tadi jantungku berdegup sangat kencang sambil mengerjakan pekerjaanku, Aku takut sekali manajer akan memanggilku ke dalam ruangan dan memperlakukan ku seperti Liliana dan Angga." Ucap salah seorang perempuan sembari berdiri meregangkan tubuhnya.


Angga yang mendengarkan itu menghela nafas dengan panjang lalu dia mengangkat wajahnya menatap perempuan yang baru saja berbicara, "entah kenapa aku ingin mengundurkan diri dari pekerjaan ini, tapi cicilan mobilku masih ada 2 tahun lagi!!!"


"Hah, aku prihatin denganmu, tapi masih lebih parah aku yang meski tidak punya cicilan, tetapi biaya hidup untuk keluargaku benar-benar tinggi!"


"Benar sekali, Kalau gaji di perusahaan ini tidak banyak, Aku tidak akan mau bertahan sampai saat ini!!!"


Semua orang mengeluarkan pendapat mereka sementara Liliana dia membereskan barang-barangnya karena dia takut akan mendapat amukan dari Andi Jika saja dia terlambat pergi ke apartemen pria itu.

__ADS_1


__ADS_2