
Sembari membuat minuman herbal untuk ibunya, maka Andi sesekali menoleh ke arah lantai 2, dan dia cemas pada perempuan yang ada di lantai 2 bahwa perempuan itu mungkin akan merasa sangat bosan.
Sehingga pria itu cepat-cepat membuat minumannya lalu mengantarkannya pada ibunya dan Meliani yang saat itu sedang bercerita bersama.
"Ibu minumlah, aku akan naik dulu sebentar," ucap Andi segera berbalik untuk pergi ke lantai atas ketika ibunya yang melihat hanya ada satu gelas yang dibawa oleh Andi langsung meneriaki putranya.
"Hei!! Kenapa gelasnya cuma satu?!" Kesal Winata memandangi putranya hingga membuat Andi kemudian balik lagi menatap ibunya dengan menahan rasa kesalnya.
"Ibu,, perempuan yang ada di samping Ibu memiliki tangan dan kaki, dia juga masih muda, jadi dia bisa mengambilnya sendiri!!" Ucap Andi tanpa menunggu jawaban kedua orang itu langsung berbalik naik ke lantai dua.
__ADS_1
Winata yang melihat sikap tidak sopan putranya benar-benar kesal dan dia masih hendak memarahi pria itu ketika Meliana mencegahnya.
"Ibu jangan marah-marah terus, bisa jadi darah tinggi Ibu kumat lagi, aku akan mengambil gelasnya," ucap Meliana segera berjalan ke dapur.
Ketika tiba di dapur, perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia melihat segala sesuatu yang ada di sana kini telah berpasang-pasangan.
'terakhir kali ketika aku datang ke apartemennya, barang-barang yang dikeluarkan hanya satu saja, hanya untuk dirinya sendiri, tetapi kenapa sekarang masing-masing barangnya ada dua?' ucap perempuan itu dalam hati melihat segala peralatan yang ada di dapur.
Maka sembari mengambil satu gelas yang ada di sana, Meliana menggertakan giginya lalu kembali menemui calon ibu mertuanya, 'aku harus memastikannya, Aku tidak ingin seorang perempuan lain merebut Andi dariku!!' ucap Meliana dalam hati sembari duduk di samping Winata selalu mereka kembali bercerita dengan Meliana yang sesekali memperhatikan apartemen Andi.
__ADS_1
Sampai akhirnya, mata perempuan itu berhenti pada sebuah paper bag yang berwarna pink soft yang terletak di sudut ruangan.
'Sepertinya itu barang perempuan, tapi kenapa ada di sini?' ucap Meliana dalam hati sembari menoleh ke arah lantai 2 dan perempuan itu berpikir bahwa Andi segera ke lantai 2 karena pria itu menyembunyikan sesuatu di sana.
Winata yang menyadari tatapan Meliana yang terfokus ke lantai 2 langsung menghela nafas sembari meletakkan gelas nya, "ahh,, bagaimana bisa Dia sangat lama di lantai 2 ketika dia tahu di sini ada tamu?" Kesal Winata hendak berdiri untuk memanggil putranya ketika Meliana menghentikannya.
"Ibu, biar aku saja yang naik ke atas memanggilnya," ucap Meliana langsung membuat Winata menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu membiarkan perempuan itu naik ke lantai 2.
Setelah Meliana naik ke lantai 2, maka perempuan itu kemudian langsung berdiri untuk meninggalkan apartemen supaya dia bisa membiarkan putranya dan calon menantunya berduaan saja.
__ADS_1
Apalagi, perempuan itu jelas tahu bahwa hubungan putranya dengan calon menantunya tidak terlalu baik, itu sebabnya pertunangan mereka yang sudah berjalan 7 tahun masih belum melangkah ke tahap selanjutnya.
Perempuan itu juga percaya bahwa semua itu terjadi karena putranya sangat sibuk bekerja sehingga tidak punya waktu luang untuk mengurus hubungannya dengan Meliana, sehingga dia mau membiarkan kedua orang itu menyelesaikan masalah mereka dan memiliki waktu untuk saling dekat satu sama lain.