
Cahaya matahari menembus ke dalam jendela sebuah kamar hotel menyentuh pipi seorang Perempuan yang sedang tertidur lelap di atas tempat tidur.
Cahaya yang begitu silau itu membuat Sang Perempuan mengerjapkan matanya dan berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang ada di ruangan tempat ia berada.
Setelah beberapa saat, akhirnya perempuan itu bisa membuka matanya dengan tenang, namun ketenangannya tidak berlangsung lama ketika dia menyadari sebuah lengan kekar sedang memeluk tubuhnya dan sentuhan kulit yang halus membuatnya melototkan matanya dan berbalik menatap seorang pria yang memeluknya dari belakang.
"Akhhh!!!" Teriak perempuan itu sembari menarik selimut dan menjauhkan tubuhnya dari tubuh pria yang kini sudah mengerjakan matanya lalu menatap Liliana.
"Andi?" Ucap Liliana ketika dia memperhatikan pria di depannya hingga perempuan itu kembali lagi mendekat dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah pria itu.
Sentuhan yang begitu nyata langsung membuat Liliana terpaku sampai akhirnya tangannya gemeter dan perempuan itu meneteskan air matanya sembari menjatuhkan tubuhnya ke bawah dan memeluk Andi dengan hangat.
__ADS_1
"Hiks,, hiks,, hiks,, ini kau,, kau Andi.? Sayang,,," ucap Liliana sembari terisak dan dia merasa begitu senang dalam hatinya bahwa sekarang pria yang sangat ia rindukan itu sudah berada di dekatnya lagi.
Tetapi Andi yang mendengarkan ucapan perempuan itu, dia tentu saja kebingungan dan kembali mengingat bahwa dua kali pertemuan mereka sebelumnya, perempuan itu terus mengiranya sebagai sosok Andi yang dikenal oleh perempuan itu, bahkan memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Sepertinya kau salah orang, aku bukan Andi yang kau maksud itu," ucap Andi langsung membuat Liliana menghentikan tangisnya.
Perempuan itu mengangkat wajahnya menatap wajah Andi dan dia jelas mengenali setiap inci paras pria itu, tidak ada satupun yang berbeda dengan paras yang selalu ia ingat pada tunangannya yang bernama Andi.
"Hm, baiklah," Andi kini duduk, dan pria itu melihat jam yang ada di atas meja sebelum berbalik lagi menatap Liliana, "aku tidak peduli kau menganggapku siapa, tetapi mulai sekarang karena kau sudah mencuri perjakaku, maka selamanya kau akan bertanggung jawab untuk masalah itu!! Ah,,
"Jangan berpikir untuk kembali mengingat tentang Andi itu, karena mulai sekarang Andi yang ada di hadapanmu sekaligus menagermu ini adalah Andi yang akan selamanya Kau layani!!!" Tegas Andi sebelum pria itu berdiri berjalan ke arah kamar mandi tanpa memperdulikan tubuhnya yang sangat polos.
__ADS_1
Liliana yang ada di tempat tidur kebingungan dengan situasi yang ia hadapi sampai akhirnya dia melihat selimutnya dan menyadari bahwa dia untuk kedua kalinya dia kembali tidur dengan seorang pria yang membuatnya ketakutan.
'Oh tidak!! Jangan sampai aku kembali hamil!' ucap Liliana dengan begitu cemasnya turun dari tempat tidur dan mencari pakaiannya.
Perempuan itu terus meneteskan air matanya karena ketakutan yang luar biasa yang menghampirinya.
Beberapa kali ia menyukai air matanya namun air matanya terus bercucuran, segala sesuatu yang membuatnya sedih tentang dirinya yang kembali lagi tidur dengan seorang pria dan tentang pria yang tidur dengannya itu bukanlah pria yang seharusnya bersama-sama dengannya.
Tetapi, ketika dia mencari kemana-mana, perempuan itu tidak menemukannya sehingga membuat Liliana menjadi semakin panik, sebab waktu terus berlalu dan dia harus segera mendapatkan obat untuk mencegah kehamilannya.
"Sial!! Dimana pakaianku!!' ucap Liliana kini tidak memperdulikan lagi tentang identitas pria yang ada di dalam kamar mandi, apakah itu Andi kekasihnya atau Andi managernya yang galak, tetapi perempuan itu kini lebih cemas jika dia sampai harus mengandung di luar nikah untuk yang kedua kalinya!!
__ADS_1