Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
112


__ADS_3

Setelah meninggalkan ruangan ayahnya, maka Andi kembali menghampiri ruangan tempat Liliana dirawat.


Tok tok tok...


"Masuk," ucap seorang pria dari dalam kamar langsung membuat Andi membuka pintu kamar tersebut dan dia melihat perempuan itu sedang makan ditemani oleh ayah dan ibunya.


Begitu masuk, Andi langsung berlutut di bawah lantai pada kedua orang tua Liliana karena dia hendak meminta maaf.


Tetapi dia belum mengatakan apapun ketika Dika yang ada di sana segera menarik lengan pria itu hingga Andi kemudian berdiri.


Dan tanpa aba-aba, dia langsung dipeluk oleh Dika hingga membuat Andi tertegun dan merasakan pikirannya menjadi blank dalam seketika.


"Aku percayakan putriku padamu, Aku harap kau bisa menjaganya dengan baik dan jangan pernah meninggalkannya!!!" Kata Dika benar-benar membuat Andi terdiam di tempatnya Sebab Dia tidak menyangka bahwa mereka akan semudah itu mendapat restu dari orang tua Liliana.

__ADS_1


Setelah pelukan mereka dilepaskan, Andi hendak berbicara ketika Tiara yang ada di sana mendahuluinya berbicara.


"Liliana adalah putri kami satu-satunya, jadi kami ingin segala sesuatu yang menyangkut dirinya akan membahagiakannya, jadi kami akan merestui hubungan kalian asal kau berjanji pada kami bahwa kau akan selalu mengutamakan kebahagiaannya daripada kebahagiaanmu sendiri!!!" Kata Tiara.


Andi yang mendengarkan itu tanpa ragu-ragu segera menganggukkan kepalanya, "aku berjanji mengatasnamakan hidupku, aku akan mengutamakan kebahagiaannya daripada kebahagiaanku," ucap Andi.


Liliana yang mendengarkan itu merasa begitu terharu hingga air matanya kini menggenang di kelopak matanya namun dia menahannya agar tidak tumpah ruah sampai dia melihat ibunya memeluk Andi.


Setelah memeluk andikoma Tiara pun menatap putrinya lalu dia mendekati putrinya dan mencium kening Liliana.


"Terima kasih Bu," kata Liliana sembari melemparkan senyum pada ibunya.


"Baiklah, kalau begitu Kami pergi dulu kau mah," ucap Tiara langsung keluar bersama-sama dengan suaminya sebab kedua orang itu jelas tahu bahwa apa yang dibutuhkan Liliyana adalah Andi, karena perempuan itu tampak sangat bahagia setiap kali mereka membahas Andi sehingga mereka tahu jelas bahwa perempuan itu ingin ditemani oleh Andi.

__ADS_1


Setelah pintu tertutup, Andi langsung mendekati Liliana, pria itu segera naik ke tempat tidur dan memeluk Liliana dengan hangat.


Cup!


Sebuah ciuman diibaratkan Andi di kening perempuan itu dan dia merasakan jantungnya berdegup amat kencang karena perasaan bahagianya.


"Bagaimana dengan ayah dan ibumu?" Tanya Liliana yang merasa cemas pada kedua orang tua dari pria itu, takutnya mereka masih tidak menerima tentang hubungan mereka.


Tetapi Andi yang mendengarkan ucapan Liliana, pria itu sekali lagi mencium bibir Liliana sembari menatap perempuan itu dengan sebuah senyuman di bibirnya.


"Mereka senang karena sebentar lagi akan memiliki seorang cucu," ucap Andi.


"Ahh,," Liliana mengganggukan kepalanya, "apakah Kau juga menceritakan tentang Aliana?" Tanya Liliana.

__ADS_1


Andi menggelengkan kepalanya dengan pelan, "Belum, setelah ayah keluar dari rumah sakit baru kita membahasnya, karena dia pasti akan semakin syok jika ada begitu banyak informasi yang tiba-tiba dan mengejutkannya. Tapi dia sudah tidak mempermasalahkan tentang batalnya pernikahanku dengan Meliani, Jadi sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi," ucap Andi meyakinkan perempuan yang sedang bersama-sama dengannya


__ADS_2