
Liliana yang keluar dari kamar mengeratkan pegangannya pada tangan ibunya dan juga pada buket bunga yang ada di tangannya.
Perempuan itu pun menuruni tangga dengan hati-hati sembari sesekali menatap ke arah Andi di mana dia bisa melihat tatapan pria itu benar-benar terfokus padanya.
Liliana bahkan merasa bahwa tatapan pria itu akan membuat jiwanya tertarik dan masuk ke dalam mata Andi dan tidak akan bisa diselamatkan lagi dari perangkap pria itu.
Para perempuan yang merupakan teman kantor Liliana berjalan di belakang Liliana dan Ibunya dan mereka semua benar-benar terkejut melihat Andi yang benar-benar menatap Liliana dengan tatapan cinta yang begitu dalam.
Tidak ada satupun di antara mereka yang menyangka bahwa pria yang dulunya manajer mereka yang memperlakukan Liliana dengan sangat buruk kini menjadi begitu bucin terhadap Liliana.
Meski begitu, tidak ada satupun diantara mereka yang berbicara, mereka tetap diam sembari mengikuti Liliana.
Setelah tiba di lantai bawah, makan Liliana diantar oleh ibunya untuk duduk di kursi di mana para penghulu sudah menunggu di sana.
"Duduklah di samping Liliana, tapi jangan menyentuhnya sampai akadnya selesai," tegas Hakim pada putranya langsung membuat Andi berjalan ke arah kursi yang disiapkan untuknya tanpa menjawab ucapan ayahnya.
Andi pun duduk di kursi yang disiapkan untuk nya, lalu pria itu menatap ke arah Liliana yang duduk di sampingnya dan tangannya benar-benar gatal untuk memegang tangan Liliana.
"Baiklah, sebelum akadnya dimulai, Saya akan menanyakan kesiapan kedua mempelai," ucap penghulu yang duduk di depan Andi dan Liliana saat penghulu itu melihat saksi pernikahan telah lengkap.
Maka acara akad pun dimulai, Andi yang sudah menghafalkan segala sesuatu yang harus dilakukan di meja akad dengan begitu lancar melafalkan segala hal yang harus ia ucapkan.
__ADS_1
"Bagaimana para saksi? Sah?!"
"Sah!"
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah."
Semua orang belum menurunkan tangan mereka setelah mengucap doa dan syukur kepada Allah saat Andi yang ada di sana dengan tiba-tiba langsung memeluk Liliana hingga membuat Liliana yang saat itu juga mengucapkan doa kini terkejut dan terpaku di tempatnya.
Hakim yang ada di sana benar-benar kesal, ia mengulurkan tangannya menarik jas pria itu agar menjauh dari Liliana tetapi Andi tidak memperdulikan ayahnya, pria itu tetap memeluk Liliana dengan erat.
"Aku sangat merindukanmu, sudah satu minggu kita berpisah dan 3 hari tanpa ada komunikasi," ucap Andi benar-benar membuat Liliana tidak tahu harus berkata atau, dia juga sangat merindukan pria itu dan merasa senang bisa dipeluk oleh Andi, tetapi saat ini pria itu memeluknya di saat yang sangat tidak tepat.
Dia malu pada semua orang.
Penghulu yang ada di tempat itu hanya bisa tersenyum dengan kelakuan Andi, "kalian masih harus melakukan pencatatan sipil, jadi mohon untuk menahan diri beberapa saat lagi." Ucap penghulu itu langsung membuat Andi akhirnya melepaskan pelukannya tetapi tangan pria itu tetap terulur di bawah meja menggenggam erat tangan Liliyana.
Pipi Liliana menjadi sangat merah, Tetapi dia pun senang dengan kelakuan Andi, sehingga dia tetap diam di tempatnya dan mengikuti serangkaian hal yang masih harus mereka lakukan agar pernikahan mereka boleh dikatakan sah secara hukum.
__ADS_1
Setelah selesai mengurus berkas-berkas kenegaraan, maka dua orang itu pun berpindah duduk di kursi yang telah disiapkan di hadapan semua orang.
"Aku masih ingin memelukmu, tapi kenapa acaranya belum selesai?" Tanya Andi pada Liliana.
"Diamlah, kau membuat kita malu di hadapan semua keluarga kita," ucap Liliana sembari menghela nafas dengan kelakuan Andi yang benar-benar merepotkan.
Tetapi Andi tidak peduli saat melihat ayahnya yang sudah berdiri di samping pelaminan in door yang ditempati oleh Liliana dan Andi.
Pria itu mengatakan ucapan terima kasihnya pada seluruh keluarga yang hadir di tempat itu dan juga teman-teman Liliana yang berasal dari kantor.
Maka Andi yang sudah terlalu bosan hanya bisa pelan-pelan melepaskan genggaman tangannya dengan Liliana dan memindahkan tangannya ke belakang merangkul Liliana semakin dekat ke arahnya.
"Kau ini,,, semua orang akan tahu kalau kau sangat mencintaiku," bisik Liliana pada pria yang duduk di sampingnya.
"Bagus kalau semua orang tahu, Bahkan aku mau semua dunia mengetahuinya!" Tegas Andi tanpa aba-aba langsung mendaratkan ciuman di bibir Liliana.
Para perempuan muda yang ada di tempat itu benar-benar merasa malu dan pipi mereka menjadi panas melihat kelakuan dua orang yang duduk di pelaminan.
Benar-benar racun!!
__ADS_1