Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
78


__ADS_3

Setelah meninggalkan rumah sakit, Meliani melihat ayahnya dan ibunya yang tampak terdiam hingga membuat perempuan itu menjadi sangat kesal.


"Ayah, Sebenarnya apa yang ayah pikirkan?" Tanya Meliani yang saat itu berada dalam suasana hati yang sangat buruk karena dia tidak melihat ayahnya berusaha membelanya setelah Andi memutuskan pertunangan mereka.


Padahal, dia tahu jelas bahwa ayahnya sangat menyetujui perjodohan mereka itu sebabnya, segala sumber daya yang mereka miliki langsung digunakan untuk bekerja sama dengan perusahaan kekeluarga Andi, bahkan mereka menghabiskan banyak uang hanya untuk membuat obat yang selalu dikonsumsi oleh Hakim secara rutin.


"Keluarga kita tidak ditakdirkan untuk memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga mereka. Kau adalah anak kami satu-satunya, dan kami tidak bisa membiarkan kau menikah dengan orang yang salah," ucap Ayah Meliani yang tidak mau Jika garis keturunan keluarga mereka harus berhenti setelah mengetahui bahwa ternyata Andi tidak akan bisa memberikan keturunan terhadap keluarga mereka.


"Apa maksud Ayah? Bukankah Ayah selalu mengatakan bahwa Andi adalah orang yang tepat untuk menjadi suamiku? Ayah selalu bilang kalau dia berasal dari keluarga baik-baik, keluarga yang memiliki bisnis yang bagus dan dia juga seorang pekerja keras, tapi kenapa sekarang Ayah berubah pikiran?" Tanya Meliani yang tidak bisa membiarkan pria yang ia cintai begitu saja dipisahkan darinya.


"Itu,, Ayah memang melihat dia sebagai pria yang sangat sempurna, tapi hari ini ayah tidak bisa berpikir seperti itu lagi," ucap Ayah Meliani sembari mengambil laporan kesehatan Andi yang tadi diberikan oleh Andi padanya lalu pria itu memberikannya pada putrinya.

__ADS_1


"Kau akan tahu setelah melihat ini," ucap Ayah Meliani langsung membuat Meliani menyalakan lampu dalam mobil lalu perempuan itu pun membuka kertas yang diberikan oleh ayahnya.


Setelah beberapa saat membaca catatan pada kertas itu, perempuan tersebut kemudian menutup mulutnya dengan satu tangannya dan dia tidak pernah menduga bahwa ternyata pria itu mengalami kelainan.


"Ini,, jadi,," Meliani kini mengerti mengapa selama ini Andi terus menghindarinya, bahkan ketika dia menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan pria itu menyentuhnya, namun pria itu tidak pernah bereaksi apapun.


Semua itu karena, karena laporan pada catatan yang sedang ia pegang!!!


Melihat putrinya yang tidak mampu berkata apa-apa lagi, maka Ayah Meliani pun kembali berkata, "sekarang kau mengerti kan? Kau tidak bisa bersama-sama dengan pria itu kecuali kalau kau mau menghentikan garis keturunan keluarga kita!!!"


Perempuan itu juga menutup mulutnya dengan satu tangannya sembari berkata, "astaga, Hakim dan Zaskia tidak memiliki anak kandung, hanya Andi satu-satunya anak angkat mereka yang ternyata juga tidak bisa memberikan mereka keturunan."

__ADS_1


"Itulah sebabnya, ada baiknya juga dia memutuskan hubungan sebelum pernikahan mereka benar-benar dilaksanakan." Ucap Ayah Meliani yang kini merasa lega, meski masih ada begitu banyak penyesalan dalam hatinya karena waktu yang terbuang sia-sia.


Sementara Meliani, perempuan yang dari tadi bengong itu pun kini tersadar lalu dia menatap ayahnya sembari berkata, "itu,, mungkin saja catatan pemeriksaan kesehatan itu dipalsukan olehnya. Atau seseorang menjebaknya, jadi aku tidak akan percaya sampai ada bukti bahwa catatan kesehatan Itu benar-benar nyata!!!"


Ayah Meliani yang mendengarkan ucapan putrinya kini menggelengkan kepalanya dengan pelan, lalu pria itu pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Aku akan mengirimkan foto padamu, periksa keasliannya!!!" Ucap Ayah Meliani lalu mengakhiri panggilan telepon itu dan memberikan ponselnya pada istrinya.


"Foto catatan pemeriksaan kesehatan itu dan kirimkan pada asistenku," ucap Ayah Meliani langsung diinduksi oleh istrinya.


"Setelah nanti hasilnya diketahui, maka kau tidak boleh bersikeras lagi untuk tetap menikah dengannya!! Kau mengerti?!!" Ucap Ayah Meliani sembari menata putrinya lewat spion dalam mobil.

__ADS_1


Meliani tidak mengatakan apapun, tetapi perempuan itu duduk dengan tangan terkepal dan dia benar-benar tidak bisa menerima informasi yang baru saja disampaikan oleh ayahnya.



__ADS_2