Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
109


__ADS_3

Andi berkata, "Tapi,, keadaannya tidak terlalu baik, dia hampir keguguran, dan--"


"Apa?!! Itu semua karena kau tidak menjaganya dengan baik!!!" Bentak Hakim pada Andi.


🌇🌇🌇


Andi melihat bahwa meskipun ayahnya berteriak marah padanya, namun dia bisa melihat bahwa teriakan itu bukanlah teriakan kemarahan yang sesunggunya.


"Ayah,,, iya, aku tahu,, tapi,, Apakah sekarang ayah sudah tidak marah lagi karena aku membatalkan pernikahanku dengan Meliani?" Tanya Andi untuk memastikan pikiran pria di depannya.

__ADS_1


Sebab bagaimanapun, dia tahu bahwa ayahnya sangat memikirkan tentang bisnis, dan hubungan bisnis antara keluarga mereka dengan keluarga Meliani sangatlah menguntungkan dan akan sayang jika hubungan tersebut sampai diputuskan.


Hakim menghela nafas dengan panjang, "hah,,, waktu Ayah mengadopsi mu, saat itu Ayah sudah diberitahu oleh dokter bahwa kemungkinan besar kau akan memiliki penyakit seperti itu saat kau dewasa. Itu sebabnya selama ini Ketika kau terus menunda perjodohanmu dengan Melani, Ayah tidak pernah melarangmu.


"Hanya saja Ayah terkejut ketika kau mengatakan pemutusan hubungan tersebut di depan keluarga mereka secara langsung, padahal seharusnya kau mengatakan itu pada Ayah terlebih dahulu, supaya ayahlah yang berbicara dengan mereka." Kata Hakim menjelaskan apa yang terjadi hingga membuat dua orang yang berlutut di depan pria itu sangat terkejut.


"Ahh, jangan khawatir, saat ini Aku sedang mengembangkan obat itu juga kau mah meski secara diam-diam tapi aku rasa obat itu akan selesai dikembangkan dalam waktu dekat sampai obat yang kudapatkan dari mereka habis." Kata Hakim benar-benar membuat Zaskia merasa lega hingga perempuan itu akhirnya berdiri lalu dia memeluk suaminya.


"Syukurlah,, aku sudah sangat khawatir padamu dan terhadap perusahaan kita kalau sampai pertunangan Mereka batal, tapi ternyata tidak ada masalah besar," kata Zaskia yang kini merasa lega bahwa kekuatirannya selama ini telah terangkat berkat penjelasan dari suaminya.

__ADS_1


Tetapi Andi yang ada di sana masih kepikiran akan satu hal, sehingga pria itu bertanya, katanya, "lalu, Kenapa Ayah tadi begitu marah di ruangan Liliana? Ayah hampir membuat cucu ayah keluar menemui Ayah sebelum waktunya!!!"


"Ahh,,," hakim menghela nafas dan dia baru teringat akan kemarahannya di kamar Liliana, "sepertinya Ayah harus minta maaf padanya, Ayah tadi sangat emosi dan apalagi yang datang kemari menemui ayah dan memberitahukan masalah itu pada ayah adalah Meliani, sehingga semuanya menjadi kacau ketika segala hal yang membuat Ayah menjadi marah kini menumpuk satu sama lain. Lagi pula tadi Ayah belum tahu cerita yang sebenarnya jadi tentu saja Ayah menjadi sangat marah," kata Hakim yang kini menyesal atas apa yang telah ia lakukan di kamar Liliana.


Padahal, karena perempuan itulah mereka bisa memiliki cucu, dan karena perempuan itu jugalah Putra mereka yang sakit bisa disembuhkan.


"Itu,,," Andi mengganggukan kepalanya lalu pria itu pun berdiri dan menarik sebuah kursi lalu duduk di depan ayahnya, "aku rasa saat ini Meliani juga perlu berbicara dengan orang tuanya, jadi kita menemuinya nanti saja. Tapi ada hal yang harus ku katakan pada kalian, sebenarnya Meliani adalah tunangan kembaranku dulu, dan dia juga sudah--"


"Jadi maksudmu Liliana dulu tunangan kembaranmu yang sudah meninggal itu?" Tanya Zaskia benar-benar terkejut.

__ADS_1


__ADS_2