Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
122


__ADS_3

Setelah tiba di lantai atas, Andi langsung menyusup ke kamar Liliana dan Aliana, dan melihat Aliana Sudah terlelap dengan Liliana yang saat itu baru keluar dari kamar mandi.


"Kenapa kau ada di sini?" Tanya Liliana yang merasa heran dengan pria yang tiba-tiba masuk ke kamarnya.


Tetapi Andi yang mendengarkan pertanyaan perempuan itu tidak mengatakan apapun selain mengukir sebuah senyuman di wajahnya dan berjalan menghampiri Liliana.


Dia langsung mengulurkan tangannya membawa Liana kepelukannya dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir perempuan itu.


Cup!!!


"Dari tadi aku sangat ingin memeluk Dan menciummu, sayang sekali ada banyak orang," kata Andi sembari menurunkan ciumannya ke leher perempuan itu dan menikmati aroma tubuh Liliana.


"Ayah dan ibu bisa memergoki kita di sini," ucap Liliana sembari menatap ke arah pintu yang tidak ditutup rapat oleh Andi dan dia merasa khawatir bahwa mungkin saja kedua orang itu akan membuka pintu tersebut.


"Ayo ke kamarku," ucap Andi langsung mengangkat Liliana ke gendongannya hingga membuat Liliana sangat terkejut.


Tetapi perempuan itu tetap melingkarkan tangannya di leher Andi sembari berkata, "Apa yang kau lakukan?!!!"


Liliana merasa sangat cemas, sangat memalukan baginya kalau kedua orang tua Andi memergoki Mereka tidur bersama-sama dan apalagi dia digendong oleh Andi seperti sekarang ini, apa yang akan dipikirkan oleh dua orang itu terhadapnya?

__ADS_1


Tetapi Andi tidak memperdulikannya dia hanya membawa perempuan itu keluar dari kamar dan menutup pintu kamar tempat Aliana berada sebelum memasuki kamarnya sendiri.


"Ayah dan ibuku tidak naik ke lantai 2, mereka akan terus berada di lantai 1 kamar mereka juga berada di sana," ucap Andi yang membaringkan Liliana di tempat tidur sebelum pria itu naik memeluk Liliana dengan erat.


Liliana berada dalam perasaan tegangnya apalagi ia melihat pintu kamar juga tidak terkunci sehingga perempuan itu pun berusaha melepaskan tangan Andi yang memeluknya.


Liliana berkata, "Kunci dulu pintunya, Ayah dan ibumu akan--"


"Sssttttt" Andi meletakkan jari telunjuknya di bibir perempuan itu, "Tidak apa kalau mereka melihat kita bersama-sama, lagi pula di dalam perutmu sudah anakku," kata Andi sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir Liliana.


"Aku tidak tidur dengan tenang karena tidak ada kau di sisiku, Aku selalu takut kau mungkin tidak tidur dengan nyenyak, jadi malam ini aku mau tidur dengan nyenyak karena aku merasa aman kalau sudah ada di sini," ucap Andi sembari memejamkan matanya dengan hidungnya masih tetap bersentuhan dengan hidung Liliana.


Liliana yang mendengarkan ucapan Andi pun tidak membantah pria itu lagi, dia malah mengulurkan tangannya memeluk leher pria itu lalu dia memejamkan matanya.


"Apakah tidak apa-apa kalau kita pergi melihat mereka?" Tanya Zaskia sembari menoleh ke lantai 2.


"Emangnya kenapa? Aku hanya mau memastikan mereka tidur dengan nyenyak," ucap Hakim yang merasa khawatir bahwa Liliana dan Aliana mungkin tidak tidur dengan nyaman karena itu pertama kalinya mereka tidur di rumah tersebut.


Meski Zaskia merasa agak cemas Liliana dan Aliana tidak nyaman jika mereka pergi memeriksanya, tetapi perempuan itu tetap mengikuti suaminya sampai mereka tiba di depan pintu kamar tempat Aliana dan Liliana tidur.

__ADS_1


Hakim kemudian mengeluarkan tangannya membuka pintu kamar itu dan melihat Aliana hanya tidur sendiri Boneka beruang yang dibawa dari rumahnya.


"Lho, dimana Liliana?" Ucap Zaskia merasa cemas.


Perempuan itu pun masuk ke dalam kamar, lalu Dia mengetuk pintu kamar mandi namun tidak mendapatkan jawaban.


Maka tanpa menunggu lama, Zaskia membuka pintu kamar mandi itu namun dia mendapati bahwa ruangan tersebut juga kosong.


"Liliana tidak ada di sini," ucap Zaskia.


"Periksa di ruang ganti," ucap Hakim dengan suara yang pelan karena tidak mau membangunkan gadis kecil yang terbaring di tempat tidur.


Zaskia pun menuruti ucapan suaminya, dia memeriksa ruang ganti namun sama seperti kamar mandi, dia tidak menemukan Liliana di sana hingga dia menjadi cemas.


Kedua orang itu berpandangan satu sama lain sebelum Hakim teringat Andi, "Mungkin saja dia di kamar Putra kita," ucap Hakim Serang baring berjalan menuju pintu keluar lalu mereka pun pergi ke depan kamar Andi.


Melihat pintu yang tidak tertutup rapat, maka Zaskia mengulurkan tangannya membuka pintu kamar tersebut dan mendapati dua orang yang sedang terlelap di tempat tidur dalam posisi berpelukan.


Dia akhirnya merasa lega karena telah menemukan Liliana sehingga perempuan itu pun kembali menutup pintu kamar dan membiarkan kedua orang itu.

__ADS_1


Hakim menatap istrinya, "Apakah tidak masalah kalau Aliana tidur sendiri?" Ucap Hakim.


"Tidak apa, Tiara bilang dia sering tidur sendiri kalau tidak ada Liliana," ucap Zaskia dijawab anggukan Hakim lalu kedua orang tua itu pun turun ke lantai bawah dan merasa tenang untuk tidur.


__ADS_2