
Liliana yang sendirian di atas lantai 2 apartemen Genta bisa mendengar suara percakapan dari lantai bawah hingga perempuan itu sangat terkejut ketika mendengar percakapan yang membuat nanya tahu bahwa kamu yang datang menemui Andi ialah Ibu pria itu dan tunangan pria itu.
Maka Keyla yang takut bila dia ketahuan sebagai seorang pelakor langsung berlari ke kamar mandi dan mengunci dirinya di sana sampai beberapa saat kemudian dia mendengar pintu diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Ini aku," ucap Andi dari balik pintu langsung membuat Liliana berdiri menghampiri pintu, lalu dia membuka pintu kamar mandi.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Andi sembari memperhatikan perempuan yang tengah membuka pintu itu.
Liliana menganggukkan kepalanya dengan pelan, namun dia tidak mengatakan apapun.
__ADS_1
Hal itu membuat Andi merasa lega, tetapi ketika dia melihat bibir perempuan itu tampak sangat begitu menggiurkan, maka Andi tidak tahan untuk mendorong pintu itu semakin terbuka lebar hingga membuat Liliana terkejut.
Setelah mundur dua kali, Liliana yang masih ingin terus mundur tidak dapat lagi melanjutkan langkah mundurnya karena pinggangnya sudah dirangkul oleh Andi, dan pria itu menutup pintu kamar mandi.
"Aku tidak bisa menahannya, Kau terlalu mempesona," ucap Andi sembari mengunci pintu kamar mandi dan kembali mengulurkan tangannya ke belakang leher Liliana lalu mencium perempuan itu dengan rakus.
Liliana yang dicium seperti itu tidak mengatakan apapun, tetapi ada sebuah perlawanan dari tubuhnya yang membuat Andi terkejut, sebab beberapa waktu terlahir, perempuan itu tidak pernah sedikitpun melawannya saat dia menyentuh perempuan itu.
"Bapak ada tamu, bagaimana kalau kita ketahuan?" Tanya Liliana yang sangat panik karena dia masih merasakan pria itu terus memeluknya dengan sangat erat, dan dia tidak bisa menjamin Apakah pria itu hanya akan berhenti setelah sebuah ciuman atau mungkin akan melanjutkan aksinya.
Meskipun sekarang dia membiarkan pria itu melakukan apapun padanya, namun tetap saja dia tidak ingin jika seseorang mengetahui tentang hubungan mereka.
__ADS_1
"Kau panggil aku apa?" Tanya Andi yang kini mulai marah pada perempuan itu, sebab saat itu mereka hanya berdua saja, Jadi kenapa harus memanggil dengan sebutan bapak?
Mereka sudah membuat panggilan yang harus diucapkan ketika mereka hanya berdua saja, tapi kenapa perempuan itu kembali lupa dengan panggilan yang sudah disetujui itu???
"Ahh,, maaf," Liliana dan perlihatkan wajah penuh rasa bersalahnya, namun begitu, dia juga masih sangat khawatir sehingga dia lanjut berbicara, katanya, "sayang,, maafkan aku, aku hanya tidak ingin kalau ibumu dan tunanganmu mengetahui tentang kita. Tolong mengerti dan Tolong segera kembali temui mereka."
Andi yang mendengarkan itu mengatup erat-erat giginya memperhatikan perempuan di depannya, dan ketika dia melihat bahwa ketakutan perempuan itu kembali lagi seperti yang sebelum-sebelumnya, maka dia akhirnya melepaskan rangkulannya pada pinggang perempuan itu.
Meski sudah melepaskan rangkulannya, namun tangan pria itu berpindah ke belakang leher Liliana lalu mencium lagi perempuan itu sebelum berbalik untuk meninggalkan kamar mandi.
Tetapi, baru saja pria itu memegang handle pintu kamar mandi Ketika dia mendengar suara dari balik pintu yang berkata, "apa kau di dalam?"
__ADS_1
Suara perempuan itu langsung membuat Liliana menjadi panik, dan dia langsung berlari mencari tempat persembunyian dengan Andi yang memperhatikan Liliana kini tersenyum dengan tingkah konyol perempuan itu.