Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
129


__ADS_3

"Sayang?" Liliana mencari Aliana yang sudah beberapa hari ini terus menghindar darinya, gadis kecil itu tidak pernah mau berbicara dengannya, bahkan untuk tidur pun dia sudah tidak mau lagi tidur dengannya.


Semua orang berusaha membujuk Aliana, tapi gadis kecil itu seolah-olah tidak mau terima jika selama ini ibunya malah ia panggil sebagai kakak.


"Aliana?" Liliana kembali berbicara ketika dia memasuki kamar tempat Aliana tidur selama beberapa hari terakhir, namun dia tidak mendapati garis kecil itu di manapun.


"Sayang?" Ucap Liliana dengan panik memeriksa seluruh tempat di kamar itu namun tidak mendapati Putri kecilnya.


Maka Liliana pun keluar dari sana dan turun ke lantai bawah menemui ayah dan ibunya yang saat itu sedang duduk di depan TV.


"Aliana hilang lagi," ucap Liliana dengan sangat cemas.


"Mungkin dia bersembunyi, ibu akan membantumu mencarinya," ucap Tiara langsung berdiri diikuti oleh suaminya sehingga Ketiga orang itu pun berpencar mencari Aliana di seluruh sudut rumah.


Liliana pergi ke arah taman, Sebab Dia pernah menemukan Aliana bersembunyi di taman tersebut sehingga dia pergi ke sana dan mencari-cari di sekitar taman rumah.


Karena dia terlalu cemas kalau gadis kecil itu mungkin menghilang karena kenapa-kenapa, maka Liliyana yang berjalan di taman tidak terlalu memperhatikan langkahnya, sampai ia tiba-tiba saja tersandung oleh sesuatu.

__ADS_1


"Akhh!!!" Liliana berteriak ketika dia terjatuh, dan perempuan itu terkejut ketika dia mendapati kakinya ternyata berdarah karena tergolong oleh kayu yang tajam yang ia timpah.


"Ahh!!!" Liliana sama sekali tidak khawatir dengan kakinya, namun perempuan itu lebih khawatir terhadap kandungannya, dia memegangi perutnya dan terdiam beberapa saat untuk merasakan jika ada gejolak aneh pada perutnya.


Liliana akhirnya bernafas lega ketika dia merasa baik-baik saja, lalu dia menatap kakinya yang terluka, darah yang mengalir dari sana cukup banyak, sehingga perempuan itu dengan cepat menatap ke arah rumah.


"Ibu!! Ibu!!!" Teriak Liliana sembari memegang lukanya untuk mencegah pendarahannya semakin banyak.


Namun tidak ada yang menjawab dari dalam rumah, Hal itu membuat Liliana kembali lagi berteriak keras.


"Ibu!! Ayah!! Kakiku terluka!!!" Teriak Liliana sembari menahan rasa sakitnya pada kakinya yang terus saja mengeluarkan darah.


Maka mau tak mau, gadis kecil itu akhirnya keluar dari persembunyiannya, lalu dia berlari ke dalam rumah.


Liliana yang melihat itu tidak mengatakan apapun, Tetapi dia tersenyum melihat gadis kecil itu masih peduli terhadapnya.


Setelah tiba di dalam rumah, Aliana langsung mencari Tiara dan melihat Tiara baru saja keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


"Nenek!! Ibu terluka di taman!!!" Teriak gadis kecil itu langsung membuat Tiara melototkan matanya menatap Aliana.


"Itu,, baru saja kau memanggil nenek?" Tanya Tiara yang akhirnya bisa mendengar gadis kecil itu mengubah panggilannya terhadapnya dan terhadap Liliana.


"Itu tidak penting, sekarang kita harus ke taman!!!" Teriak Aliana langsung menarik tangan Tiara dan mereka pun keluar dari rumah untuk pergi ke taman.


Sementara Dika yang turun dari lantai 2 dia yang melihat kedua orang itu berlari dengan terburu-buru langsung mengejar mereka hingga ketiganya tiba di taman dan melihat Liliana masih duduk di atas rumput sembari memegangi kakinya yang terluka.


"Aataga,,," Tiara langsung menghampiri Liliana dan dia pun mengambil sapu tangan yang ada di sakunya lalu segera membalut luka Liliana.


"Bagaimana bisa kau terluka seperti ini?" Tanya Tiara yang merasa cemas pada putrinya.


Sementara Dika yang tiba, dia langsung menggendong Liliana dan membawa perempuan itu ke mobil mereka.


"Kita harus ke rumah sakit," ucap Dika langsung membuat Tiara dan juga Aliana naik ke mobil.


Dika pun duduk di kursi kemudi dan dia menyalakan mesin kendaraannya sebelum menancap gas meninggalkan rumah mereka untuk buru-buru ke rumah sakit.

__ADS_1



__ADS_2