Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
37


__ADS_3

Brak!


Pintu manager yang dibuka dan ditutup dengan sangat keras langsung membuat semua orang mengangkat wajah mereka dan melihat Melani keluar dari ruangan Manager.


Wajah perempuan itu terlihat sangat marah dan tatapan tajam langsung ditunjukkan pada Liliana yang saat itu masih dengan tenang menatap ke arah Meliana sebelum kembali menatap ke arah komputernya, seperti tatapan yang diberikan oleh Meliana sangat tidak penting untuk dihiraukan.


Pemandangan itu hendak membuat semua orang bertepuk tangan pada Liliana, tetapi kemudian mereka terkejut ketika Meliana menghampiri meja Liliana dan berkata, "kau!! Aku memperingatkan mu, sadarilah posisimu dan Jangan berharap lebih terhadap pria yang sudah menjadi milik orang lain!!!"


Liliana yang mendengarkan itu dengan tatapan kosongnya menganggukkan kepalanya lalu dia kembali lagi tertunduk mengerjakan pekerjaannya hingga membuat Meliana semakin kesal.


Perempuan itu masih ingin mengomel ketika tiba-tiba saja pintu ruangan Manager kembali lagi terbuka dengan Andi yang keluar dari sana segera berkata, "dimana kopiku?!"

__ADS_1


Pertanyaan itu langsung membuat Liliana kini berdiri dan dengan cepat pergi meninggalkan Meliana, "akan saya antar segera!" Ucap Liliana.


Andi yang mendengarkan itu hanya menatap kesal pada Liliana lalu dia berbalik masuk ke ruangannya, "Dasar tidak berguna!" Ucapan pria itu benar-benar membuat semua orang terdiam di tempat mereka, bahkan Meliana yang mendengarkan itu menggertakkan giginya sebelum melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.


Ia memasuki lift dengan perasaan yang begitu kesal sampai akhirnya dia tiba di ruang parkir lalu menendang mobilnya sendiri.


Buk buk buk...


Pria yang sudah bertunangan dengannya selama 7 tahun berkata padanya bahwa pria itu akan membatalkan pertunangan mereka Jika dia terus saja datang ke tempat kerja pria itu membuat masalah.


"Aku tidak akan datang membuat masalah kalau pria itu tidak memancing ku!!! Berani-beraninya dia membawa perempuan ke ruangannya dan membuat aku menunggu dalam waktu yang lama di depan pintu ruangannya?!! Lagi pula, Memangnya perempuan itu siapa?!!" Kesal perempuan itu mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk mencari tahu tentang Liliana.

__ADS_1


Setelah itu, dia memasuki mobilnya dan berkendara meninggalkan tempat itu.


Lalu tiba-tiba perempuan itu teringat akan sesuatu ketika di mereka sedang bercanda dengan teman-teman mereka dan dia mendengarnya salah satu temannya berkata, "aku pernah mengunjungi temanku yang tinggal satu blog dengan kekasihmu, tapi aku melihatnya bersama seorang perempuan."


Waktu itu, Limeana langsung mengangkat tangannya dan menyangkal hal tersebut sebab Dia sendiri tahu bahwa pria itu tak pernah membawa seorang perempuan ke apartemennya, hal itu ia pastikan ketika beberapa waktu yang lalu dia terus memeriksa kamera keamanan tempat tersebut dan menemukan bahwa setiap hari pria itu selalu sendirian di apartemen nya.


'kalau dipikir-pikir, sudah lama aku tidak memeriksa CCTV apartemennya,' ucap perempuan itu segera menyetir menuju sebuah tempat untuk melakukan pemeriksaan CCTV.


Sebab bagaimanapun, perempuan itu tidak ingin kehilangan Andi karena mereka telah bersama-sama 7 tahun dan penantian selama 7 tahun itu benar-benar akan sangat menyesakkan kalau mereka sampai gagal menikah.


Apalagi, semua orang di tempat kerjanya sudah mengetahui bahwa dia memiliki seorang kekasih yang tampan, sehingga dia selalu mendapat pujian jadi dia tidak ingin kehilangan pujian-pujian seperti itu dan kembali lagi memulai sebuah hubungan dari awal.

__ADS_1


__ADS_2