Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
101


__ADS_3

"Ini,, Ibu melakukan panggilan video padaku," kata Liliana yang kini menjadi panik tentang apa yang harus ia lakukan.


🍀🍀🍀


Andi yang mendengar ucapan Liliana langsung menghentikan gerakan tangannya yang masih memegang pisau.


Pria itu pun meletakkan pisau dan buah yang ada di tangannya lalu pria itu menyibak selimut Liliana dan membawa perempuan itu duduk di kursi tempatnya dan pria itu naik ke tempat tidur.


"Angkatlah teleponnya, katakan saja aku yang masuk rumah sakit," ucap Andi langsung membuat Liliana tersenyum lalu dia pun mengangkat panggilan telepon itu.


Untung saja infusnya dan juga pakaian rumah sakit yang ia kenakan beberapa waktu yang lalu telah Ia lepaskan dan diganti dengan pakaian biasa sehingga perempuan itu tidak perlu khawatir ibunya akan curiga.


"Halo Bu," ucap Liliana ketika dia sudah mengangkat panggilan teleponnya.

__ADS_1


"Sayang, kau ada di mana? Sudah berhari-hari kau tidak kembali ke rumah, apakah pekerjaanmu masih begitu banyak?" Tanya sang Ibu dari seberang telepon yang mana sudah kebiasaan Liliana memang jarang berada di rumah karena pekerjaannya yang selalu melakukan survei lapangan ketika masih ada di kota sebelumnya.


"Ahh,, iya, masih ada beberapa hal yang harus dilakukan, tapi besok mungkin aku sudah kembali ke rumah. Kalau tidak pun, aku akan segera menyelesaikan pekerjaanku supaya bisa kembali ke rumah," jawab Liliana.


"Ah begitu, lalu sekarang kau ada di mana?" Tanya sama perempuan dari seberang telepon.


"Ah, saat ini aku ada di rumah sakit, di sini ada Andi," kata Liliana langsung memutar tubuhnya sehingga kamera ponsel tersebut bisa merekam dia dan juga Andi.


Andi yang mendengarkan itu segera tersenyum ke arah kamera sembari berkata, "hanya sakit biasa, sebentar lagi aku juga keluar dari rumah sakit, tidak ada yang perlu dikhawatirkan."


"Ah syukurlah kalau begitu, kebetulan sekarang kami mau pergi ke rumah sakit, karena ada seorang kenalan yang juga ada di rumah sakit, nanti kami akan lewat di situ, kalian di rumah sakit xx ibukota kan?" Tanya sang perempuan dari seberang telepon.


Liliana dan Andi saling berpandangan satu sama lain Liliana sebelum berbalik lagi menatap layar kamera sembari berkata, "itu Bu, ini,,,"

__ADS_1


"Aku sudah mau keluar hari ini, Jadi sepertinya tidak perlu lewat lagi, karena sekarang administrasinya sedang diselesaikan baru kami meninggalkan rumah sakit," kata Andi pada perempuan di seberang telepon.


"Ah,, ya, kalau begitu semoga pemulihannya boleh berjalan dengan lancar," ucap Tiara sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon itu.


Setelah panggilan teleponnya ditutup, maka Liliana meletakkan ponselnya lalu menatap pria yang duduk di tempat tidurnya, "kau ini, bagaimana kalau nanti orang-orang mengetahuinya?" Tanya Liliana yang cemas Jika saja nanti apa yang mereka bohongkan malah diketahui oleh orang lain.


Tetapi Andi hanya tersenyum mendengarkan ucapan perempuan itu lalu dia pun turun dari tempat tidur dan mengangkat Liliana kembali ke tempat tidurnya.


"Jangan khawatir, tidak ada yang terlalu dicemaskan," kata pria itu.


"Baiklah, semoga saja kebohongannya tidak terungkap, tapi sekarang sebaiknya kau berbicara dengan sekretaris ayahmu, karena dia sudah cukup lama menunggu," kata Liliana langsung membuat Andi menganggukkan kepalanya, lalu pria itu pun mengambil apel yang telah selesai ia kupas lalu memberikannya pada Liliana sebelum berjalan menghampiri sang sekretaris untuk berbicara bersama-sama.


Liliana pun tidak mengatakan apa-apa lagi, dia hanya menikmati apel yang dikupaskan oleh pria itu namun sesekali dia menoleh ke arah Andi yang berbicara dengan sekretarisnya dan dia memang cukup terkejut mengetahui bahwa ternyata pria itu ialah anak dari CEO perusahaan tempat ia bekerja.

__ADS_1


__ADS_2