Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
69


__ADS_3

Setelah selesai mengantar dokter Nia, maka Andi kembali ke lantai atas dan melihat Liliana yang terbaring di tempat tidur sembari menatapnya.


"Kau mau makan apa biar kubuatkan?" Tanya Andi yang merasa bahwa perempuan itu mungkin sudah merasa lapar lagi setelah memuntahkan semua makanan dari perutnya.


Tetapi Liliana tidak merasa lapar, perempuan itu hanya ingin memastikan banyak hal dalam hatinya sehingga dia pun berkata, "bisa bantu aku duduk?"


Andi dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu pria itu menghampiri Liliana dan membantu perempuan itu duduk bersandar di atas tempat tidur.


"Jadi kau mau aku masakkan apa?" Tanya Andi sembari memperbaiki selimut Liliana agar perempuan itu tidak merasa kedinginan.

__ADS_1


"Aku tidak lapar, aku hanya mau bertanya tentang apa yang kau katakan barusan. Kau tidak mau menikah dengan tunanganmu dan kau berniat menikah denganku?" Tanya Liliana kini menyingkirkan rasa malunya, sebab Dia merasa bahwa dia sudah menjadi perempuan yang benar-benar tak tahu malu setelah untuk kedua kalinya dia hamil diluar nikah.


Andi terdiam beberapa detik menatap perempuan di depannya, lalu pria itu kemudian menganggukkan kepalanya dengan pelan, "ya, tapi karena kau tidak mau menikah, maka aku hanya akan menjadi ayah dari bayi yang kau kandung," ucap Andi sembari tersenyum menatap ke arah perut Liliana Di mana Di situ ada seorang bayi kecil yang merupakan darah dagingnya.


Sementara Liliana yang mendengarkan itu, dia benar-benar terdiam di tempatnya, "Kenapa kau mau menikah denganku?" Tanya Liliana yang merasa bahwa dia harus mendengarkan penjelasan dari pria itu.


Perempuan itu sudah merasakan perasaan kacau dalam hatinya dan jantungnya yang begitu nakal berdetak lebih kencang dari biasanya.


Andi menatap Liliana, "Karena aku mencintaimu, setelah cukup lama bersama-sama denganmu, aku menyadari bahwa aku tidak ingin bersama-sama denganmu hanya karena aku ingin tidur denganmu saja, namun sekarang aku menyadari bahwa aku menyukaimu. Ini pertama kalinya aku menyukai seseorang, jadi aku akan melakukannya dengan benar.

__ADS_1


"Mulai sekarang Aku akan mendengarkan apapun katamu, kalau kau bilang kau tidak mau menikah maka aku tidak akan memaksamu untuk menikah denganku kalau kau bilang a, maka aku akan melakukan a, apapun itu katamu, aku akan mengikutinya asalkan kau bahagia. Ini sebagai permintaan maaf ku atas apa yang sudh kulakukan padamu," Ucap Andi.


Liliana yang mendengarkan pengakuan Andi benar-benar terkejut, sebab Dia tak menyangka bahwa ternyata pria itu akan mengakui perasaannya.


Sementara Andi yang melihat perempuan di depannya tertegun, ia kini menurunkan tangan Liliana yang ia letakkan di dadanya, "maaf, aku tahu selama ini aku ada banyak sekali kesalahan terhadap mu, tapi aku berharap kau mau memaafkan kesalahan itu dan memberikan aku kesempatan untuk merawatmu bersama-sama dengan bayi kita yang ada di kandunganmu," kata Andi dengan begitu bersungguh-sungguh menatap perempuan di depannya sehingga semakin membuat Liliana terbengong tidak mengerti dengan perubahan tiba-tiba pria itu.


Beberapa saat kemudian barulah Liliana berkata, "aku mau bubur."


Mendengar ucapan Liliyana, maka Andi tidak protes tentang perempuan itu yang belum mengatakan apapun mengenai pengakuannya dan pria itu hanya menganggukkan kepalanya, "Baiklah, tunggu sebentar dan aku akan membuat kanmu bubur," ucap Andi segera meletakkan tangan Liliana lalu pria itu kemudian meninggalkan Liliana untuk pergi ke dapur memasak.

__ADS_1


Sementara Liliana yang ditinggalkan oleh pria itu, dia langsung meneteskan air matanya karena begitu emosional mendengarkan pengakuan Andi dan dia tidak menyangka Mengapa pria itu tiba-tiba saja berubah.


Tangan perempuan itu memegangi dadanya dan jantungnya masih berdegup amat kencang sebagai pertanda bahwa dia juga menyukai pria itu.


__ADS_2