
Tok tok tok...
Suara pintu ruangan yang diketuk langsung membuat Andi mengangkat wajahnya lalu dia berkata, "masuk."
Setelah berbicara, dia melihat pintu terbuka dan juga melihat bahwa yang datang ialah Liliana hingga pria itu kemudian dengan tenang menatap ke layar komputernya dan membaca hasil penelusurannya tentang Liliana.
Semua informasi Liliana kini berada di layar komputernya, dan dengan tenang pria itu membacanya karena dia belum selesai membaca semuanya.
"Bapak memanggil saya?" Suara Liliana diabaikan oleh Andi, sebab pria itu tahu bahwa perempuan itu tidak akan pergi dari ruangannya sebelum Dia menyuruh perempuan itu pergi.
Oleh sebab itu, dia yang bersikap acuh pada Liliana kini tetap tenang membaca satu persatu baris informasi tentang Liliana.
Enta berapa lama, Andi pun tidak mengetahui sampai akhirnya dia mendengar bunyi 'Buk' yang membuat pria itu langsung menoleh ke arah depan dan melihat bahwa Liliana sudah terjatuh di lantai.
Maka tanpa mengatakan apapun lagi pria itu langsung berdiri dan mengangkat Liliana lalu membawanya ke arah sofa.
Pria itu mengecek tubuh Perempuan itu dan merasakan bahwa Liliana baik-baik saja dan nadinya pun normal.
__ADS_1
Maka Andi kembali lagi ke meja kerjanya lalu dia menelpon seseorang, "ada yang pingsan di ruanganku, Cepat bawa dia keluar dan panggilkan dokter untuknya!" Setelah berbicara, Andi masih menatap perempuan yang tampak pucat di hadapannya dan entah kenapa dia merasa bersalah pada perempuan itu sebab karenanyalah perempuan itu tidak tidur dalam waktu yang lama hingga mengalami kelelahan.
Tetapi dalam sekejap, pria itu berusaha menepis perasaan itu dan dia kembali lagi fokus pada layar komputernya membaca setiap informasi Liliana yang tertera di sana.
Beberapa saat kemudian, suara pintu Kemudian diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Masuk!" perintah Andi dengan suara yang tenang diikuti oleh pintu yang terbuka memperlihatkan dokter perusahaan mereka masuk ke dalam perusahaan lalu kemudian meminta izin pada Andi untuk membawa Liliana keluar dari ruangan itu.
"Astaga Apa yang terjadi?"
"Ya ampun, Sepertinya dia terkejut dimarahi oleh manajer sehingga dia pingsan seperti itu."
Orang-orang yang melihat kepergian Liliana dibawa dengan tandu kini mengeluarkan pendapat mereka, dan mereka cukup prihatin pada kesialan perempuan itu yang baru saja pindah dari kantor cabang namun sudah ditargetkan oleh manajer mereka untuk mendapat pelajaran yang berharga.
Angga yang ada di sana juga hanya bisa menghela nafas, lalu pria itu kembali ke tempat duduknya sembari berpikir-pikir, 'manager sangat aneh, Dia terkadang memperhatikan Liliana Tetapi dia juga bersikap sangat keras pada perempuan itu. Lagi pula, apa yang dikatakan oleh manajer pada Liliana hingga dia sampai pingsan di ruangan di manajer seperti itu?'
__ADS_1
Apalagi tadi dia melihat wajah Liliana yang sangat pucat yang menandakan bahwa perempuan itu baru saja mengalami sebuah gejolak emosional yang mungkin disebabkan oleh manajer mereka.
Tetapi kemudian pria itu tidak terlalu lama memikirkannya sebab Dia juga merasa kelelahan dan mengantuk setelah begadang semalaman dan hanya tidur beberapa jam saja lalu kembali lagi ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk.
Hanya saja, meski semua orang terlihat kelelahan, namun dia bisa melihat bahwa mereka masih antusias menggosipkan manajer mereka dan juga Liliana yang membuat ruangan Itu tampak lebih ramai.
Clek!
Pintu ruangan manager yang terbuka secara tiba-tiba langsung membuat suasana yang tadi sedikit riuh kini langsung menjadi tenang lagi sebab tidak ada satupun dari antara para karyawan di sana yang berani berbicara ketika manajer keluar dari ruangannya.
"Pergi ke ruangan rapat dalam 3 menit!" perintah Andi secara tiba-tiba langsung membuat semua orang mengangkat wajahnya menatap manager mereka sebelum akhirnya mereka melihat Andi berjalan pergi meninggalkan tempat itu dengan punggung yang terlihat dingin dan kaku.
"Astaga,, tugasku belum selesai, ini akan menjadi bumerang untukku!!!"
"Sial!! Padahal tinggal sedikit lagi, tapi dia hanya memberi kita waktu 3 menit?"
Semua orang terburu-buru menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing sebab mereka mengetahui setiap kali ada rapat seperti itu maka manajer akan selalu memojokkan mereka Jika ada sedikitpun pekerjaan mereka yang tidak berasa.
__ADS_1