
Bip bip bip....
Suara detak jantung Hakim menjadi satu satunya suara yang didengar di ruangan tempat Andi dan ibunya berada sembari melihat pria yang terbaring di atas tempat tidur.
"Hah,,, Dia sangat kesakitan," ucap Zaskia yang tidak kuat melihat suaminya yang tampak sangat buruk.
Andi pun berdiri di sana menatap ayah angkatnya dan dia merasa bersalah pada ayahnya yang harus menderita seperti itu karena mendengar ucapan nya.
Setelah beberapa saat, seorang dokter masuk ke dalam ruangan tersebut dengan APD lengkap sembari berkata, "waktu kunjungannya sudah habis."
"Baik," ucap Andi sembari membantu ibunya berdiri lalu kedua orang itu pun keluar dan mereka mengganti pakaian mereka sebelum akhirnya meninggalkan IGD dan berakhir duduk di lobi rumah sakit.
"Sekarang kau lihat keadaan ayahmu, dan sekarang Apakah kau masih akan berkeras kepala untuk membatalkan pernikahanmu?" Tanya Zaskia pada putranya yang duduk di sampingnya.
__ADS_1
Andi merasa berat untuk berbicara, sehingga pria itu terdiam beberapa detik sebelum akhirnya dia menjawab, katanya, "ibu, keluarga Meliani juga sudah setuju Untuk membatalkan pernikahan itu, sebab keluarga kita dengan keluarga mereka tidak bisa bersama."
"Apa?!!" Tanya Zaskia yang tak percaya dengan ucapan putranya.
"Ya," jawab jawab Andi dengan singkat langsung membuat Zaskia mengerutkan keningnya, lalu perempuan itu dengan cepat merogoh sakunya mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi Ibu Meliani.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ya, Bagaimana kabar kalian? Bagaimana keadaan Meliani?" Tanya Zaskia memulai pembicaraan.
"Ya, Zaskia masih mengurung diri di kamar, Sepertinya dia benar-benar terpukul dengan apa yang terjadi semalam, tetapi kau tenang saja, dia akan baik-baik saja setelah beberapa waktu. Ah, Bagaimana keadaan suamimu?" Tanya ibu Meliani.
__ADS_1
Zaskia berkata, "Dia masih di UGD, dokter menjaganya dengan baik jadi tidak perlu khawatir apapun. Itu, aku akan menyuruh Andi untuk pergi ke situ membujuk Meliani, jadi--"
"Tidak perlu," setelah Ibu Meliani dari seberang telepon mengejutkan Zaskia.
"Itu,, Tolong berikan kesempatan pada Andi, kemarin itu dia hanya salah berbicara saja dan sekarang dia sudah menyesali apa yang kemarin ia katakan," ucap Zaskia berusaha meyakinkan perempuan di seberang telepon.
Tetapi kemudian, ibu Meliani menghela nafas dengan berat sebelum berkata, "keluarga kami sudah mengetahui alasan Putra kalian membatalkan pernikahannya dengan putri kami. Dan Kami juga merasa bahwa ada baiknya jika membatalkan pernikahan ini, bukan karena tidak ingin berhubungan dengan keluarga kalian, tetapi jeng sendiri sudah tahu kalau keluarga kami hanya memiliki satu orang anak saja, yaitu Meliani.
"Kami tidak ingin keluarga kami tidak memiliki penerus, sehingga kami juga sudah berusaha membujuk Meliani dan sepakat bahwa perjodohan ini akan dihentikan," kata ibu Meliani dari seberang telepon yang mana perempuan itu tidak berusaha menyembunyikan apapun dari Zaskia.
Tetapi saat itu, Meliani yang keluar dari kamar karena hendak mendapatkan sesuatu, ia mendengar percakapan ibunya ditelepon sehingga perempuan itu menghampiri ibunya.
"Ibu!! Bagaimana bisa Ibu berkata seperti itu?!!" Tanya Meliani.
__ADS_1
Tanpa menutup sambungan teleponnya, Ibu Meliani pun menatap putrinya sembari berkata, "Memangnya apa yang salah dengan yang Ibu katakan? Ibu tidak bisa membiarkanmu menikah dengan pria itu sebab pria itu tidak bisa membuatmu hamil!! Juga, Zaskia harus mengetahui ini supaya dia tahu, supaya dia tidak berusaha lagi menjodohkan anaknya yang cacat itu dengan perempuan dari keluarga manapun!!! Itu sangat merugikan bagi keluarga perempuan!!!"