
Liliana berada di parkiran kantornya, perempuan itu hendak meninggalkan kantor setelah pekerjaannya selama satu hari penuh.
Dia sedang berada dalam suasana hati yang senang sebab hari itu dia tidak perlu pergi ke apartemen manajernya karena pria itu mengatakan bahwa dia akan mengunjungi rumah seseorang.
Oleh sebab itu, dia berjanji pada Aliana bahwa dia akan membawa gadis kecil itu untuk berjalan-jalan di malam hari melihat pemandangan langit malam.
Tap tap tap...
Liliana melangkahkan kakinya dengan cepat menuju mobilnya ketika tiba-tiba saja sebuah mobil datang ke arahnya dengan laju yang begitu cepat.
Liliana yang tengah berada di tengah jalan kini merasa kaku dan tidak tahu harus melangkah ke mana, otaknya tiba-tiba menjadi blank karena ketakutannya melihat mobil yang melaju ke arahnya.
Ciiiittttt....!!!
Suara rem mobil itu langsung menghentikan mobil tepat sejengkal sebelum menyentuh tubuh Liliana dengan Liliana yang menutup matanya karena ketakutan.
__ADS_1
"Hah hah hah..." dengan nafas tersengal, Liliana akhirnya tersadar lalu menatap seorang perempuan keluar dari mobil yang hampir menabraknya lalu berjalan ke arahnya.
Itu adalah tunangan manajernya.
Saat itu pula Liliana merasakan bahaya atas kedatangan perempuan itu.
Benar saja, perempuan yang berjalan cepat ke arah Liliana langsung mengayunkan tangannya hingga sebuah tamparan mendarat mulus di pipi Liliana.
Plak!!!
"Apa yang kau inginkan?" Tanya Liliana yang tidak mengerti dengan kedatangan perempuan itu, padahal seharusnya perempuan itu tidak mengetahui apapun tentang hubungannya dengan Andi.
Tapi kenapa sekarang tiba-tiba saja datang dan menamparnya bahkan hampir saja menabraknya???
"Perempuan sialan, berani-beraninya kau menggoda tunangan orang lain?!!" Teriak Meliana langsung membuat beberapa orang yang ada di lahan parkir itu kini terfokus pada mereka berdua.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Tanya Liliana yang masih belum mengerti dengan maksud perempuan itu meski dalam hatinya ada juga rasa was-was bahwa perempuan di depannya mungkin telah mengetahui hubungannya dengan Andi.
Tetapi dia juga merasa yakin bahwa perempuan itu tidak akan mengetahui hubungan dia dengan Andi sebab ketika perempuan itu datang ke rumah, perempuan itu tidak menemukannya.
"Jangan mengelak! Kau pikir aku tidak tahu kalau kau sering pergi ke apartemen tunanganku dan menawarkan tubuhmu hanya untuk uang?!! Dengarkan aku, sekali lagi aku melihatmu pergi ke sana, maka aku akan membuatmu merasakan bagaimana tubuhmu terlindas oleh mobil sampai seluruh tulangmu menjadi remuk!! Juga, jika dalam satu minggu kau tidak mengundurkan diri dari pekerjaanmu, maka Jangan harap aku akan memberimu ampun!!!" Bentak Meliana sembari melototi Liliana.
Setelah itu, Meliana langsung pergi meninggalkan Liliana yang mana perempuan itu kini berdiri dengan tangan masih memegangi pipinya yang telah ditampar oleh Meliana.
Setelah mendengarkan mesin kendaraan mobil Meliana dinyalakan, maka Liliana barulah pergi ke arah mobilnya lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke mobilnya.
"Hikss,, hiks,, hiks,," Liliana Langsung menangis dalam mobilnya.
Dia benar-benar tidak mengerti harus melakukan apa ketika sekarang segala sesuatu seolah-olah mempermainkan dirinya.
Dia tidak bisa resign dari pekerjaannya, dan dia juga tidak bisa berhenti untuk menemui Andi, Tetapi dia juga takut kalau perempuan bernama Meliana itu benar-benar akan melakukan sesuatu yang buruk terhadapnya.
__ADS_1