
Liliana yang ada di kediamannya sekarang sedang di rias oleh para penata rias di dalam kamar nya, perempuan itu duduk dengan Aliana yang menemaninya.
Liliana memperhatikan Aliana dari pantulan cermin, dan melihat gadis kecil itu tampak berbinar-binar menatap para penata rias yang menanganinya.
"Kau sangat memperhatikan pekerjaan penata rias, Apakah saat dewasa nanti kau mau menjadi penata rias?" Tanya Liliana sembari mengulurkan tangannya mencubit pelan pipih anak gadisnya.
Aliana yang dicubit oleh ibunya pun tersenyum ke arah ibunya lalu gadis kecil itu berkata, "Aku tidak mau jadi penata rias, aku mau jadi orang yang dirias."
"Ahh,,, Kalau begitu Kau mau menjadi model?" Tanya Liliana.
"Model? Apakah model selalu dirias setiap hari?" Tanya Aliana dengan mata berbinar-binar menatap ibunya.
"Ya, Bahkan dalam sehari mereka beberapa kali di rias karena pekerjaan mereka adalah menjadi cantik," ucap Liliana benar-benar membuat Aliana bersemangat.
"Kalau begitu, aku mau menjadi seorang model!!" Seru Aliana.
"Hm, apapun yang Putri Ibu inginkan, semuanya akan berusaha Ibu kabulkan," kata Liliana.
"Terima kasih ibu,," ucap Aliana langsung memeluk ibunya tanpa memperdulikan para penata rias yang masih merias wajah Liliana.
Kedua perempuan itu pun terus berpelukan sampai riasan Liliana selesai dan Liliana pun dibantu memakai gaun pengantinnya.
__ADS_1
Setelah memakai gaun pengantin, maka Liliana duduk di tepi ranjang untuk menunggu Ibunya datang memanggilnya saat pengantin pria sudah datang.
Dia menunggu ditemani Aliana yang saat itu sedang berlenggak-lenggok di depan cermin melihat dirinya sendiri yang telah memakai gaun khusus dan dia juga telah dihias oleh para penata rias.
Tak berapa lama kemudian, pintu pun diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
"Masuk!!" Kata Aliana langsung berlari ke arah pintu dan dia penasaran Siapa yang datang.
"Halo!!" Ucap Michel langsung melambaikan tangannya pada Aliana membuat Liliana terkejut karena tidak menyangka bahwa teman-teman kantornya akan datang ke acara pernikahannya.
Dia memang mengundang mereka semua, tetapi dia tahu bahwa mereka tidak akan datang karena pekerjaan di kantor, Namun siapa yang menyangka bahwa semua orang itu kompak mendapatkan izin hanya untuk menghadiri pernikahannya.
"Tidak usah bergerak, kau duduk saja," ucap Michelle yang tadi ketika dia datang, dia berbincang-bincang dengan ibu Liliana dan mendengar kabar bahwa kaki Liliana sedang sakit sehingga dia cemas bahwa perempuan itu akan kesakitan jika terlalu banyak bergerak.
Liliana menganggukkan kepalanya lalu dia pun kembali duduk di tepi ranjang dengan semua perempuan yang akhirnya berkumpul mengelilinginya.
"Kau sangat cantik," ucap salah seorang perempuan langsung duduk di samping Liliana dan memperhatikan Liliana dengan seksama.
"Terima kasih atas pujiannya, Aku harap kalian semua segera menyusul untuk menikah supaya aku juga bisa menghadiri pernikahan kalian," kata Liliana dengan sebuah senyuman di wajahnya.
__ADS_1
"Ahh,, aku sudah punya calon, Jadi aku harap nanti Saat Kau melempar Bunga pengantin, tolong untuk sedikit melirik ke arahku!" Kata perempuan yang bernama Silia.
"Eh,, aku juga sudah punya calon," kata Michelle sembari menatap ke Liliana dan berkata, "Jangan lupakam diriku nanti, pokoknya aku harus mendapat bunga pengantinmu, supaya aku juga cepat-cepat menikah! Aku sudah bosan dengan kemesraan yang kulihat antara sepasang suami istri di rumah jadi aku juga mau cepat-cepat membawa seorang pria ke rumahku!!!"
Para perempuan itu merupakan berebutan untuk mendapat janji dari Liliana mendapatkan bunganya, tetap hingga membuat Liliana merasa sangat terhibur dengan para perempuan itu.
Aliana yang diabaikan karena orang-orang sibuk meminta bunga pada ibunya kini merasa kesal, gadis kecil itu langsung menatap semua orang.
"Diam!!" Teriak Aliana langsung membuat keributan dari para perempuan itu kini mereda dan kamar tersebut dilanda keheningan.
"Ibuku tidak akan melempar bunga, dia akan memberikan bunganya padaku!! Sekarang ayo kita berfoto!!" Ucap aLiana sembari mengambil kamera yang terletak di atas meja lalu gadis kecil itu pun pergi menyetel kameranya.
Semua orang terdiam melihat kelakuan gadis kecil itu, Tetapi beberapa detik kemudian mereka tetap mengambil posisi mereka masing-masing hingga Ariana bergabung dengan mereka.
Bip bip bip...
Timer kamera yang diaktifkan membuat semua orang dengan cepat memasang gaya mereka sampai sebuah foto berhasil diambil.
Cekrek!!
Mereka mengulangi sesi foto mereka beberapa kali sebelum pintu kamar dibuka oleh seseorang yang ternyata ialah Tiara yang datang menjemput pengantin.
__ADS_1
"Pengantin prianya sudah ada di bawah, Ayo kita turun bersama-sama," ucap Tiara langsung membuat Aliana bersorak kegirangan dengan Liliana pun yang segera berdiri dengan jantung berdegup amat kencang dia pun keluar dari kamar tersebut bersama-sama dengan semua orang yang ada di sana.