Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
22. Rekaman yang di ambil Liliana diketahui oleh Andi


__ADS_3

'Siapa orang-orang ini?' ucap Andi dalam hati melihat ada banyak sekali pesan grup yang masuk ke ponsel Liliana yang mana semuanya mempertanyakan tentang kabar Liliana yang telah pindah ke kantor pusat.


🧱🧱🧱


Yang membuat pria itu bingung bahwa pada pukul 04.40 dini hari seperti itu orang-orang sedang melakukan chatting, tetapi ketika dia kembali mengingat bahwa orang-orang itu berada di wilayah waktu yang berbeda dengan mereka, maka pria itu langsung mengerti bahwa di tempat orang-orang itu mengirim pesan, waktu sudah berada di jam 05.40 pagi.


Maka pria itu mengabaikannya dan dia menutup aplikasi Liliana ketika pria itu melihat sebuah halaman lain yang berisi sebuah rekaman yang sudah terhenti beberapa waktu yang lalu.


Andi langsung mengeeutkan keningnya sebab waktu pengambilan rekaman itu ialah kemarin malam ketika kemarin malam Liliana sama sekali tidak terlihat memegang ponselnya sebab perempuan itu terus tertahan di atas ranjang miliknya.


Oleh sebab itu, Andi memutar rekaman tersebut dan menyadari bahwa kemarin malam perempuan itu terus merekam apa yang terjadi.


Seketika, tetapan pria itu menjadi gelap dan dia kemudian menoleh ke arah Liliyana yang terbaring dengan tubuh polosnya di bawah selimut.


'Jadi dia berusaha mendapatkan bukti?' pria itu tersenyum miring lalu dia kemudian membawa ponsel Liliana ke sebuah meja lain yang terletak di sana dan menyalakan komputer miliknya.

__ADS_1


Pria itu duduk di kursinya selama beberapa waktu sampai akhirnya dia mengembalikan ponsel Liliana ke dalam tas perempuan itu lalu Andi kemudian masuk ke kamar mandi.


Srasshh.....


Suara shower dari kamar mandi membuat Liliana mengerjapkan matanya dan perempuan yang merasakan kesakitan di seluruh tubuhnya itu langsung tersentak bangun dari tempat tidurnya. Ia menyadari bahwa dia telah tidur tanpa sehelai benang menutupi tubuhnya kecuali selimut.


Maka perempuan itu langsung meneteskan air matanya dan dia kemudian melihat ke arah tasnya.


"Hah,," Liliana langsung mengambil tasnya dan membuka ponselnya lalu dia melihat sebuah rekaman yang tersimpan di ponselnya sehingga perempuan itu dengan cepat mengembalikan ponselnya ke dalam tasnya lalu memungut pakaiannya yang tergeletak di lantai.


Setelah itu, Liliana berlari meninggalkan apartemen dan menahan sebuah taksi untuk kembali ke rumahnya.


"Ini pak," ucap Liliana menyerahkan kartu kreditnya pada sang supir ketika mobil yang ia tumpangi sudah tiba di depan rumahnya.


Setelah membayar ongkos taksinya, Liliana kemudian masuk ke dalam rumah dan perempuan itu melihat bahwa rumah tampak sepi, kecuali suara dari dapur yang merupakan suara orang memasak.

__ADS_1


Maka tanpa menunggu lebih lama lagi Liliana berlari ke lantai 2 di mana kamarnya berada dan perempuan itu kemudian langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Srasshh....


"Sial!! Sial!!" Liliana yang berdiri di bawah shower menggosok-gosok seluruh tubuhnya dan berharap bekas-bekas sentuhan Andi yang ada di sana bisa lepas ketika dia menggosoknya dengan keras.


Sembari meneteskan air matanya, Liliana terus menggosok tubuhnya sampai kulitnya menjadi kemerahan namun perempuan itu belum juga menghentikan acara mandinya.


Sementara di dapur, seorang gadis kecil menghampiri Tiara sembari berkata, "ibu, Kakak sudah pulang, tapi dia sudah satu jam lebih berani di kamar mandi. Aku mau mandi, tapi kakak tidak keluar juga."


Tiara yang mendengarkan itu langsung menghentikan gerakan pisaunya Lalu dia kemudian mencuci tangannya dan berkata, "biar Ibu pergi melihatnya."


Aliana meganggukkan kepalanya lalu bersama-sama dengan Tiara mereka menaiki tangga menuju lantai 2.


Sembari masuk ke dalam kamar, Aliana kemudian berkata, "aku sudah mengetuk-ngentuk pintu kamar mandinya dan juga berbicara pada Kakak, tapi kakak tidak menjawabku."

__ADS_1


__ADS_2