Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
30. Hal-hal aneh yang terjadi


__ADS_3

Duduk di dalam mobilnya sembari menyetir di jalanan yang macet karena jam pulang kantor, Liliana terus memeras otaknya berpikir.


'Apa yang bisa kulakukan untuk terbebas dari pria itu? Kalau aku tidak menuruti keinginannya, dia pasti akan melakukan hal yang lebih buruk lagi padaku, dan apalagi saat ini aku tidak bisa meninggalkan perusahaan karena uang Yang ku pinjam ke perusahaan masih begitu banyak untuk ku ganti. Tapi aku juga sangat ketakutan bekerja bersamanya, Aku ingin lepas dari situasi ini!!' ucap Liliana dalam hati yang kini merasa begitu hancur Dan dia bahkan jujur pada dirinya sendiri yang sekarang terus dijadikan pemuas hasrat manajernya yang sangat galak.


Sembari terus memikirkan hal itu, Liliana yang tidak mendapat ide apapun untuk keluar dari masalahnya hanya bisa berpasrah ketika mobilnya sudah berhenti di parkiran apartemen Andi.


Perempuan itu menatap keluar jendela dan dia benar-benar tidak ingin melangkah keluar untuk pergi ke apartemen pria itu.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Suara ponsel Liliana yang berdering menarik Liliana dari lamunannya hingga perempuan itu kemudian mengambil ponselnya dan dia mengirimkan keningnya saat nomor Andi yang tidak tersimpan sudah diberi nama.


*WAJIB DI ANGKAT!*


Nama yang tertera pada kontak Andi benar-benar membuat Liliana tersentak beberapa detik melihatnya sebelum dia mengangkat panggilan telepon itu dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.

__ADS_1


"Halo," ucap Liliana menjawab panggilan telepon itu dengan pikirannya yang terus melayang memikirkan Bagaimana bisa kontak Andi yang tadinya belum disimpan kini sudah disimpan dengan nama yang begitu aneh.


"Jangan cuma diam di dalam mobil, cepat naik kemari!" Ucap Andi dari seberang telepon dibarengi nada panggilan telepon yang diputuskan secara sepihak.


Tut tut tut..


Liliana yang mendengar nada suara sambungan yang diputuskan itu kini menurunkan ponselnya dan dia mengamati sekitarnya serta tidak tahu kenapa pria itu bisa mengetahui bahwa dia sudah ada di parkiran apartemen pria itu dan sekarang masih berada dalam mobil.


"Apakah pria itu memata-mataiku?" Ucap Liliana kini sangat ketakutan sembari perempuan itu mengambil tasnya dan keluar dari mobilnya.


Dia berjalan ke arah lift dengan tubuh yang gemetar dan Dia merasa bahwa mulai saat ini dia akan menjadi boneka pria itu boneka yang dengan bebas serta sesuka hati digunakan oleh Andi untuk apapun.


Suara lift yang berhenti benar-benar membuat kaki Liliana melemas dan perempuan itu sangat tidak ada niat untuk keluar dari, tetapi kemudian sebuah pesan tiba-tiba saja masuk dalam ponselnya.


*Dalam waktu 3 detik kalau kau tidak menekan beberapa temanku maka aku akan menghampirimu!*


Tulisan dalam pesan itu langsung membuat Liliana semakin kesal, namun dengan cepat dia berlari keluar dari lift lalu menekan bel apartemen Andi.

__ADS_1


Drrt...


Sebuah pesan kembali lagi masuk di ponsel Liliana yang berasal dari Andi, *140298*


Liliana yang membaca pesan itu tersentak di tempatnya, karena sederetan angka yang dikirim oleh pria itu ialah hari ulang tahunnya.


"Apa maksudnya dia mengirim angka ini?"


Drrtt....


*Sandi apartemenku.*


Begitu membaca pesan yang masuk, Liliana benar-benar terbengong di tempatnya dan dia tidak tahu apa yang sedang direncanakan oleh pria itu untuknya, dia benar-benar tidak mengerti jalan pikiran Andi.


Meski begitu, tangannya dengan gemetar masih terulur menekan-nekan tombol pada pengaman apartemen Andi hingga terdengar bunyi BIP!


Pintunya benar-benar terbuka dan Liliana benar-benar semakin tidak mengerti dengan pria itu hingga Dia kemudian mendorong pintu itu lalu melihat seorang pria langsung berdiri di depannya dengan pria itu memakai baju kaos berwarna putih dan celana pendek yang terlihat nyaman di tubuh Andi.

__ADS_1


"Masuklah," ucap Andi pada Liliana lalu pria itu kemudian berbalik menuju meja makan dengan Liliana yang terpaku di tempatnya.


__ADS_2