
Setelah selesai makan malam, maka Aliana dengan semangat menaiki mobil lalu bersama-sama dengan Liliana dan juga Andi, mereka meninggalkan rumah keluarga Liliana.
Andi yang menyetir hanya sendirian di depan, sebab Liliana memilih duduk bersama-sama dengan Aliana di belakang sehingga terlihat jelas bahwa kedua orang itu tampak tidak saling dekat.
Dalam perjalanan, Andi sesekali menatap 2 perempuan di belakang melalui kaca spion dalam mobil, tetapi terlihat jelas bahwa Liliana tampak tidak bersemangat dengan tatapan perempuan itu selalu saja mengarah ke luar jendela.
Hanya Aliana saja yang bersenandung sepanjang perjalanan hingga mereka tiba di sebuah bukit yang merupakan tempat orang-orang melihat bintang dan pemandangan kota yang memanjakan mata di malam hari.
Begitu turun dari mobil, maka Aliana langsung berlari menuju tempat orang-orang berdiri menatap pemandangan malam.
"Hati-hati dengan langkahmu," ucap Liliana yang menyusul Aliana.
"Kakak jangan khawatir, aku melihat jalan dengan baik!!" Seru Ariana yang merasa begitu senang sebab itu pertama kalinya dia bisa keluar malam-malam seperti itu di ibukota.
Sementara Andi yang berjalan di belakang Liliana, pria itu berjalan dengan santai melihat dua perempuan yang kini mengambil tempat duduk yang memang tersedia di tempat itu.
__ADS_1
Tatapan pria itu tidak bisa terselami, namun ketika dia tiba di samping kedua orang itu, Andi yang duduk langsung mengukir sebuah senyum tipis di wajahnya dan entah kenapa dia merasa hangat dengan situasi yang saat ini ia rasakan.
"Apakah dulu Kakak pernah kemari?" Tanya Aliana pada Liliana.
Liliana yang mendengarkan itu mengabaikan Andi yang duduk di sampingnya, dan dia menatap Aliana sembari berkata, "hm, dulu sebelum pindah kota, kakak sering kemari bersama seseorang. Kami biasanya membawa tenda dan menginap di tempat ini."
"Wahh,, pasti menyenangkan! Dengan siapa Kakak menginap di tempat ini?" Tanya Aliana yang sangat penasaran.
"Dulu Kakak memiliki seorang teman laki-laki, namanya Andi, dan Kami sering menghabiskan waktu di tempat ini," ucapan Liliana langsung membuat Aliana menatap pria di samping Liliana sebab Dia juga tahu bahwa pria itu bernama Andi.
"Ooh, lalu di mana kakak yang baik itu?" Tanya Aliana yang masih penasaran.
"Dia sudah pergi meninggalkan kita semua," ucap Liliana sembari memandangi langit, dan dia jadi merendahkan pria itu setelah Aliana terus menanyakannya.
"Kakak pasti sedih," ucap Aliana sembari menatap wajah kakaknya.
__ADS_1
"Hm,, tapi sekarang kakak sudah punya kamu, jadi kakak sudah mengikhlaskan dia untuk pergi," ucap Liliana.
Aliana yang mendengarkan itu langsung memeluk kakaknya, lalu gadis kecil itu berkata, "Bagaimana kalau untuk menghibur kakak malam ini Kita menginap di sini?"
Pertanyaan itu langsung membuat Liliana menunduk menatap wajah Aliana, yang mana wajah Aliana tampak berbinar-binar menatapnya.
Hal itu membuat Liliana merasa agak sedih harus menolak permintaan gadis kecil itu, namun dia juga tidak mau menginap di tempat itu bersama-sama dengan pria yang kini ada bersama mereka.
Tetapi, perempuan itu belum mengatakan apapun saat Andi yang duduk di samping Liliana langsung berkata, "kalau begitu aku akan mengurus tendanya, kalian Tunggu dulu di sini."
"Terima kasih kakak!!" Seru Aliana sembari menatap Andi yang membuat Andi melebarkan senyumnya sebelum pergi dari tempat itu meninggalkan kedua perempuan itu.
Sementara Liliyana, dia pun ikut berbalik lalu menatap punggung Andi dan entah kenapa hatinya menjadi lebih sakit lagi.
Namun dia tidak bisa menghentikan pria itu, sebab Dia melihat bahwa Aliana sudah terlanjur senang dan dia tidak ingin mematahkan hati gadis kecil itu.
__ADS_1