
Plak!!
Tamparan Itu benar-benar menyakitkan Liliana karena itu pertama kalinya dia ditampar oleh seseorang sehingga dia langsung memegang pipinya yang terasa begitu panas dan perih.
Sementara Andi yang melihat itu, dia langsung menghampiri dua perempuan itu dan dia mendorong Liliana agar perempuan itu keluar dari ruangan sebelum mengunci pintu ruangannya.
"Apa yang baru saja kau lakukan?!!" Bentak Andi pada perempuan yang ada di hadapannya dengan tatapan tajam nya.
"Kau!!" Melani menggertakan giginya, "harusnya aku yang bertanya seperti itu, apa yang baru saja kau lakukan dengan perempuan itu?!!!" Bentak balik Melani.
Pertengkaran dengan suara yang tinggi itu langsung membuat semua orang yang ada di luar ruangan menatap ke arah Liliana yang baru saja keluar dari ruangan Manager.
Tetapi Liliana yang ada di sana, dia tidak mengatakan apapun dan hanya duduk di kursinya sembari memegang pipinya yang sangat panas.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Michelle memperhatikan pipi Liliana yang memerah dan dia bisa menduga bahwa perempuan itu baru saja ditampar.
"Kau ditampar?" Tanya seorang perempuan lain yang langsung mendekati Diana hingga semua orang dalam ruangan itu juga memperhatikan Liliana dan mereka begitu prihatin terhadap Liliana yang baru saja ditampar.
"Siapa yang menamparmu?" Tanya Angga dengan wajah penasarannya dan juga keheranannya saat melihat bahwa wajah Liliana sama sekali tidak terlihat sedih ataupun warung, tetapi perempuan itu tampak biasa-biasa saja seolah-olah tamparan yang ia terima bukan sesuatu yang perlu membuatnya terguncang.
"Tunangan Manager mengira aku berselingkuh dengan manajer, jadi dia menamparku," ucap Liliana dengan suara yang datar benar-benar membuat semua orang terkejut.
Apalagi saat itu, suara pertengkaran dari dalam ruangan Manager masih terdengar jelas sehingga mereka merasa begitu prihatin pada Liliana.
Meski begitu, saat kembali ke tempat duduk, mereka masih tetap bergosip satu sama lain di meja kerja mereka masing-masing.
"Liliana sungguh kasihan, sudah setiap hari dia mendapat perlakuan buruk dari manajer, tetapi perempuan itu berusaha kuat dan bahkan tidak pernah memperlihatkan pada kita bahwa sedang dalam kesusahan. Tetapi hari ini, dia malah mendapat tamparan dari tunangan Manager karena dituduh berselingkuh, Padahal, semua orang di sini tahu kalau manajer tidak akan memiliki hubungan dengan perempuan karena dia adalah seorang pria yang memiliki kelainan!!"
__ADS_1
"Ah,, benar sekali, Liliana begitu Malang, sudah digigit ular tiap hari di kantor, sekarang seekor buaya datang menerkamnya. Apalagi dia tidak bisa meninggalkan pekerjaannya karena dia terlilit hutang dari perusahaan."
"Kalau aku jadi dia, mungkin aku sudah gila."
"Ahh,, kemarin aku berbicara dengan temanku yang merupakan seorang psikiater, dan dia bilang apa yang dialami oleh Liliana saat ini adalah tanda-tanda bahwa dia mulai--"
"Kecilkan suaramu!!" Sela seorang perempuan.
"Ahh, iya maaf, jadi katanya orang yang gila itu akan memperlihatkan gejala sebelum dia benar-benar gila dan aku menceritakan tentang Liliana yang awalnya selalu berbicara pada kita, namun saat ini selalu saja diam dan bahkan tidak menunjukkan ekspresi apapun lagi ketika dia dimarahi oleh manajer, lalu temanku bilang kalau itu adalah gejala awal dari orang yang mengalami gangguan jiwa!"
"Apa?!!"
"Benarkah?"
__ADS_1
Semua orang yang bergosip langsung menatap ke arah Liliana yang saat itu masih dengan ekspresi datarnya menatap komputernya.
Perempuan itu sama sekali tidak terlihat sedih setelah apa yang ia alami di ruangan Manager.