Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
51


__ADS_3

Setelah makan malam, Andi dan Liliana membereskan seluruh peralatan yang telah mereka gunakan.


Sementara Aliana, gadis kecil itu berada di dalam tenda sembari berbaring di atas matras dan menatap keluar tenda di mana dua orang dewasa di sana sedang sibuk membereskan meja tempat mereka makan malam.


"Kenapa Kakak memiliki standar yang tinggi dan Kakak Andi tidak memenuhi standar itu?" Ucap Aliana yang merasa begitu penasaran.


Standar tinggi apa standar Kakak perempuannya sehingga sampai sekarang kakak perempuannya belum menemukan pria yang sesuai dengan standar perempuan itu.


Gadis kecil itu teringat akan standar rasa asin pada masakan yang pernah diajarkan oleh Tiara.


Meski terlihat mudah untuk mencapai standar itu, tetapi juga sulit untuk melakukannya sebab ketika garamnya kurang sedikit terasanya masak makanan jadi tidak enak, dan kalau terlalu banyak maka itu akan merusak rasa makanannya.

__ADS_1


"Hmm,, nanti saja ku bicarakan dengan kakak!" Ucap Aliana ketika dia tidak bisa memecahkan teka-teki tentang standar kekasih yang diinginkan oleh kakaknya.


Maka gadis kecil itu masuk lebih dalam ke dalam tenda dan dia berbaring sembari memeluk boneka kecil yang dikirimkan oleh Tiara untuknya.


Maka pada saat dua orang dewasa memasuki tenda, Mereka melihat bahwa Aliana telah tertidur sehingga Liliana yang ada di sana segera mendekati gadis kecil itu dan memperbaiki selimut Aliana yang masih berantakan.


"Dia anak yang manis," ucap Andi sembari pria itu duduk di matras dengan tangannya mengambil satu selimut yang terlipat di dalam sebuah tas.


Sementara Liliana yang mendengarkan ucapan Andi, dia menatap pria di depannya dengan tatapan tidak sukanya, "urus urusanmu sendiri!" Ucap perempuan itu sembari berbaring di samping Aliana untuk beristirahat.


Ucapan Andi membuat Liliana terkejut, sebab tentunya dia bertanya-tanya tentang pria itu bahwa pria itu mengaku sebagai saudara kembar tunangannya, maka seharusnya pria itu sudah mengetahui tentang identitasnya Sejak pertama kali mereka bertemu.

__ADS_1


Karena seorang saudara kembar pasti akan mencari tahu informasi tentang saudara kembarnya yang lain, apalagi bahwa pria itu kembali ke ibukota saat saudara kembarnya telah meninggal.


Tetapi Liliana tidak berniat untuk berbicara lebih banyak dengan pria itu, sehingga dia hanya diam saja dan berusaha menahan seluruh rasa penasaran dalam hatinya.


Sementara Andi, dia yang masih duduk sembari memegang selimut kini memandangi perempuan itu lalu dia kemudian berbaring di samping Liliana sembari berkata, "kau benar-benar tidak ingin bertanya apapun?"


Pertanyaan Andi hanya dijawab oleh keheningan, sehingga pria itu tidak tahan untuk berbalik lalu dia menyibak selimutnya dan memasuki selimut yang menutupi tubuh Liliana lalu menarik perempuan itu ke pelukannya.


Liliana yang merasakan itu hanya terdiam, dan dia tidak berniat mengatakan apapun namun saat itu jantungnya entah kenapa berdegup amat kencang dan dia benar-benar gelisah di dalam pelukan pria itu.


Padahal, dia sudah biasa dipeluk pria itu dari belakang, bahkan saling berhadapan pun mereka sudah biasa melakukannya, namun dia tidak pernah merasa sangat gelisah seperti sekarang ini.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Liliana mendengar suara, "Aku dan tunanganmu memang saudara kembar, dan ketika aku kembali ke ibukota Aku mencari tahu segala sesuatu tentangnya. Saat itulah aku mengetahui bahwa dia sudah memiliki seorang tunangan, namun kau sudah pindah ke kota L sehingga aku tidak bisa pergi menemuimu ke sana.


"Tetapi ketika aku sedang bekerja di kantor, tiba-tiba saja kami kekurangan satu orang karyawan hingga atasanku memberikan daftar-daftar nama karyawan dari kantor cabang dan saat itulah aku melihat fotomu di sana, sehingga Aku memilihmu untuk dipindahkan ke mari." Ucap Andi memulai pembicaraan benar-benar membuat Liliana mengerikan keningnya bahwa ternyata kepindahannya ke ibukota telah diatur oleh pria itu.


__ADS_2