Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
63


__ADS_3

"Makan malam hari ini tidak berjalan dengan lancar. Perempuan itu ada di sana dan,,, dia mendesak untuk melakukan pernikahan," ucap Andi.


🤠🤠🤠


Liliana yang mendengarkan itu terdiam dengan jantung yang berdegup amat kencang, dia ingin berbicara, tetapi takut jika apa yang ia katakan malah membuat pria itu semakin kesal sehingga dia hanya memilih untuk diam.


Dia diam menenangkan dirinya, menenangkan hatinya, menenangkan jantungnya dan menghipnotis dirinya sendiri bahwa masalah pria itu sama sekali tidak ada hubungannya dengannya!


Namun, beberapa saat terdiam, perempuan itu kembali lagi terkejut saat Andi tiba-tiba saja menatapnya sembari berkata, "Bagaimana menurutmu? Apa yang harus kulakukan?"


Liliana tidak pernah berharap pria itu akan menanyakan pendapatnya, bahkan di dalam hatinya pun tidak terbesit sedikitpun bahwa pria itu pada akhirnya akan menanyakan pendapatnya tentang masalah dari pria itu.


Apa yang dilakukan Andi membuat Liliana terlihat seperti perempuan yang cukup berarti untuk pria itu sehingga pendapat perempuan itu akan dipertimbangkan oleh Andi.


Padahal, pada kenyataannya tidaklah seperti itu!!!

__ADS_1


Oleh sebab itu, Liliana menghindari tatapan Andi, "itu,, Aku tidak tahu apapun," ucap Liliana dengan jantung yang semakin berpacu kencang serta hati perempuan itu kini benar-benar tak karuan, sebab Dia sendiri kebingungan dengan dirinya sendiri.


"Hm,, Kalau begitu, Bagaimana menurutmu kalau aku menikah dengannya?" Tanya Andi langsung membuat Liliyana kembali menatap pria itu dan dalam hatinya entah kenapa dia berkata bahwa Dia tidak setuju dengan pernikahan tersebut.


Tetapi perempuan itu juga bingung mengapa dia tidak setuju dan tentunya dia terlalu malu untuk mengatakan hal itu sehingga dia hanya berkata, "itu terserah padamu."


Jawaban Liliana langsung membuat Andi menghela nafas dan pria itu pun memeluk Liliana semakin erat sembari menatap Liliana dengan tajam.


"Kau benar-benar tidak peduli tentangku?" Tanya Andi.


Tentu saja Dia peduli, Dia sangat peduli, tapi dia juga tidak mengerti mengapa dia peduli pada pria itu.


"Begitukah?" Andi akhirnya menurunkan Liliana dari pangkuannya lalu pria itu dengan ekspresi yang begitu dingin duduk bersandar sembari memejamkan matanya dengan pikiran yang melayang-layang.


Liliana yang melihat itu entah kenapa merasa kecewa pada dirinya sendiri, tetapi kemudian perempuan itu berusaha tidak memperdulikan masalah tersebut dan dia pun meraih minuman herbal yang ada di atas meja lalu meneguknya.

__ADS_1


Tetapi beberapa saat kemudian, perempuan itu kembali menatap Andi lalu menatap lagi minuman herbal milik Andi yang ada di atas meja.


"Itu,, Apa kau tidak minum?" Tanya Liliana.


Pertanyaan Liliana tidak mendapatkan respon apapun dari Andi, karena pria itu masih tetap duduk dengan aura yang begitu dingin dan kelam serta memejamkan matanya.


Hal itu membuat Liliana semakin kebingungan dengan pria itu sehingga dia menggigit bibir bawahnya untuk berpikir.


Beberapa saat kemudian, Liliyana akhirnya memberanikan dirinya untuk bertanya, katanya, "itu,, Bukankah sudah 7 tahun kau bertunangan dengannya? Tapi kenapa sekarang kau terlihat begitu bermasalah jika kalian menikah?"


Pertanyaan itu langsung membuat Andi membuka matanya dan menatap Liliana, namun pria itu tidak mengatakan apapun hingga membuat Liliana merasa di pojokkan oleh pria itu.


"Anu,, aku pikir kau tidak akan perduli apa yang dikatakan oleh orang tuamu. Maksudku,,, kau bisa melakukan apapun untuk mencegah pernikahan itu kalau kau memang tidak mau menikah," ucap Liliana.


"Tapi aku mau menikah," jawab Andi kembali membuat jantung Liliana berdegup tak karuan dan tangan perempuan itu memegang erat mug di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2