
Tok tok tok...
Suara pintu yang diketuk langsung membuat Aliana berlari ke arah pintu dan membuka pintu kamar hotel.
Gadis kecil itu menatap pria yang berdiri di hadapannya dan memperhatikan pria itu dengan seksama.
"Siapa?" Tanya gadis kecil itu langsung membuat sang pria yang ada di depan pintu kini menatap ke arah nomor kamar yang terletak pada pintu yang ada di hadapannya.
Jelas-jelas dia datang ke kamar yang benar, tapi kenapa dia malah disambut oleh seorang anak kecil?
"Paman mencari siapa?" Kembali tanya Aliana saat melihat pria di depannya yang sedang ia bicara malah terus menatapnya tanpa menjawab pertanyaannya.
"Ah, itu, Apakah kau tinggal di kamar ini?" Tanya Chandra yang merupakan sekretaris Hakim.
"Ya, Aku di sini bersama dengan Kakakku yang bernama Liliana dan teman kakakku yang bernama Kak Andi, memangnya siapa yang anda cari?" Tanya gadis kecil itu benar-benar membuat Chandra mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Pria itu baru saja akan berbicara ketika dari belakang gadis kecil itu muncul Andi yang kemudian melihat ke arahnya.
"Kenapa kau tidak menghubungiku?" Tanya Andi.
"Maafkan saya tuan muda, saya pikir tuan muda mungkin sedang beristirahat di hotel jadi saya langsung datang kemari saja," ucap Chandra yang saat itu masih linglung melihat bahwa saat itu Tuan mudanya bersama-sama dengan seorang gadis kecil dan katanya ada seorang perempuan lain yang ada di kamar itu.
Apa yang dilakukan oleh Tuan mudanya bersama-sama dengan seorang perempuan dan seorang gadis kecil?
Apalagi di hotel seperti itu saat orang tua pria itu sedang berada di rumah sakit, Bukankah sebaiknya pergi berada di rumah sakit dan bukannya menghabiskan waktu bersama orang lain?
"Ah, baiklah, kita bicara di luar," ucap Andi sembari menatap Aliana dan dia hendak menyuruh gadis kecil itu untuk tetap tinggal bersama Liliana ketika Aliana dengan cepat memeluknya.
Ariana yang digendong oleh Andi langsung mengeratkan pelukannya pada pria itu sembari berkata, "Aku mau ikut bersama kak Andi!!!!"
"Ada apa?" Tanya Liliana yang keluar dari kamar setelah mendengar teriakan Aliana.
__ADS_1
Aliana yang melihat kakaknya melangkah ke arahnya, gadis kecil itu kembali mempererat pelukannya pada Andi sembari gadis kecil itu berbisik dengan pelan pada Andi, katanya, "kak Andi, Aku mau ikut bersama Kak Andi!!!"
Bisikan itu langsung membuat Andi akhirnya menatap Liliana sembari berkata, "Kami mau jalan-jalan sebentar."
Liliana menganggukkan kepalanya dengan pelan sehingga membuat Aliana tersenyum senang dan gadis kecil itu pun pergi bersama-sama dengan Andi meninggalkan Liliana.
Liliana yang ditinggalkan sendirian berjalan ke arah pantai perempuan itu membuat minuman untuk dirinya sendiri lalu dia duduk di sofa sembari menatap ke arah luar di mana hujan mulai turun.
"Orang tuanya masuk rumah sakit setelah mendengar perjodohan dibatalkan, kalau begitu, Mungkin saja akan semakin memburuk kalau Andi masih terus bersikeras untuk membatalkan perjodohan itu." Ucap Liliana sembari memegang erat gelas yang ada di tangannya dan perempuan itu berada dalam suasana hati yang sangat buruk.
Dia terus memikirkan masalah itu sampai beberapa saat kemudian tiba-tiba saja perempuan itu merasakan sakit pada perutnya.
"Ahhkk," Liliana langsung memegang perutnya, bersamaan dengan tangannya yang melepaskan gelas hingga gelas itu terjatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping dan sala satu pecahan itu mengiris kakinya.
Keringat dingin langsung membasahi tubuh Perempuan itu, dan Liliana berusaha berjalan menuju P3K yang diletakkan di sebuah lemari untuk mendapatkan sesuatu yang bisa membantunya.
__ADS_1
Tetapi belum tiba di sana, perempuan itu merasa basah pada area pribadinya hingga dia pun mengulurkan tangannya dan ternyata ada darah yang keluar.
"Ini,," Liliana menjadi semakin panik, dan saat itu Dia teringat akan obat yang diberikan oleh dokter sehingga dia berputar balik menuju kamar untuk mendapatkan obat tersebut.