Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
6. Pengaruh obat membuat semua pria terlihat seperti Andi


__ADS_3

Tak!


Liliana meletakkan slokinya setelah menghabiskan dua gelas anggur dan telah bercerita selama 15 menit dengan pria yang baru pertama kali ia kenal.


Saat itu, kesadaran Liliana tampak buram dan dia yang berada di depan Dimas kini mengerjakan matanya dan melihat pria di depannya tampak sangat mirip dengan Andi.


"Andi?!" Tanya Liliana dengan suara yang keras menatap pria di depannya dan perempuan itu spontan berdiri karena tak menyangka bahwa pria di depannya benar-benar ialah sosok yang selalu ia rindukan dan sosok yang membuatnya selalu ketakutan ketika dia kembali memimpikan pria itu.


Dimas yang mendengarkan ucapan Liliana mengerutkan kelilingnya tetapi kemudian dia tersenyum dan ikut berdiri menghampiri perempuan itu sembari berkata, "ya, kau sudah sangat mabuk, Ayo kita pergi."


Liliana yang melihat bahwa pria itu tidak memarahinya kini tersenyum sangat senang dan dia tidak merontah dengan rangkulan pria itu, Liliana hanya mengambil tasnya lalu berjalan bersama Dimas.


"Kau benar-benar Andi? Apakah kau kenal aku?" Tanya Liliana sembari melangkah dengan langkah yang tidak stabil dan perempuan itu menatap pria yang merangkulnya dengan mata berbinar-binar.

__ADS_1


Dimas yang mendengarkan itu tidak peduli jika perempuan itu menganggapnya sebagai Dimas atau sebagai Andi atau pria yang manapun itu, karena yang penting baginya ialah mendapat hiburan dari perempuan itu, tidak peduli perempuan itu menganggapnya sebagai siapa.


Oleh sebab itu, Dimas menganggukkan kepalanya dengan pelan, "hm, Tentu saja aku tahu siapa kau, kau adalah Liliana. Gadis tercantik yang pernah ku temui yang membuatku selalu tergila-gila padamu," ucap Dimas sambil menghentikan langkahnya dan dia mengulurkan tangannya mengusap bibir Liliana hingga membuat Liliana kini meneteskan air matanya.


"Kau,, kau,, hah,, kau benar-benar Andi?" Tanya Liliana dengan tangan yang gemetar terurut untuk memegang wajah pria itu, tetapi kemudian dia terkejut ketika tiba saja seorang pria datang memukul Dimas.


Buk!!


"Andi!! Andi!!!" Teriak Liliana hendak menghampiri Dimas dan berusaha merenta-ronta dari rangkulan yang mencekalnya tetapi saat itu tenaganya sama sekali tidak berguna untuk terlepas dari cekalan yang membelenggunya.


Sementara Dimas, dia yang begitu kesakitan karena ditinjuan yang keras kini menggertakkan giginya dan dia berdiri untuk memarahi orang yang baru saja meninjunya ketika pria itu terpaku menatap pria yang sedang menahan Liliana.


"Ma,, manager!" Ucap Dimas yang tak menyangka bahwa saat itu manajernya akan memergokinya sedang merayu seorang perempuan.

__ADS_1


Tetapi yang membuatnya lebih bingung lagi, bahwa jika biasanya jika ketika pria itu melihat sebuah masalah maka pria itu akan bersikap acuh saja dan tidak memperdulikan masalah itu karena bukan urusannya, tetapi sekarang malah mencampuri masalah bawahannya?


"Sepertinya peringatan terakhir kali yang kuberikan padamu tidak berguna, mulai hari ini Kau dipecat!!!" Ucap Andi dengan dingin langsung membuat Liliana yang berusaha meronta-ronta kini menghentikan rontahannya Setelah dia mendengar suara dari belakang ialah suara yang sangat ia rindukan.


Maka perempuan itu berbalik dan menatap pria yang sedang merangkulnya itu ialah Andi.


"Andi,," Liliyana kembali meneteskan air matanya dan begitu harunya dia kemudian memeluk Andi dengan sangat erat sembari terisak di dada pria itu.


Sementara Dimas yang baru saja dipecat, dia baru di lantai dan kemudian menata p Andi, "Pak, tolong,, tolong kali ini saja berikan saya ke satu kali kesempatan lagi, dan setelah itu saya tidak akan pernah mengulangi kesalahan saya lagi." Ucap Dimas yang kini gemetar ketakutan bahwa karirnya yang sudah ia bangun selama bertahun-tahun akan runtuh dalam sekejap, padahal saat ini dia sedang dipromosikan untuk menjadi manajer.


Sementara Andi yang berdiri di tempatnya, dia merasa begitu risih dengan perempuan yang terus memeluknya sembari terisak mengotori pakaiannya, tetapi kemudian pria itu menggertakkan giginya dan menatap Dimas, "besok, datang pagi-pagi ke kantor!"


Dimas yang mendengarkan itu merasa sangat senang sehingga dia kemudian menganggukkan kepalanya dan berdiri memberi hormat pada manajernya sembari berkata, "Terima kasih Pak, saya tidak akan pernah lagi mengecewakan bapak!"

__ADS_1


__ADS_2