Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
86


__ADS_3

Cret cret cret...


Andi Menandatangani berkas-berkas yang membutuhkan persetujuannya.


Sementara itu, Aliana duduk di samping pria kecil itu sembari menikmati cemilan yang disediakan padanya dengan Candra yang ada di tempatnya menatap bengong ke gadis kecil yang ada di samping Andi.


Dia tidak pernah menduga bahwa Tuan mudanya yang dingin dan terkenal memiliki hubungan sosial yang buruk ternyata malah sangat dekat dengan seorang gadis kecil.


Dia pun bertanya-tanya tentang identitas gadis kecil itu, dan terlebih pada Kakak gadis kecil itu yang bernama Liliana.


"Apakah tidak ada lagi?" Ucap Andi Membuyarkan lamunan sang sekretaris hingga pria itu pun menoleh pada Andi.


"Ya, sudah tidak ada lagi, tetapi mungkin besok atau lusa saya akan mendatangi tuan muda untuk meminta tanda tangan lagi," jawab Chandra sembari melirik ke arah Aliana yang tampak mengabaikan obrolan mereka berdua dan gadis kecil itu hanya fokus pada makanan yang ada di tangannya.


Andi bisa melihat ke mana perginya mata Sang sekretaris yang ada di depannya sehingga pria itu pun berkata, "Jangan katakan pada siapapun tentang apa yang kau lihat hari ini, bahkan pada istrimu sekalipun, apalagi pada kedua orang tuaku!! Ah,, juga, kalau ibuku bertanya apapun atau ayahku bertanya apapun katakan saja padanya bahwa aku datang ke kantor untuk bekerja!!!"


"Baik Tuan," jawab Chandra sembari membereskan berkas-berkas yang ada di meja lalu pria itu pun berpamit pergi meninggalkan Andi.

__ADS_1


Andi kemudian melihat ke arah Aliana, dan terlihat gadis kecil itu masih menikmati cemilannya sehingga dia pun berkata, "kakakmu sendirian di kamar, nanti akan aku pesankan lebih banyak cemilan ke kamar."


Ucapan Andi benar-benar membuat Aliana bersemangat menatap pria itu, "benarkah?!!" Tanya Aliana.


"Ya," jawab Andi sembari mengulurkan tangannya membawa Aliana ke gendongannya lalu pria itu pun berjalan menuju kamar tempat mereka menginap.


Begitu tiba di dalam kamar, Andi mengerutkan keningnya saat ia melihat gelas dan jus yang berserakan di lantai hingga dia yang cemas terjadi pada sesuatu pada Liliana langsung menurunkan Aliana dari gendongannya.


"Liliana!" TeriakTeriak pria itu sembari berlari ke arah kamar untuk mengecek kamar dengan Aliana yang berlari di belakangnya.


Wajah Andi langsung berubah pucat saat melihat Liliana terbaring lemas di lantai hingga tanpa aba-aba pria itu pun langsung mendekati Liliana dan membawa perempuan itu ke gendongannya.


Para petugas hotel yang melihat itu sangat terkejut sehingga salah satu diantara mereka Langsung menelpon ambulans untuk datang ke tempat itu.


Tetapi Andi tidak mengatakan apapun dan dia hanya membawa Liliana ke dalam mobil serta Aliana lalu dia menyetir meninggalkan tempat tersebut.


"Kakak!!!" Aliana menangis sembari memegangi tangan kakaknya sementara Andi, dia tidak menulis lagi ke samping pria itu dengan penuh kecemasan terus menyetir mobil dan membunyikan klaksonnya sepanjang jalan.

__ADS_1


Bip!! Bip!! Bip!!


Mobil Melaju dengan kecepatan tinggi akhirnya mereka tiba di UGD dan tanpa ada pria itu cepat-cepat membawa Aliana ke UGD hingga ditangani oleh para dokter.


Itu ke-3 kalinya Andi membawa seseorang ke UGD dalam bulan tersebut sehingga membuatnya benar-benar cemadenga


Pria itu kini berdiri menatap Liliana yang ditangani dokter, serta menatap Aliana di gendongannya.


"Kakak!! Hiks,, hiks,," Aliana terus menangis dipelukan Andi hingga membuat Andi akhirnya keluar dari UGD dan menenangkan perempuan itu di luar ruangan.


"Jangan khawatir, kakakmu baik-baik saja," ucap Andi yang saat itu juga sangat cemas, karena dia melihat darah yang ada rok Liliana membuat pria itu cemas Jika saja terjadi sesuatu pada kandungan perempuan itu.


"Hiks,, hiks,, harusnya tadi aku tidak meninggalkan Kakak, harusnya aku tetap di kamar saja bersama-sama dengan kakak!!! Hiks,, hiks,," Isak Aliana yang merasa menyesal telah meninggalkan kakaknya.


"Jangan bilang begitu, kakakmu hanya terluka sedikit, nanti setelah mendapat perawatan dari dokter dia akan segera sembuh," ucap Andi.


"Benarkah?" Tanya Aliana menatap Andi dengan wajah yang begitu buruk.

__ADS_1


"Ya," jawab Andi menyeka air mata gadis kecil itu meski saat itu juga perasaannya benar-benar kacau dan rasa takut serta penyesalan menggerogoti seluruh tubuhnya.


__ADS_2