Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
60


__ADS_3

Liliana mendekatkan ponselnya ke telinganya, 'Halo,' ucap Liliana.


"Aku merindukanmu!" Ucap Andi dari seberang telepon benar-benar membuat Liliana tertegun di tempatnya dan jantungnya serta hatinya kembali bersikap ane lagi hingga perempuan itu mengepal kuat tangannya.


🌟🌟🌟


"Apa maksud mu?" Tanya Liliana dengan mata awas menatap ke arah mobil Andi dan meski seluruh jendela mobil pria itu sangat gelap, namun dia seolah-olah tidak mau memalingkan pandangannya dari mobil tersebut.


"Aku sangat merindukanmu, hah,,, seandainya saja kau ada di dekatku sekarang, aku sangat ingin memelukmu," ucap Andi yang mana suara pria itu benar-benar terdengar sangat sedih hingga membuat Liliana merasa semakin aneh dengan pria yang berteleponan dengannya.


Ketika dia mengingat tentang pesan yang dikirim oleh pria itu bahwa dia memiliki pertemuan dengan keluarganya, maka Liliana pun berpikir bahwa mungkin saja pria itu ada masalah dengan keluarganya.


"Ada apa? Apakah pertemuanmu dengan keluargamu tidak berjalan dengan lancar?" Tanya Liliana yang entah kenapa perempuan itu secara spontan menanyakannya. Padahal selama ini dia tidak pernah ingin mengetahui apapun tentang pria itu.

__ADS_1


Biasanya dia selalu bersikap tak peduli sebab dia terlalu membenci pria itu, namun sekarang entah kenapa bibirnya terasa bergerak sendiri.


"Hah,, kau dimana?" Tanya sang pria dari seberang telepon bersamaan dengan mesin mobil pria itu yang dinyalakan hingga membuat Liliana semakin mengerutkan keningnya.


'Apakah dia mau menemuiku?' ucap Liliana dalam hati.


"Kenapa kau menanyakan keberadaanku? Bukankah kau bilang kalau malam ini kita tidak perlu bertemu?" Tanya Liliana dengan sebelah tangan perempuan itu sudah berpindah mencengkram kuat setir mobilnya.


Hal itu membuat Liliana menjadi panik, sehingga dia dengan cepat mematikan panggilan teleponnya lalu dia keluar dari mobil dan berjalan menghalangi mobil Andi yang hendak keluar dari tempat parkir.


Andi yang melihat perempuan itu tiba-tiba berada di hadapannya langsung menghentikan seluruh gerakan tubuhnya lalu pria itu kemudian dengan cepat membuka pintu mobilnya lalu dia keluar menghampiri Liliana dan memeluk perempuan itu dengan erat.


"Sayangku,," ucap Andi benar-benar membuat Liliana menahan nafasnya karena perasaannya menjadi semakin tak karuan mendengar ucapan pria yang sedang memeluknya.

__ADS_1


"Kau mabuk," ucap Liliana Setelah dia terdiam beberapa waktu dan dia baru menyadari bahwa pria itu berbau alkohol.


"Tidak, aku hanya minum sedikit saja, ayahku tak pernah mengizinkanku meminum lebih dari satu gelas alkohol," ucap Andi sembari memejamkan matanya menikmati pelukannya dengan perempuan bernama Liliana.


Tetapi Liliana yang mendengar itu jelas tidak percaya, sehingga dia kemudian berkata, "lepaskan pelukannya, biar aku memperbaiki parkiran mobilmu lalu aku akan mengantarmu ke apartemenmu."


Ucapan Liliana benar-benar membuat Andi menjadi patuh hingga pria itu melepaskan pelukan mereka lalu dia melihat Liliana memarkirkan mobilnya lalu perempuan itu berjalan ke arah mobilnya sebelum kembali menghampiri Andi.


"Ayo," ucap Liliana sembari merangkul dengan pria itu hingga mereka berdua pun masuk ke dalam lift.


Liliana memperhatikan langkah pria itu dan dia berusaha melihat bahwa langkah pria itu amatlah stabil, namun Setelah tiba di dalam lift, pria itu langsung bersandar ke tembok sembari menarik tubuh Liliana ke pelukannya.


"Kenapa kau ada di sini? Apakah Kau juga datang ke sini karena merindukan aku?" Tanya Andi dengan pelukan yang begitu erat hingga membuat Liliana merasa sesak.

__ADS_1


__ADS_2