Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
53


__ADS_3

Liliana terkejut saat pria yang ada di belakangnya yang selesai menggunakan pakaiannya tiba-tiba saja menariknya lalu pria itu berkata, "maaf."


Itu pertama kalinya Liliana mendengar kata maaf dari mulut pria itu, padahal biasanya pria itu hanya mengatakan sesuatu yang berwujud perintah.


Tetapi sekarang, dia merasa telinganya berdengung setelah mendengar kata maaf keluar dari mulut pria itu.


Meski begitu, Liliana tidak mengatakan apapun dan dia hanya menyimpan perkara tersebut dalam hatinya sendiri.


Perempuan itu pun berusaha tidur sampai pada pagi hari ketika dia bangun Liliana terkejut bahwa ternyata dia hanya sendirian saja di dalam tenda.


Maka dengan ekspresi terkejut, perempuan itu langsung bangun dan tanpa merapikan selimutnya dia keluar dari tenda, tetapi dia mengerutkan keningnya saat melihat Aliana bersama-sama dengan Andi saat itu sedang bermain gelembung air di depan tenda.


"Hah,," Liliana menghembuskan nafasnya dengan panjang lalu perempuan itu pun balik ke dalam tanda tenda mengambil ponselnya dan melihat waktu sudah menunjukkan pukul o6.30 pagi sementara mereka harus masuk kantor pada pukul 08.

__ADS_1


Maka perempuan itu cepat-cepat membereskan barang-barang mereka dan setelah 15 menit kemudian Liliana keluar dari tenda dan melihat dua orang yang ada di depan tenda masih asik bermain gelembung air.


"Kita harus pulang," ucap Liliana langsung menarik perhatian Andi dan Aliana hingga kedua orang itu pun menghentikan permainan mereka lalu mereka menghampiri Liliana.


"Duduklah di sana, biar aku yang membereskan semua ini," ucap Andi langsung membuat Liliana keluar dari tenda lalu dia duduk bersama dengan Aliana sementara Andi membereskan barang-barang mereka lalu memindahkannya ke mobil.


Setelah semuanya selesai, Ketiga orang itu pun meninggalkan tempat tersebut untuk kembali ke rumah masing-masing.


Dalam perjalanan, Aliana tidak lagi duduk di belakang bersama dengan Liliana, tetapi gadis kecil itu memilih duduk di kursi kemudian di depan sembari bercerita dengan Andi.


Karena saat itu, Liliana sedang mengingat bagaimana dia melihat Andi bermain bersama dengan Aliana.


'Kenapa sekarang hatiku menjadi ragu dan kacau? Kenapa sosok pria yang kucintai kini benar-benar terpatri dan terlihat di dalam tubuh pria yang seharusnya aku benci?' ucap Liliana dalam hati sembari mengulurkan tangannya memijat keningnya dan dia benar-benar tidak mengerti dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Sampai Liliana tiba di rumah, barulah perempuan itu berhenti memikirkan perkara Andi dan dia kemudian segera memasuki rumah bersama-sama dengan Aliana dan cepat-cepat bersiap untuk berangkat ke kantor.


Saat perempuan itu hendak meninggalkan rumah untuk pergi ke kantor, dia menghentikan langkahnya yang hendak memasuki mobil ketika Aliana berlari dari dalam rumah sembari berteriak, "kakak!"


Liliana berbalik menatap Aliana, "ada apa?" Tanya Liliana.


"Kak Andi menyuruhku untuk memotret Kakak saat hendak berangkat bekerja," ucap Aliana langsung memotret perempuan yang berdiri bingung di tempatnya.


Cekrek!


"Kenapa dia menyuruhmu memotret?" Tanya Liliana yang merasa heran.


Tetapi Aliana hanya menggelengkan kepalanya lalu gadis kecil itu menyimpan ponselnya sembari berkata, "hati-hati di jalan Kak, nanti aku akan membuatkan cemilan yang enak untuk kakak!!!"

__ADS_1


Setelah berbicara, Aliana langsung berlari masuk ke dalam rumah meninggalkan Liliana yang masih merasa heran dengan sikap gadis kecil itu dan terlebih dengan perintah yang diberikan oleh Andi pada gadis kecil itu.


Tetapi Liliana tidak terlalu lama memikirkannya, dan perempuan itu hanya masuk ke dalam mobil lalu berkendara menuju kantornya.


__ADS_2