
Setelah Andi meninggalkan kamarnya, maka Liliana menyekah air matanya, lalu perempuan itu pun duduk di tempat tidur menatap ayahnya yang berdiri menatapnya.
"Maafkan aku ayah," kata perempuan itu dengan suara yang serak dan lemas sembari mengatur nafasnya yang terasa agak berat.
Dika memegang tangan putrinya, lalu pria itu menatap mata putrinya yang berkaca-kaca, "Sebenarnya apa yang terjadi? Ayah masih belum bisa mengerti semuanya, Mengapa kau jadi begini?" Tanya Dika yang tidak mengerti mengapa putrinya bisa melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.
Padahal, perempuan itu jelas tahu bagaimana menderitanya mereka saat kejadian sebelumnya di mana perempuan itu hamil diluar nikah, Bahkan mereka harus pindah kota dan melakukan kebohongan yang menyakitkan pada Aliana.
"Maaf, semuanya terjadi di luar kendaliku, karena ayah tahu sendiri dia sangat mirip dengan Andi dan,,, saat itu aku mabuk di kantor karena pekerjaanku sangat berat, lalu aku akhirnya tidak bisa menahan diri pada pria itu. Maaf,, aku sangat menyesal, tapi sekarang aku sedang mengandung anaknya dan dia juga sangat baik padaku. Aku,,, Aku tidak bisa mengabaikannya," kata Liliana sembari meneteskan air matanya, dia sadar betul apa yang terjadi, tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan perasaannya dan hanya bisa memohon pada ayah dan ibunya agar kedua orang itu merestui mereka.
__ADS_1
Dika yang melihat putrinya sangat berat menghadapi masalah yang sedang dialaminya langsung memeluk perempuan itu dengan erat.
Dia menepuk-nepuk punggung Liliana sembari berkata, "Ayah sangat marah, Ayah marah pada diri ayah sendiri karena tidak bisa menjaga Putri Ayah dengan baik. Ini kedua kalinya Ayah membiarkanmu melakukan kesalahan yang begitu besar yang membuat hati ayah begitu sakit. Tapi,, kalau kau bahagia bersama dengan Andi, maka Ayah tidak akan melakukan apapun untuk mendapatkan kebahagiaan untukmu."
Liliana yang mendengarkan ucapan ayahnya benar-benar terharu sehingga perempuan itu tidak bisa menahan diri dan dia kembali menangis diperlukan ayahnya.
"Hikss,, hiks,, hiks,, ayah,, maaf," kata perempuan itu yang entah kenapa sekarang dia telah menyesali perbuatannya, seandainya dulu dia bersikap sangat tegas maka semua ini tidak akan terjadi, keluarga mereka tidak akan dipermalukan dengan dia yang hamil diluar nikah.
Perempuan tak tahu malu yang pergi merayu pasangan orang lain sampai hamil!
__ADS_1
"Jangan menangis Lagi, tidak bagus untuk kesehatanmu dan bayi yang kau kandung," Kata Dika sembari melepaskan pelukan mereka lalu dia menyeka air mata putrinya dan benar-benar sedih melihat putrinya yang tampak begitu buruk.
Liliana berusaha mengganggukan kepalanya, tetapi perempuan itu tetap meneteskan air matanya hingga membuat Dika merasa khawatir.
"Tenangkan dirimu, kalau ibumu bangun dan melihatmu seperti ini, dia akan pingsan lagi," ucap Dika.
Liliana yang mendengarkan itu menatap ke arah ibunya, sehingga perempuan itu kemudian menyeka air matanya dan dia menghembuskan nafas yang panjang beberapa kali untuk membuat dirinya tenang.
Setelah merasa lebih tenang, barulah perempuan itu meneguk air putih dan duduk menatap ayahnya yang sedang mengoleskan minyak kayu putih ke hidung Tiara.
__ADS_1
'Aku memang sudah salah, seharusnya dari dulu Aku mengatakan apa yang terjadi pada Ayah. Tapi sekarang semuanya sudah begini, aku sudah mengandung dan aku harap bayiku ini akan lahir dengan seorang ayah.' ucap Liliyana dalam hati sembari menoleh ke arah pintu dan perempuan itu menunggu Andi kembali menghampiri mereka agar dia bisa mengetahui kabar tentang orang tua pria itu.