
Cret cret cret...
Liliana memberi coretan centang pada setiap kolom yang telah Ia buat sebagai pertanda bahwa semua barang-barang yang tercatat Di sana telah Ia rapikan dengan baik.
Setelah itu, Liliana berpindah ke bagian gudang yang lain dan melihat bahwa masih ada banyak bagian dari gudang itu yang belum selesai dirapikan, padahal jam pulang sebentar lagi tiba.
Maka sambil menghela nafas, Liliana kembali melanjutkan pekerjaannya sembari melupakan segala sesuatu yang membuatnya sedih, dan berusaha untuk fokus hanya pada pekerjaannya saja.
Buk!
Buk!
Buk!
Satu persatu barang yang besar ditumpuk dengan rapi dan satu persatu barang-barang yang kecil disusun dengan rapi, lalu disortir berdasarkan jenise masing-masing dan dicatat ke buku catatan yang sedari tadi pagi dipegang oleh Liliana.
__ADS_1
Hal itu terus berlanjut sampai akhirnya perut Liliana terasa keroncongan dan perempuan itu merasa sangat lapar.
"Hah,, aku lapar," ucap Liliana akhirnya berjalan meninggalkan tempat ia berada dan melihat salah satu jam yang dipasang di dalam gudang sudah menunjukkan pukul 20.00.
"Astaga," ucap Liliyana yang kini tersentak kaget dengan waktu yang begitu cepat berlalu.
"Kalau aku keluar untuk makan malam, maka gudang ini tidak akan selesai dirapikan!" Ucap Liliana kembali berlari ke tempat sebelumnya ia berada dan dia kemudian kembali merapikan barang-barang yang ada di sana.
Perempuan itu bekerja dengan sangat giat, sementara dari sebuah ruangan, Andi yang duduk di sana menyalakan layar monitornya dan melihat CCTV gudang yang memperlihatkan Liliana yang bekerja sangat keras.
'Dia tidak pergi makan malam?' ucap Andi dalam hati sembari mencibir pada perempuan yang terlalu bodoh itu.
Tetapi, beberapa saat kemudian pria itu menghela nafas dan mengambil ponselnya lalu menelpon seseorang untuk membawa makanan ke gudang.
Orang yang disuruh oleh Andi ialah Angga, sehingga pria itu merasa heran dengan hal tersebut, tetapi dia tetap melaksanakan perintah atasannya lalu membawa makanan ke gudang.
__ADS_1
Kedatangan Angga membawa makanan membuat Liliana kebingungan karena tidak menyangka bahwa pria itu akan datang membawakannya makanan.
"Ini makanan untuk mu," ucap Angga menyerahkan makanan pada Liliana dengan Liliana yang menerima makanan itu menatap Angga dengan bingung.
"Kau,, Terima kasih sudah membawakanku makanan," ucap Liliana langsung membuat Angga tersenyum tipis sembari menganggukkan kepalanya.
Pria itu ingin mengatakan bahwa bukan keinginannya lah yang datang untuk membawakan makanan itu tetapi karena perintah dari atasan mereka.
Namun, karena tadinya dia dipesankan agar tidak mengatakan apapun tentang makanan itu, maka Angga yang menganggukkan kepalanya kemudian berkata, "masih banyak yang harus kau kerjakan, Jadi kau perlu stamina untuk melakukannya. Di dalam situ juga ada minuman penambah stamina, jadi semangatlah bekerja."
Liliana yang mendengarkan itu merasa sangat senang hingga dia menganggukkan kepalanya dan melihat Angga telah pergi darinya dengan Liliana yang terdiam di tempatnya memandangi pria itu.
'Dia sangat perhatian,' ucap Liliana dalam hati sebelum berbalik pergi ke sebuah meja, lalu dia duduk di sana memakan makanan yang diberikan oleh Angga.
Setelah makanan itu habis, Liliana kemudian melanjutkan pekerjaannya sembari menahan kantuknya.
__ADS_1
"Astaga,, Sekarang sudah pukul 3, tapi pekerjaan di sini masih begitu banyak!" Ucap Liliana ketika dia merasa begitu lelah dan mengantuk namun masih ada banyak yang harus ia kerjakan.
Maka perempuan itu pergi ke toilet membasuh wajahnya berharap air dingin yang menyentuh kulitnya akan memberinya kesegaran, lalu perempuan itu kembali menyemangati dirinya sendiri dan mengerjakan pekerjaannya.