Merampas Perjaka Manager Galak

Merampas Perjaka Manager Galak
84


__ADS_3

"Ada apa?" Tanya Andi.


"Tidak," jawab Liliana dengan singkat.


👄👄👄


Andi yang mendengarkan jawaban Liliana bisa melihat bahwa suasana hati perempuan itu sangat tidak baik sehingga dia pun berpindah ke samping Liliana dan memeluk perempuan itu.


"Ada apa? Jangan bersikap seperti ini dan katakan padaku apa yang membuat hatimu terluka? Aku sudah berjanji padamu bahwa akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu, Jadi kalau kau memerintahkan sesuatu, aku pasti akan menuruti semuanya," ucap Andi yang berharap dia bisa memperbaiki suasana hati perempuan itu..


Tetapi Liliana hanya menggelengkan kepalanya dengan tangan perempuan itu pun beralih melepaskan pelukan Andi di pinggangnya karena ia melihat Aliana sudah keluar dari kolam dan berlari ke arah mereka.


"Kakak!!!" Seru gadis kecil itu langsung membuat Andi akhirnya berdiri lalu dia mengambil handuk dan menghampiri gadis kecil itu.

__ADS_1


Andi mengelap tubuh gadis kecil itu sebelum membalutnya dengan handuk lalu membawa gadis kecil itu ke pangkuannya.


"Sudah puas berenangnya?" Tanya Andi sembari mencubit pelan pipi Aliana.


Aliana menggelengkan kepalanya, "belum puas, nanti mau berenang lagi!!! Tapi kenapa Kakak baru kembali? Apakah ada sesuatu di rumah sakit?" Tanya Aliana.


Andi yang mendengarkan itu menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak ada yang terjadi," jawab Andi sembari melemparkan senyumnya menatap gadis kecil itu.


Ucapan gadis kecil itu langsung membuat Andi mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Liliyana, tepat ketika dia menatap Liliana, perempuan itu langsung membuang muka sehingga dia langsung mengetahui apa yang membuat perempuan itu berada dalam suasana hati yang buruk.


"Ah ya, itu,, ada teman kakak yang merupakan seorang dokter, dan dia membutuhkan bantuan kakak. Oya, kau bilang mau berenang lagi? Sebentar lagi sore, nanti kalau sudah sore kau tidak boleh berenang lagi sebab akan membuatmu masuk angin," ucap Andi langsung membuat gadis kecil yang ada di pangkuannya merosot turun dari pangkuan pria itu lalu melepaskan handuknya dan berlari ke kolam renang.


Melihat Aliana yang telah pergi, maka Andi langsung pindah tempat duduk ke samping Liliana dan memegang tangan perempuan itu.

__ADS_1


Liliana pun menatap ke arah Andi, dan terlihat jelas kilatan mata perempuan itu masih berada dalam suasana hati yang buruk.


Oleh sebab itu, Andi dengan cepat berkata, "Maaf, aku tidak berniat membohongimu karena aku hanya tidak mau kau memikirkannya. Ayahku masuk rumah sakit, dan dia sedang dalam keadaan koma, ibuku yang berjaga di sana juga pingsan beberapa kali karena aku membatalkan pernikahanku dengan Meliana. Oleh sebab itu kamu aku harus sering-sering ke rumah sakit sehingga--"


"Apa?!" Sela Liliana yang terkejut mendengar kabar dari pria itu.


"Ya, saat makan malam kemarin, aku mengatakan pada semua orang Untuk membatalkan pernikahanku dengan Meliana, sehingga membuat penyakit ayahku kambuh dan dia sedang dalam keadaan tidak baik. Maaf karena tidak menceritakannya padamu, aku pikir kau mungkin akan khawatir jika mendengar berita ini," ucap Andi yang tidak mau jika perempuan itu akhirnya memiliki pikiran lain, apalagi sampai menjauhinya ketika perempuan itu tahu bahwa ayahnya berada dalam keadaan buruk setelah dia membatalkan pernikahannya dengan Meliana.


"Itu,," Liliana tidak tahu harus berkata apa, perempuan itu terdiam di tempatnya dan pikirannya melayang-layang memikirkan ucapan Andi yang baru saja keluar dari mulut pria itu.


'kalau ayahnya sampai masuk rumah sakit karena pernikahannya dibatalkan, maka pasti,,,' Liliana menelan air liurnya dan perempuan itu pun melepaskan tangannya dari genggaman tangan Andi lalu dia pun berdiri meninggalkan pria itu.


Andi yang melihat kepergian Liliyana hendak mengejar perempuan itu, tetapi melihat bahwa perempuan itu perlu sendirian, maka dia akhirnya menahan diri dan hanya duduk di tempatnya sembari menatap ke arah kolam di mana Aliana masih asyik berenang.

__ADS_1


__ADS_2