
"Apa?!!!"
"CEO Punya saudara kembar?"
"Aku tidak pernah mendengar CEO punya saudara kembar, tapi,,, kalau kembaran CEO adalah tunanganmu, kenapa selama ini dia memperlakukanmu dengan sangat buruk?" Tanya salah satu perempuan yang ada di sana dengan tetapannya menatap Liliana dengan dalam.
Liliana tersenyum kikuk, "Ahh, itu--"
"Jangan-jangan dia cemburu karena kau bertunangan dengan tunangannya?!!" Sela Michelle yang mengatakan praduganya terhadap hal yang mereka bicarakan.
Liliana langsung melambaikan tangannya sebagai pertanda bahwa apa yang dikatakan Michelle itu tidak benar lalu perempuan itu pun berkata,"Uh,, tidak,, Jadi sebenarnya ada kesalahpahaman, CEO dan tunanganku itu memang saudara kembar, tapi mereka terpisah sejak kecil sehingga tidak mengenal satu sama lain. Jadi--"
"Apa?!!"
"Jadi itulah sebabnya kepribadian mereka sangat berbeda, karena mereka dirawat oleh orang yang berbeda. Tapi ini sangat dramatis Aku jadi penasaran Bagaimana ceritanya."
"Ya, Coba ceritakan sedikit pada kami."
Liliana yang melihat antusias semua orang ingin mengetahui ceritanya pun menceritakan Bagaimana kedua orang itu akhirnya bisa saling berpisah Di rumah sakit. Dan bagaimana dramatisnya ketika Tunangannya meninggal dunia.
__ADS_1
Semua teman-teman Liliana yang mendengarkannya merasa sedih untuk kedua orang itu, tetapi Michelle yang ada di sana pun dengan cepat berbicara, katanya, "lalu, Apakah sekarang CEO kita sudah mengetahui kalau kau adalah mantan tunangan dari saudara kembarnya?"
Liliana mengganggu dengan, pelan, "ya," jawab Liliyana dengan singkat yang tidak mau menceritakan tentang pernikahannya dengan Andi pada orang-orang yang ada di hadapannya.
"Ahh,, lalu apa reaksinya ketika mengetahuinya?" Tanya Michel yang begitu penasaran.
Liliana baru akan menjawab ketika di tiba-tiba saja fokus sama orang tertuju pada Aliana yang berjalan menghampiri semua orang sembari membawa satu toples cemilan dan di belakangnya ada Tiara yang juga membawa minuman untuk semua orang.
"Kakak, ini mau ditaruh di mana?" Tanya Aliana langsung membuat Liliana menunjuk ke arah tengah meja lalu gadis kecil itu pun meletakkan cemilannya di tengah meja.
"Anak yang sangat lucu, Siapa namamu?" Tanya soal seorang perempuan sembari mencubit pipi Aliana yang tampak menggemaskan.
Melihat semua orang tidak menanyakan apapun bagi, maka Liliana pun bernafas dengan lega, lalu dia melihat ibunya meninggalkan mereka dan datang lagi membawa beberapa cemilan yang diletakkan di atas meja.
"Kalian berbincang-bincanglah, jarang sekali Liliana membawa temannya ke rumah, Jadi Hari ini saya merasa senang ada banyak orang yang datang di rumah ini," ucap Tiara langsung diangguki oleh semua orang.
"Terima kasih Tante."
"Terima kasih Tante."
__ADS_1
Setelah Tiara pergi, Liliana tiba-tiba saja berkata, "Apakah nanti Saat Kakakku menikah Kalian juga akan datang?"
Pertanyaan Aliana langsung membuat semua orang menatap ke arah Liliana dan Liliana pun terkejut bahwa adiknya tiba-tiba akan berbicara seperti itu.
"Kau akan menikah?" Tanya Michelle sembari menatap Liliana dengan seksama.
"Ya!! Kakak ku akan menikah minggu depan!!!" Seru Aliana merasa sangat senang.
"Itu,,," Liliana tidak tahu harus berkata apa lagi, tetapi Aliana kembali lagi berbicara membuat semua orang terbungkam.
"Kakakku benar-benar akan menikah, dia akan menikah dengan Kakak Andi, manajer Kakak di kantor!!" Kata gadis kecil itu yang begitu bahagia bahwa kedua orang itu akan menikah, karena Andi memperlakukannya dengan baik jadi hal itu membuatnya selalu bersemangat setiap kali membahas pernikahan kedua orang itu.
Tetapi semua orang yang ada di sana yang mendengarkan Aliana, mereka ter berbengong di tempat mereka dan menatap ke arah Liliana untuk mendapatkan penjelasan dari Liliana.
Sementara Liliana yang ditatap semua orang, dia merasa kikuk dan tidak tahu harus berkata apapun lagi, padahal dia berencana untuk tidak mengatakan pernikahannya pada siapapun, setidaknya sampai bayi Mereka lahir dan dia bisa mengatakan pada semua orang bahwa Aliana adalah anak gadisnya.
Tetapi sekarang, semua orang yang ada di hadapannya sudah mengetahuinya, dan pastilah beritanya akan dengan cepat menyebar di kantor.
Yang membuat perempuan itu lebih c3mas lagi ialah Andi, pria itu pasti akan mendapat sorotan negatif dari semua orang-orang yang ada di kantor, padahal pria itu adalah CEO.
__ADS_1