
Clek!
Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Andi yang keluar dari kamar mandi dengan wajah yang begitu dingin seolah-olah pria itu tidak mengharapkan dirinya diganggu oleh siapapun.
Sementara itu, Meliana yang melihat pria itu merasa begitu penasaran Jika saja ada yang disembunyikan pria itu dalam kamar mandi sehingga dia berkata, "Ibu mencarimu di bawah, dan aku harus ke kamar mandi."
"Jangan gunakan kamar mandi pribadiku!" Ucap Andi mengunci pintu kamar mandi itu lalu pria itu kemudian pergi meninggalkan Meliana yang begitu kesal di tempatnya.
Dia sangat ingin merebut kunci dari Andi supaya dia bisa membuka pintu kamar mandi itu dan melihat jika ada seseorang yang disembunyikan pria itu di dalam sana.
Tetapi merasa bahwa hal itu hanya sia-sia saja karena dia tidak mungkin mengalahkan pria itu, maka dia menggertakan giginya lalu berbalik untuk kembali ke lantai bawah, namun dia masih memperlambat langkahnya untuk memperhatikan kamar Andi.
Perempuan itu mengerutkan keningnya ketika ia melihat sebuah lipstik yang terletak di atas meja hingga dia dengan cepat menghampiri meja tersebut Lalu mengambil lipstik yang ada di sana.
__ADS_1
"Ini,," perempuan itu teringat akan warna lipstik yang dipakai oleh Liliana ketika dia memergoki kedua orang itu begitu lama di dalam ruangan Andi.
Perempuan itu menyimpan lipstik tersebut lalu dia turun ke lantai bawah dan dia kebingungan ketika tidak mendapati lagi Ibu mertuanya.
"Ibu ada di mana?" Tanya Meliana sembari menoleh ke arah Andi yang saat itu sedang membereskan gelas kotor yang ada di atas meja.
Andi yang mendengarkan pertanyaan itu tidak mengatakan apapun, Tetapi dia hanya berjalan ke dapur untuk mencuci gelas itu sementara Meliana mengambil ponselnya untuk menghubungi Ibu mertuanya.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Ibu ada di mana?" Tanya Meliana dengan Andi yang ada di dapur mendengarkan percakapan perempuan itu sebab tentunya dia juga penasaran kemana ibunya pergi sehingga tidak ada lagi di sana.
__ADS_1
"Ahh,, jadi ibu sudah pulang, kalau begitu ibu hati-hati di jalan. Aku akan mengunjungi Ibu besok siang," ucap Meliana lalu mematikan panggilan telepon itu.
Setelah itu, Meliana menoleh ke arah paper bag yang tadi ia lihat dan cepat-cepat pergi mengambil tas tersebut, saat ia membuka isinya perempuan itu sangat terkejut mendapati ada sepasang pakaian kantor di dalam, dan make up.
"Milik siapa ini?!" Tanya Meliana sembari mengangkat paper bag itu dan menunjukkannya pada Andi yang tengah berada di wastafel.
Andi yang mendengarkan pertanyaan itu tidak mengatakan apapun, dan dia hanya cepat menyelesaikan pekerjaannya lalu dia berbalik dan melihat Meliana kini berjalan ke arahnya sembari memegang paper bag yang tadi dibawa oleh Liliana.
Melihat Meliana menyentuh barang Liliyana, maka pria itu menjadi kesal dan langsung merampas terbaik itu dari tangan Liliana.
"Kau keluar dari rumahku, dan jangan menyentuh apapun lagi di rumahku!!" Teriak Andi dengan suara yang begitu marah menatap perempuan lancang yang ada di depannya.
Meliana yang mendengarkan teriakan itu sangat terkejut, hingga perempuan itu menggertakkan giginya lalu balas berteriak pada Andi, "Kenapa aku tidak boleh menyentuh barang-barangmu?! Aku adalah tunangan mu, cepat atau lambat kita akan menjadi sepasang suami istri, Jadi tidak ada salahnya kalau aku menyentuh apapun yang kau miliki!!! Juga, kalau kau berani menyembunyikan perempuan di belakangku, maka Jangan harap aku akan membiarkan perempuan itu, aku akan membuatnya--"
__ADS_1
"Diam!!" Bentak Andi