
Ding dong...
Ding dong...
"Ada tamu!!!" Teriak Aliana yang saat itu duduk di depan TV ketika dia mendengar bunyi bel rumah yang dibunyikan oleh seseorang.
Melihat kakaknya berdiri untuk membuka pagar, Maka gadis kecil itu pun ikut berdiri menyusul kakaknya.
"Bolehkah aku yang berbicara?" Tanya Aliana saat ia melihat kakaknya hendak menekan tombol pada layar monitor untuk melihat Siapa orang yang berada di pintu gerbang.
"Tentu," ucap Liliana kemudian membiarkan Aliana yang berbicara sementara itu, Zaskia yang baru saja keluar dari kamar juga menghampiri kedua orang itu karena penasaran dengan tamu yang datang ke rumah mereka.
"Siapa di sana?" Tanya Aliana dengan penuh semangat.
"Selamat pagi, Apakah orang tuamu ada di rumah?" Suara seorang perempuan dari speaker monitor.
"Ya!!! Dia ada di sini bersamaku, anda siapa?" Tanya Aliana.
"Saya dari butik xx, datang kemari untuk membawakan gaun pengantin yang hendak dicoba oleh Nona Liliana," jawab Sang Perempuan.
__ADS_1
"Silakan masuk," kata Zaskia kemudian menggenggam tangan Aliana dan menuntun tangan gadis kecil itu menekan sebuah tombol pada layar monitor agar pagar otomatis mereka terbuka.
"Wah,,, ini sangat canggih, lihat pagarnya, pagarnya terbuka secara otomatis!!!" Ucap Aliana yang baru pertama kali melihat kecanggihan tersebut.
"Iya, sekarang ayo kita keluar, gaun pengantin kakakmu sudah datang," kata Zaskia langsung membuat Aliana bersorak senang lalu gadis kecil itu pun berlari keluar rumah.
Sebuah mobil van berwarna putih pun berhenti di halaman rumah mereka, lalu pemilik mobil keluar dari sana dan mengangkat beberapa gaung yang akan dicoba oleh Liliana.
"Wah!! Wah! Wah!!! Gaunnya sangat cantik,!!!" Seru gadis kecil itu.
"Halo, di mana Kami akan menaruh gaun-gaun ini?" Perempuan bernama Anisa yang sedang memegang dua buah gaun di tangannya dengan seorang laki-laki berada di belakang perempuan itu memegang beberapa gaun.
Setelah duduk di sofa, Liliyana memperhatikan banyaknya gaun yang dibawa oleh kedua orang itu, karena setelah mereka masuk, kedua orang itu masih beberapa kali kembali keluar dan membawa gaun-gaun lain.
"Kenapa ada begitu banyak gaun?" Tanya Liliana.
"Ah, Tuan Andi memang menyuruh kami membawa semua koleksi terbaru kami supaya Nona bisa melihat sendiri dan memilih gaunnya. Di sini juga ada gaun khusus untuk anak berusia 5 tahun," kata Anisa.
"Itu untukku?!!" Tanya Aliana menatap Liliana dengan wajah gembiranya.
__ADS_1
"Ahh,, ya, itu untukmu sayang," jawab Liliana.
"Hore!!!!" Dengan perasaan yang begitu gembira sebab dia juga akan memilih gaun untuk ia kenakan di acara pernikahan Liliana dan Andi.
"Kalau begitu, cobalah gaunnya sekarang," kata Zaskia.
"Ahh, ya," Liliana mengganggukan kepalanya.
Zaskia pun berdiri, lalu dia membuka salah satu kamar tamu yang ada di lantai 1 supaya dapat digunakan oleh Liliana untuk mencoba pakaian yang ada di sana.
"Aku akan memanggil kakek!!!" Seru Aliana pun pergi berlari ke kamar Hakim untuk memanggil pria itu.
Sementara Liliyana, ia dibantu oleh Anisa dan juga Zaskia memasuki kamar tamu yang dibuka oleh Zaskia lalu perempuan itu pun mencoba salah satu gaun yang ada di sana.
"Tolong hati-hati memakaikannya," ucap Zaskia pada Anisa karena dia cemas kalau sampai Liliana terluka.
"Baik Nyonya," jawab Anisa.
Maka setelah mencoba satu gaun, Liliana pun keluar dari kamar dan melihat ayah mertuanya dan juga Aliana menatapnya dengan mata berbinar-binar.
__ADS_1
"Cantik!! Kakak sangat cantik!!!" Seru Aliana langsung berlari mendekati Liliana dan mengelilingi tubuh Perempuan itu untuk melihat Liliana dari seluruh sudut.