
"Zaskia harus mengetahui ini supaya dia tahu, supaya dia tidak berusaha lagi menjodohkan anaknya yang cacat itu dengan perempuan dari keluarga manapun!!! Itu sangat merugikan bagi keluarga perempuan!!!" Ucap Ibu Meliani dari seberang telepon langsung membuat tangan Zaskia yang memegang ponselnya kini gemetar dengan telinga yang berdengung.
"Bu," ucap Andi berusaha menyadarkan perempuan itu Sebab Dia pun tidak mendengarkan apa percakapan antara perempuan itu dengan orang yang berteleponan dengannya.
Zaskia dengan mulut gemetarnya menatap putranya, lalu perempuan itu pun menurunkan tangannya yang memegang ponsel sembari berusaha berbicara, katanya, "kau,, kau,, apa yang kau katakan pada keluarga Meliani Untuk membatalkan pernikahanmu?!!!"
Andi yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya, dan tentunya dia tidak mau membicarakan masalah itu dengan ibunya.
Oleh sebab itu, Andi berkata, "ibu, bukan masalah besar, aku hanya merasa bahwa aku tidak cocok dengannya." Ucap Andi.
Zaskia yang mendengarkan ucapan putranya benar-benar tidak percaya sehingga dia menetes tangan pria itu, "Jangan bicara lagi pada ibu, bisa-bisanya kau menyembunyikan banyak sesuatu dari ibu?!!!" Bentak Zaskia pada putranya lalu perempuan itu pun pergi meninggalkan putranya dengan langkah linglungnya.
__ADS_1
Andi mengejar perempuan itu, namun ia berhenti setelah melihat ibunya memasuki toilet perempuan.
Dia merasa khawatir dengan ibunya, tapi dia pun tidak mungkin memasuki toilet tersebut sehingga dia menunggu saja di luar toilet dengan Zaskia yang di dalam toilet kini menggerak-gerakkan jarinya di atas layar ponselnya.
Setelah beberapa saat, perempuan itu mengangkat ponselnya ke telinganya dan menunggu seseorang yang ia telepon menjawab panggilan teleponnya.
"Halo?" Jawab ibu Meliani dari seberang telepon.
"Ahh itu,, Maaf, tadi aku lupa mematikannya. Tapi,, ini--"
"Tolong katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Saat ini keluarga kami benar-benar berada dalam kondisi yang tidak baik, jadi tolong bantu aku sedikit saja," ucap Zaskia dengan tangan terkepal kuat dan mata perempuan itu menatap pantulan dirinya sendiri pada cermin yang terletak di hadapannya.
__ADS_1
"Itu,, hah,,, kami sudah memastikan nya dan,,, akan kukirimkan foto riwayat kesehatannya padamu," ucap Ibu Meliani yang tidak tega untuk memberitahu secara langsung tentang keadaan Putra Zaskia sehingga perempuan itu pun mematikan panggilan teleponnya.
Tut tut tut...
Setelah panggilan telepon ditutup, Zaskia langsung melihat layar ponselnya dan ketika sebuah pesan masuk ke ponselnya, perempuan itu dengan cepat mengklik gambar pada pesan tersebut.
Tubuh Perempuan itu langsung membeku ketika dia melihat riwayat kesehatan putranya, "ini,, bagaimana mungkin,, putraku,,, hiks,, hiks,," perempuan itu langsung menangis sembari memegang erat-erat ponselnya.
Beberapa orang perempuan yang ada di toilet itu juga menatap Zaskia, namun mereka tidak berani mendekati perempuan itu dan hanya diam saja menatapnya sampai akhirnya Andi memasuki toilet.
"Maaf, itu Ibu saya," ucap Andi langsung membuat semua orang memberi jalan pada pria tersebut dan beberapa orang juga keluar dari toilet tersebut.
__ADS_1
"Hiks,, hiks,,," Zaskia menangis dengan keras, "Bagaimana bisa seperti ini? Apa yang keluarga kita sudah lakukan sampai mendapat kemalangan seperti ini?!! Hiks,, hiks,," Zaskia menangis tak karuan, ia membayangkan suaminya yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit dan sekarang mendapat kabar bahwa putranya ternyata tidak akan bisa menghasilkan keturunan untuk mereka.