Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Pindah ke Apartemen


__ADS_3

Semua barang-barang nada sudah siap untuk di masukkan ke dalam mobil.


Sedangkan Ayana sudah siap dari tadi karena ia tidak membawa apapun.


Selama di kost-an ia juga meminjam pakaian Nada, karena ia belum belanja keperluannya sendiri,


sedangkan ia kabur tanpa membawa apapun, hanya sehelai pakaian yang melekat di tubuhnya,dan kartu tabungan yang ia miliki dari dulu.


"Ayo Ayana kita berangkat sekarang, supir kinar sudah menjemput tuh di depan!"


Nada langsung menggandeng tangan Ayana keluar dari kost-an sempitnya itu.


"benarkah?,apa kau sendiri sudah siap!"


"Sudahlah tenang saja!".


Keduanya langsung menuju ke tempat dimana mobil itu di parkiran, terdapat sebuah Mobil Alphard Vellfire berwarna hitam di situ,


Ayana hanya memandangnya sekilas,ia benar-benar tidak memahami mobil Tuan Muda, karena yang biasa ia pakai dengan Tuan Muda adalah mobil Mercedes Benz S-class Rata-rata mobil seperti itu yang ia pakai ke kantor,


Sedangkan mobil yang di pakaian sekarang adalah mobil bagian belakang yang selalu di gunakan untuk para Anak buahnya.


"Silahkan masuk Nona!"


Sapa supir pura-pura kinar itu,ia juga memakai pakaian biasa, tidak seperti biasanya ia memakai pakaian Seragam dan atribut lengkap saat bertugas di rumah Tuan muda,


Earphone Headsfree yang biasa ia gunakan pun ia letakkan di laci mobil.


"Terimakasih!"Jawab Nona Ayana.


Ini kah istri Tuan muda yang kedua itu?, ternyata memang benar ia tidak kalah cantik dari Nona Felly,


malah mungkin lebih manis dan anggun ini...


Supir ini sejak dulu penasaran dengan raut wajah Nona Ayana,di dalam rumah Tuan Muda ia hanya mendengar tentang namanya saja, Namun orangnya sendiri baru ia bertemu kali ini.


Keduanya sudah berada di dalam mobil, sedangkan supir masih memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi.


Setelah selesai memasukkan barang, supir langsung menghidupkan mobilnya menuju ke Apartemen, sedangkan Kinar sudah seperti seorang Tuan rumah di sana.


"Nada...!"Panggilan Kinar pelan.


"Iyah?"


Nada langsung menghadap ke arah Ayana yang memanggilnya itu.


"Aku merasa enek sekali!,aku ingin muntah...Huek... Huek!"

__ADS_1


Ayana yang sudah merasa mual di dalam mobil.


Dengan cepat Nada langsung mengambil sebuah kantong plastik hitam agar Ayana bisa leluasa muntah di dalam mobil.


Tuan Muda yang mendengarnya langsung merasa sangat bersalah, karena di saat kondisinya yang seperti ini,ia malah begitu jauh dari istrinya.


Tuan muda hanya mampu mendengar suara Ayana dari alat penyadap suara yang ia pasangkan di dalam mobil, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Tuan Muda dan supir itu.


"Ayo Ayana muntah lah!,kau tidak papa kan?"


Tanya Nada yang cemas sambil memijat leher Ayana dengan lembut.


"Sudah-sudah!,aku sudah tidak papa, mungkin karena efek habis makan tadi, jadi aku merasa enak sekali, maafkan aku!"


"Jangan katakan maaf ke padaku Ayana aku tidak suka!,aku ini sahabatmu!, bicaralah Kika kau menginginkan sesuatu ataupun mau muntah lagi yah!"


Ayana langsung memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di bahu Nada,ia sedang berusaha menenangkan diri dan mengantur nafasnya.


"Kau tidak papa kan?,jika kau ingin muntah bilang saja yah!"


Nada merasa sedikit cemas melihat Ayana yang tiba-tiba terpuruk.


Tuan Muda pasti sangat merasa khawatir di rumah,aku tidak tahu bagaimana ekspresinya, terlebih Nona Ayana sedang mengandung Anaknya sekarang...


Supir yang hanya terdiam dan fokus menyetir.


Aku benar-benar tidak bisa membiarkan semua ini...,


Aku benar-benar ingin menemuinya apa yang harus aku lakukan?


Tuan Muda terdiam duduk di sofa sambil mendengarkan Suara Ayana di dalam mobil itu,ia merasa cemas dan gelisah mendengarnya.


Tak lama kemudian Felly keluar dari kamarnya, dan membawa sebuah koper besar yang ada di tangannya itu.


"Tak usah menatapku!pergilah sekarang!"


Rey tanpa menatap Felly pun ia sudah tahu kalau Felly sedang menatapnya dan terdiam sambil memegangi koper, mungkin dia sedang berharap Tuan Muda akan mencegah kepergiannya.


Dia benar-benar tidak bisa memaafkan ku hah?..


Tanpa menjawab perkataan Reyhano, Felly langsung pergi meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu sebentar Felly!"


Reyhano menghentikan langkahnya kembali, membuat Felly yang mendengarnya langsung berhenti dan menatap Rey dengan penuh harap.


Apa dia berubah pikiran?

__ADS_1


Reyhano kembali mengulurkan tangannya,ini membuat Felly menjadi terseyum senang untuk menggapai tangan Reyhano kembali.


Dengan PD-nya Felly mengulurkan tangannya ke tangan Rey.


"Bukan tanganmu!,Aku hanya meminta kartu debit ku yang di pegang oleh mu selama ini!, berikan semuanya!"


Jahat banget si Rey,tega banget mengambil semua kartuku.....


"Kenapa kau terdiam?,Ayo berikan!"tatapan kebencian yang sudah di tunjukkan Reyhano Kepada Felly.


Felly langsung mengambil dompetnya, dan memberikan kartu-kartunya kepada Rey, dengan penuh rasa kesal dan sangat tidak rela.


Reyhano yang menerimanya langsung membuangnya ke tong sampah tepat di hadapan Felly.


"Tempat ini lebih layak menyimpan kartu-kartukku!,kau mengerti!"


Reyhano benar-benar gila yah,


ia tega sekali Kepadaku...


Apa rasa cintanya benar-benar sudah hilang untukku...


ia lebih memilih membuang kartunya dari pada di berikan kepadaku, sungguh gila...ini sungguh gila.


Dia sangat membenciku sekarang... semua ini pasti gara-gara Ayana kan...


Beginilah wanita yang tidak tahu diri!,ia sendiri yang menggalih Lunang dari awal rumah tangganya malah menyalahkan orang lain, justru Ayana adalah korban dari mu Felly, jadi kau yang menggali lubang maka kau lah yang akan masuk ke lubang tersebut,


karena pepatah mengatakan, sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai pasti akan tetap tercium juga.


Ini salahmu sendiri Felly,seandainya kau mau hamil dan tidak menyuruh suami mu untuk menikah lagi, maka Reyhano mungkin tidak akan jatuh cinta kepada Ayana seperti sekarang ini.


"Pergilah!, hidup yang bebas di luaran sana sesuka hatimu!, jangan pernah berani muncul di hadapanku lagi!,dan ingat!,carilah lelaki yang lebih kaya dariku untuk memenuhi semua kesenangan- kesenangan mu itu!"


Setelah mengatakan itu Reyhano meninggal Felly yang masih berdiri mematung memegang koper,


Ia langsung masuk ke kamar Ayana yang dulu,ia sudah merasa sangat jijik melihat wajah mantan istrinya itu.


Segitu kah dia sekarang?...., sampai tidak mau masuk ke kamarnya sendiri hah?


aku tahu Ayana pergi meninggalkan mu kan!, he'h...kau pikir setelah menceraikan ku kau akan mendapatkan Ayana Rey?..


tidak akan!, tidak akan aku biarkan hal itu terjadi...


Felly langsung pergi dari rumah waktu itu juga dengan keadaan kesal dan tidak terima.


Rey langsung duduk di atas ranjang dan menyenderkan kepalanya di bahu ranjang,ia kembali mendengar suara Ayana di dalam mobil,

__ADS_1


mendengar suaranya saja sudah membuat hati Reyhano lebih tenang, namun rasa kerinduan semakin meledak memenuhi seisi hatinya.


Mendengar suaranya mebuatnya begitu rindu sekali, namun ia masih mencoba menahannya, sampai kemarahan Ayana begitu mereda.


__ADS_2