Monopoli Cinta Tuan Muda

Monopoli Cinta Tuan Muda
Sikap Aneh Ray


__ADS_3

Hari sudah semakin sore, sepertinya enak jika menghirup udara segar di sekitaran taman.


Ayana mengikuti langkah kakinya menuju ke gazebo taman, masih membawa kedua buku yang belum selesai ia baca.


Duduk di sebuah Gazebo taman memanglah sebuah keberuntungan baginya,bisa menghirup udara segar dengan bebas tanpa ada yang mengganggu,(pikirnya).


Sepertinya Rey juga sedang sibuk di kamar, makanya kesempatan ini di gunakan Ayana untuk menghibur diri ataupun menenangkan diri di taman.


Taman yang penuh dengan pemandangan lengkap, banyak bunga dan pepohonan kecil yang menghiasi sekitaran taman.


Tak lupa percikan air mancur yang ada di taman juga semakin menambahi keindahan dan kesempurnaan pemandangan ini.


Sebenarnya, seberapa kayanya si keluarga ini?.


sampai taman saja seluas ini...


Mata Ayana berkeliaran memandangi pemandangan dari ujung ke ujung,ia merasa kehidupan disini sangatlah mewah.


Ia kembali melanjutkan membaca bukunya dengan penuh ketenangan dan suasana taman yang sangat asri dan nyaman.


Ray, kebetulan Ia melihat Ayana yang sedang duduk santai di gazebo taman,


Ia langsung saja mendekatinya dengan membawa secangkir kopi yang telah di sedu.


Sepertinya kegiatannya hari ini tidak terlalu sibuk, karena ia juga memiliki banyak Anak buah yang selalu taat dalam bekerja,jadi iya tidak terlalu ambil pusing untuk acara besok.


"Apa aku boleh duduk di sini!"


Sapa Ray yang tiba-tiba datang dan membuat Ayana kaget.


Bajunya yang sudah ganti membuat Ayana bingung lagi dan terdiam memandangnya.


Ia sedang berusaha membedakan mana kakaknya iparnya dan mana yang suaminya.


"Jangan menatapku terlalu lama!, aku kakakmu!"Ray tersenyum melihat Ayana yang terdiam bingung.


"Kakak,maaf!..duduklah!"Ayana langsung menundukkan kepalanya memberi hormat.


Aku kira dia telah mengenaliku...namun nyantanya dia hanya memandang dari pakaian yang aku pakai...


Ray itu sangat cerdik, tentunya paham dengan sikap Ayana yang mampu membedakannya tadi pagi.


"Kau suka sekali membaca buku?"Tanya Ray sambil menikmati secangkir kopinya.


"Iya..kak,aku suka sekali membaca buku, kadang mamah juga sering mengajakku membaca buku denganku di sini!"


"Syukurlah jika kau akrab dan dekat dengan mamah, namun.... apa yang kau sukai dari buku itu?, apakah begitu berkesan?"


Tanya Ray sambil menikmati kopinya kembali.


"Iya kak,aku suka sekali dengan karya-karya Rayhmes Wilson Cho,di dalam bukunya banyak sekali pesan-pesan yang berkesan dan menghibur".

__ADS_1


Kayanya Ayana merasa lebih tenang saat berbicara dengan Ray di bandingkan dengan suaminya sendiri, kenapa setiap kali Ia berbicara dengan suaminya rasanya jantunya berdebar begitu kencang!, perasaan apakah ini..?..


"Apa kau termasuk penggemarnya?"


ternyata dia tidak se dingin yang aku kira...,aku kira dia sama persis dengan suamiku..e.. maksudku manusia serigala itu... sialan itu... intinya dia yang menyebalkan itu..


"Iyah tentu saja kak,aku menggemarinya semenjak di bangku SMA, setiap kali aku mendapati bukunya... walaupun hanya satu buku saja di perpustakaan, entah kenapa rasanya aku sangat senang!"


"Benarkah..?"


Entah kenapa Ray tersenyum senang mendengar perkataan-perkataanya.


Ayana langsung tersenyum memandangi buku yang sedang ia pegang itu.


"Lalu apa yang kau inginkan darinya?"


"e... maksudnya kak?" Ayana yang merasa kurang mengerti dengan perkataanya.


"e... maksudku, kau sangat menggemarinya bukan?, setidaknya harapan apa yang kau inginkan darinya?"


"e... pengin ketemu mungkin!"


"terus kalau sudah ketemu?"


"Aku ingin sekali memeluknya".


eh apa yang aku katakan..gila yah!.. kalau aku keceplosan ingin memeluknya, aku pasti sudah gila...aku benar-benar gila...


Ray yang mendengarnya terbelalak sambil menaikkan alisnya.


Ayana sambil tersenyum dan menggaruk kepalanya karena bingung ekspresi apa yang sepantasnya ia tampakkan.


"Sudah itu saja?, apa tidak ada yang lain?"


entah kenapa Ray merasa greget dengan jawabannya yang singkat itu,


sebenarnya sejak tadi Ray ingin sekali terseyum lebar mendengar perkataan yang ingin memeluknya itu, namun ia mencoba menahannya.


"e.. tidak kak,Itu saja!,aku rasa bertemu dengannya saja tidak mungkin!"


eh... Kenapa aku terus berbicara lancar sejak tadi..


Ayana tanpa sadar mengoceh panjang lebar kan sejak tadi Ia berbicara dengan Ray.


"Apa kau ingin sekali bertemu dengannya?"Tanya Ray sekali lagi.


Ada apa dengannya?.. kenapa ia terus bertanya tentang penulis ini si...


apa dia itu sahabatnya?..atau teman dekatnya..?


"Iya kak..aku ingin sekali bertemu dengannya!"

__ADS_1


"Baiklah!, datanglah ke acara ku besok!,aku jamin kamu akan segera bertemu dengannya!"


Rey yang langsung menjanjikan dan pergi meninggalkan Ayana dengan keadaan terseyum lebar.


kenapa tingkahnya Aneh sekali si..., kenapa dia tertawa sendiri gak jelas,apa ada yang salah dengan penampilanku...


Ayana yang mencoba meraba-raba dirinya, ia berharap tidak ada masalah dengan penampilannya.


Ternyata sejak tadi ada yang memperhatikan Keduanya dari balik jendela kamar,


Keduanya yang terlihat semakin dekat itu, membuatnya semakin kesal dan mencengkramkan tangannya, mungkin rasa cemburu sedang melandanya sekarang.


*****


Hari berlalu,kini pesta Sejuta Buku sudah di persiapkan dan di gelar di sebuah gedung ternama dan terbesar yang ada ditengah kota.


Ribuan buku sudah berjejer dan tertata rapi di setiap rak panjang yang berlapis kaca.


Puluhan poster besar dengan wajah lelaki tampan yang tersenyum lebar menghiasi keindahan-keindahan buku yang tertata rapi itu.


Tertera nama besar yang bergelora dengan lantunan Rayhmes Wilson Cho,


Sedangkan orangnya sedang tersenyum sendiri gak jelas


ada apa dengan Tuan Muda, Kenapa dia senyum-senyum sendiri...


Ramz mencoba mendekati majikannya yang sedang duduk di kursi putar dan tersenyum-senyum sendiri gak jelas dari kejauhan sejak tadi.


"kenapa?.. apa ada masalah?"


Ray bertanya dengan santai saat melihat Ramz mendekatinya.


"Tidak Tuan!,apa... ada pekerjaan lain?, semua urusan Pesta Sejuta Buku sudah selesai dan sudah di persiapkan dengan baik oleh seluruh anak buah Anda!"


"Tidak!,istirahat lah dulu!, kerja yang bagus!,nanti akan aku beri tahu setelah ada pekerjaan lainnya!"


"Baiklah, kalau begitu saya permisi Tuan Muda!"


Ray menganggukkan kepala sambil mengibaskan tangannya mengusirnya dengan santai.


haha... seharusnya dia benar-benar memelukku nanti, tapi itu tidak mungkin,aku rasa Ayana tidak akan berani melakukannya...


padahal tertera jelas di matanya jika Ayana benar-benar penggemar lamaku...


dan aku penasaran bagaimana ekspresi wajah Adiku yang seperti batu itu jika aku mempersilahkan Ayana untuk memelukku nanti....


Ramz merasa aneh dengan tingkah Tuan mudanya yang terus terseyum itu,sambil pergi meninggalkannya.


Sebenarnya siapa si Ray dan apa hubungannya dengan Rayhmes Wilson Cho,apa dia adalah satu orang yang sama?..


*****"

__ADS_1


"Apa aku harus datang ke acara itu..?acara yang besar itu?, rasanya aku sangat ingin bertemu dengan Rayhmes Wilson Cho,apa kakak ipar benar-benar tidak berbohong kalau dia datang ke acara itu?"


Ayana, sedang menggerutu di depan cermin, sambil memandangi baju yang akan ia kenakan untuk datang ke acara itu.


__ADS_2