
Tuan Muda sedang fokus ke arah ponselnya,ia sedang melihat Ayana yang sedang menonton film di ruangan utama bersama Nada dan Kinar.
Ruangan ini memang terdapat kamera tersembunyi yang di gunakan untuk memantau Ayana, hanya Nada dan Kinar yang tahu, tentu saja Ayana tidak mengetahuinya.
"Permisi Tuan Muda!,ini ada dokumen yang sudah saya revisi sebelumnya, sebaiknya anda cek kembali!"
Bayu yang datang dan menaruh dokumen di atas meja kerjanya.
"Kau sudah merevisinya dengan baik?"
"sudah Tuan Muda!'
"Iya sudah duduklah!,aku sedang sibuk!"
"Kau sedang rapat online Tuan Muda?"
Bayu penasaran melihat Tuan muda yang sangat fokus melihat layar ponselnya.
"He'h .. tidak mungkin aku rapat di dalam ponsel, bukankah biasanya iPad!"
"Iya juga sih Tuan Muda!"
"Kau lihatlah iPad ku yang tergeletak di atas meja sofa!"
Bayu dengan senang hati menjalankan perintahnya,ia langsung berjalan menghampiri meja sofa
Bagaimana bisa retak begini...apa dia yang membantingnya...
"Kau sudah melihat?"Tanya Tuan Muda yang tidak mengalihkan pandangannya dari ponsel sama sekali.
"Sudah!"
"Kau sudah tahu apa yang kau harus lakukan?"
"Oh.. tentu saja Tuan Muda,aku tahu...aku harus membeli yang baru!"
"Nah pergilah!".
Cih dia mengusirku sekarang juga, bukanya dia menyuruhku untuk duduk tadi...
"Siap Tuan Muda ku tercinta..."
Rey hanya menaikkan alisnya memandang Bayu yang keluar ruangan.
lalu fokus kembali ke layar ponselnya.
*****
Menonton film lagi-lagi mengingatkan Ayana dimana saat ia menonton berdua bersama Tuan muda waktu itu,
__ADS_1
Menonton berdua dengannya yang di penuhi banyak drama di situ,
Ayana menjadi teringat akan dirinya yang berlari saat ketakutan menonton film horor dan memeluk suaminya begitu saja.
Terdapat raut wajah yang tampan yang sedang ia tatap disitu, wajah yang datar tanpa mempunyai rasa bersalah sama sekali saat ia sengaja mengasih film horor untuk Ayana.
Ayana tidak menonton film,ia memang menghadap ke layar Tv, namun pikirannya sendiri sedang memikirkan Tuan Muda saat menonton berdua bersama.
"Wah romantis sekali mereka berdua, sampai menonton film saja berpelukan pinggang istrinya begitu,ih aku jadi iri deh..."
Kinar yang menikmati romansa film itu.
"Wah aku seneng nih drama-drama seperti ini, yang lelakinya memang pura-pura tidak suka, tapi sebenarnya ia sangat mencintai wanita itu,ya....waluapun ia selalu bertingkah seolah-olah ia tidak suka kepada si perempuan,tapi padahal Ia sangat mencintainya dan dia selalu membuat perempuan itu Kesal, haha... menggemaskan sekali..!..."
Ayana yang mendengarnya terbengong ia merasa kalau kehidupannya memang sama seperti di film itu saat ini.
"kenapa kalian nonton film seperti ini!"
Ayana yang sudah tidak tertarik lagi menonton film romantis.
"Buat belajar Ayana, siapa tahu kita akan segera menikah nanti, iya gak?...,tuh terlebih Nada!,dia pasti akan segera menikah dengan Alan,iya kan Nad?"
"hehe...ya semoga saja yah,aku berjodoh dengannya!"
Sahut Nada kembali dengan senyuman penuh harapnya.
"Tuh lihatlah! lelaki bedebah itu...!,dia bilang tidak suka kan tadi kepada si cewek, lalu lihat itu... kenapa dia terlihat kesal dan sangat marah si cewek berciuman dengan mantan kekasihnya!,oh sungguh kisah cinta yang menarik..., padahal kan seharusnya jika dia memang tidak cinta seharusnya dia tidak tapi apa lihat kali ini aku bisa melihat cinta di matanya, lihatlah dia itu marah-marah gak jelas seperti orang Bodoh!...". Semakin Asik aja Kinar menonton filmnya.
"Ini bukan soal menjadi diri Nad,ini si lelaki sepertinya memiliki cinta yang terpendam,ia enggan untuk mengungkapkannya, tapi sebenarnya ia sudah jatuh cinta!".
Kinar yang lagi-lagi heboh dan merasa greget sendiri menontonnya.
Sementara Ayana menjadi terdiam melihat kisah ini,
Ia teringat kembali akan Tuan Muda yang sangat marah akan dirinya yang berciuman bibir Arga di kantor,
iya...walupun ini bukan kesalahan Ayana, namun cerita ini benar-benar mengingatkan hubungannya dengan suaminya itu.
Entah karena kebetulan atau bagaimana yang jelas ada kemiripan beberapa adegan peran di dalam film ini.
Kenapa film ini menyebalkan sekali, kenapa aku menjadi ingat Tuan Muda sekarang ini... aku tidak merindukannya kan...
Nada dan Kinar begitu asik menonton dan menikmati romansa cinta di dalam film ini cinta perjodohan,
sedangkan Ayana sendiri bukan terjerat cinta perjodohan melainkan ia sedang terlibat di dalam jeratan cinta berdusta.
Tak terasa air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya, ia tidak bisa menahan perasaannya sekarang,
yang jelas ia begitu sakit dan kecewa terhadap suaminya itu, namun di sisi lain ia terus saja memikirkannya dan bahkan ingin sekali bertemu dengannya walaupun hanya menatapnya dari kejauhan
__ADS_1
Sepertinya baby-nya sedang merindukan bapaknya Ayana, atau bahkan kau sendiri yang berusaha menahan perasaanmu yang sangat merindukan suami mu itu.
Ayana sudah berdiri meninggalkan tempat duduknya,
"Ayana kau mau kemana?"
"Aku tidak ingin menonton film ini"sambil mengusap air matanya.
"Ta...tapi ke kenapa Ayana?, kenapa kau menangis?"
"Iya Ayana kenapa kau menangis?"
Nada dan Kinar merasa bingung.
lalu ponsel Kinar berdering,
"Aku hanya tidak ingin mengingatnya..., kenapa aku selalu memikirkannya...aku benar-benar tidak bisa mengingatnya terus begini... kenapa nonton film begini sih...hiks... hiks..."
"Nyalakan Video rekaman Tuan Muda setelah Nona mengakui kalau ia sangat merindukan Tuan Muda.."pesan Danu
"baik pa!"Jawab Kinar.
Sepertinya mereka semua sudah merencanakan banyak hal waktu malam itu, saat Tuan Muda datang ke apartemen malam-malam.
"Apa kau sangat merindukan suamimu?"
Ayana berusaha untuk menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan Nada.
"Jawab dengan jujur Ayana kau sangat merindukan Tuan Muda kan?"Kinar ikut menimpali.
"Iya katakan saja Ayana!"
"Aku tidak tahu... kenapa aku selalu memikirkannya, Sedangkan dia itu jahat kepadaku...hiks..hiks...dia itu jahat...dia sangat jahat...!"Ayana sambil menangis.
"Ayana duduklah, tenangkan dirimu!,kau sedang hamil,jika bukan kau yang merindukannya maka mungkin baby-nya,maka lihatlah ini, untuk menghilangkan rasa rindumu!"
Ayana mengusap air matanya lagi,ia merasa bingung karena di suruh menghadap ke layar TV.
Melihat Wajah Reyhano membuatnya berdiri lagi,
"kenapa kau menunjukkan dirinya kepadaku,aku tidak ingin melihatnya!"Ayana yang masih menahan.
"Ayana aku mohon duduklah!, dengarkan dulu suamimu!"
Video rekaman mulai berputar,
"Ayana istriku maafkan aku...,aku memang telah berbohong kepadamu...tapi bukan berarti aku tidak tertarik kepadamu sejak awal!,... selama ini sikapku yang selalu semena-mena kepadamu itu adalah kebohongan,aku hanya suka melihat mu ketakutan agar kau menuruti perkataanku,aku juga suka melihatmu menangis tapi hanya menangis untukku,kau benar-benar menghiburku selama ini,kau benar-benar sangat manis saat aku pandang dari dekat... makanya aku selalu melakukan hal itu kepadamu... maafkan aku,aku benar-benar senang saat bersamamu.... rasanya senang sekali jika aku bermain-main denganmu,kau seperti air yang menghidupkan bunga mati kembali, aku juga sangat suka melihatmu marah-marah makanya aku menyimpan video itu waktu itu...,aku tahu kau pasti ingat kan?"
"apa yang aku lakukan itu ada alasannya Ayana..., ingat-ingat lah saat aku melakukan semua itu,apa kau tidak pernah memperhatikan tatapanku, seberapa senangnya aku menatapmu... Ayana Aku merindukanmu...aku sangat merindukanmu Ayana...!"
__ADS_1
Ayana semakin menangis karena ia benar-benar mengingat semua hal yang Reyhano lakukan kepadanya, memang ia melakukan hal itu semua dari mulai semena-mena sampai membuat Ayana kesal,
Tapi setelah itu ia akan menghibur diri dengan menyentuh Ayana lembut dan membuatnya bingung, karena ia selalu tersenyum tanpa alasan dan menatapnya lekat, lalu melakukan semuanya apa pun itu secara lembut dan halus penuh dengan kehangatan.