
Hidup bahagia adalah impian semua orang.
Begitu juga Ayana yang ingin hidup bahagia bersama orang yang ia cintai dan sayangi saat ini,
Ucapan semua orang bisa saja tidak,namun hati tidak bisa berbohong jika harus berkata Iya, karena hatilah yang utama, ia yang mampu merasakan akan apa yang di rasakan seseorang.
Dokter Kevin sudah pergi sejak tadi,ia juga harus kembali ke rumah sakit untuk menangani pasien barunya,
sedangkan Danu sudah pergi juga dari Apartemen untuk membeli resep obat yang tertulis di selembar kertas yang di berikan Kevin tadi siang.
Nada dan Kinar sedang menyiapkan makan malam untuk semuanya,
Sementara Ayana masih berada di dalam kamar,ia sedang menunggu dan menantikan kesadaran suaminya yang sedang sakit ini.
kenapa dia belum sadar juga?,....
dia baik-baik saja kan?...
Mendekat ke arah suaminya dan berdiri di samping ranjang tempat tidurnya,
Ia menatap suaminya lekat,rasa khawatirnya tidak bisa di bohongi lagi sekarang,sampai akhirnya ia menyentuh kepala suaminya dan mengecek suhu tubuhnya.
Suhu tubuhnya sangat panas,aku benar-benar tidak bisa melihatnya begini, hatiku memang sangat sakit,.
Tapi kenapa lebih sakit lagi jika aku melihat kondisinya yang seperti ini....
"Bangunlah!,aku mohon bangunlah!...., jangan membuatku khawatir seperti ini!"
Ayana yang mulai membelai kepala suaminya dengan lembut.
Melihat jam yang sudah menunjukkan waktu untuk makan malam, membuat Ayana akan keluar dari dalam kamar untuk membuat bubur untuk suaminya,
karena sebentar lagi jika ia sudah sadar,ia juga harus segera makan dan minum obat.
Tangan Ayana yang menyentuh tangan Reyhano membuat sedikit getaran di tubuh Rey!,
Tangannya kembali mencegat kepergiannya,, mungkin Rey juga sedang bermimpi untuk menahan Ayana pergi.
Membuat Ayana kembali menatap Rey lekat dengan penuh tanda tanya.
Namun matanya masih terpejam,ia hanya melihat tetesan air mata yang keluar dari matanya membasahi pelipisnya.
kenapa dia menangis...?
Tanya Ayana penuh dengan tanda tanya, kemudian tangan Rey kembali lemas dan melepaskan genggamannya.
Apakah dia sedang bermimpi....
Tanya Ayana sambil pergi meninggalkannya untuk membuatkan bubur.
"Bagaimana Tuan Muda?,apa dia sudah sadar Ayana?"
Tanya Nada yang melihat Ayana keluar dari dalam kamar, Kinar pun ikut penasaran dan mendengarkan jawaban Ayana.
__ADS_1
"Belum, Tuan Muda belum sadar...,ia masih terlihat sangat pucat, badannya juga masih panas!"
Ayana dengan wajah sedih yang ia tunjukkan kepada para sahabatnya ini.
"Iya ampun Tuan Muda, cepatlah sembuh...!"Jawab Nada.
"Aamiin"Kinar yang ikut mengamini.
"kalian sudah selesai?"Tanya Ayana datar.
"Sudah Ayana, apa kau memerlukan sesuatu? biar aku bantu!..."
"Tidak usah!, kalian duduk saja!,aku hanya akan membuatkan bubur untuk Tuan Muda meminum obat nanti!".
Ini yang aku sukai dari Ayana,dia itu sangat baik,aku tahu dia juga sangat mencintai Tuan Muda,
aku bisa melihat kekhawatirannya dari matanya itu
Setelah semua urusan makanan selesai,Nada dan Kinar langsung duduk di sofa ruangan utama Apartemen itu, mereka juga sedang menatap layar leptop masing-masing.
sepertinya perkerjaan kuliah mereka belum selesai,tapi di tinggal masak oleh mereka tadi.
Segera menyiapkan beberapa potong sayuran untuk di campurkan ke dalam bubur, ia memasak dengan penuh hati-hati dan perasaan.
Sudah hampir satu jam berlalu, masakan bubur Ayana sudah siap ia sajikan, tinggal ia bawa ke kamar untuk suaminya,
"Nada, Kinar, kalian makanlah dulu!,ini sudah malam!, jangan menungguku,aku akan makan jika aku benar-benar nafsu makan...!"
Ayana sambil membawa nampan menuju ke kamar.
"Pantas saja Tuan Muda tidak bisa kehilangan Ayana, selain cantik....lihatlah!, dia sangat baik dan bisa apa saja,Ayana juga terlihat mandiri kan,ia bisa mengurus suaminya dengan baik!" Nada terseyum menatap Ayana yang memasuki pintu kamar.
"Iyah,aku harap hubungan mereka akan segera pulih kembali,ya... walaupun Tuan Muda memang menyebalkan, tapi menurutku dia sangat mencintai Ayana kan?"
"Iya aku juga bisa melihat dari tatapan Tuan Muda saat menatap Ayana,ia terlihat sangat sayang kepada Ayana...!"
"Hust... kenapa kita jadi ngomongin orang?,Ayo.. sebaiknya kita makan malam,ini sudah malam!,aku lapar!"
"Iyah... Iyah..!"
Kinar dan Nada melangsungkan makan malamnya.
Tuan Muda masih terdiam memejamkan matanya,ia belum juga sadar membuat Ayana semakin gelisah.
kenapa dia belum bangun juga?,aku sangat takut dia kenapa-napa....
"Kemana si Danu?, kenapa dia belum balik juga?.."
Mengambil ponselnya dan mencoba bertanya tentang kabar Danu.
Rey tersadar dari pingsannya, kerena ia mendengar suara Ayana di telinganya yang melintas begitu saja mebuatnya berusaha untuk membuka matanya perlahan.
Melihat Ayana yang sedang berdiri di depan lemari rasanya ia ingin sekali memangilnya, namun ia mengurungkan niatnya, kerena lebih baik ia menatapnya saja dari kejauhan.
__ADS_1
Ayana....kau masih ada di sini?,aku benar-benar merasa senang...aku kira kau akan pergi meninggalkan ku....
"Uhuk...uhuk.."
Rey, tenggorokannya terasa begitu kering dan membuatnya batuk, sampai membuat Ayana tersadar dan beralih pendangan ke arahnya.
Melihat Rey yang akan mengambil minuman, membuatnya mematikan ponselnya dan berjalan ke arahnya.
"Minumlah!"Ayana yang sudah berdiri di sampingnya dan membantu mengambilkan minum untuknya.
Tuan Muda masih membungkam mulutnya dan mencoba untuk berdiri.
Ayana langsung membantunya dan menyuapi minumnya perlahan.
"Ayana... aku ingin bertanya kepadamu!"Rey berbicara pelan.
"Tanyakan!"dengan wajah datar sambil menaruh minumnya.
"Apa kau sudah memaafkan ku?"Tanya Rey penuh harap menatap Ayana.
"Istirahatlah!, jangan pikirkan yang lain!, kesehatan mu lebih penting sekarang!"
Ayana,mengalihkan pembicaraan dan menyuruh Rey untuk beristirahat, karena ia tidak ingin membahas tentang hal ini sekarang.
"Ayana..."panggilan pelannya melihat Ayana yang sudah berbalik arah akan meninggalkannya.
"Ayana jangan pergi!"
"Brakkk..."Cairan infus yang terjatuh di lantai karena Tuan Muda memaksakan diri untuk berdiri dari ranjang, tampak ia yang sudah berdiri dan gemetaran itu.
"Rey...apa yang kau lakukan?, kondisimu masih sangat lemas!, kenapa kau malah berdiri?"Ayana begitu kaget dan khawatir.
Rey dia memanggilku Rey...?
Ayana langsung membantunya duduk di pinggir ranjang dan mengangkat cairan infus itu.
"Aku bilang Istirahat!, jangan melakukan apapun!,aku hanya ingin mengambil sendok!,kau harus makan!,Danu akan segera datang dan membawakan obat untukmu....!"
Ayana terlalu banyak pikiran hingga membuatnya lupa untuk mengambil sendok.
Dengan cepat ia kembali lagi ke dalam kamarnya, Tuan Muda masih terdiam menunggu dengan mata sayu-nya.
"Ayo makanlah!, habis itu istirahat!,ini sudah malam!"
Perintah Ayana sambil menghidangkan buburnya di hadapannya.
"Tidak!, aku tidak mau,aku hanya ingin bertanya kepadamu Ayana!"
"Tuan Muda makanlah!, jangan membuat diri Anda semakin sakit dan semakin parah nantinya?!"Perintah Ayana sambil berpandangan mata denganya.
"Ayana .. apa kau sedang hamil?"Rey terus memaksakan diri untuk bertanya kepadanya secara langsung
"Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti ini?"Ayana sangat kaget mendengar pertanyaan Reyhano yang seperti ini.
__ADS_1
"Aku menemukan buku kehamilan yang kau lempar di kolong ranjang,kau sedang hamil kan Ayana?, kenapa kau tidak memberitahu ku...?, katakan yang sebenarnya Ayana!,katakan!,kau sedang hamil kan?"Rey sudah terlihat berkaca-kaca menatap wajah istrinya.