
Malam ini Rey memutuskan untuk pulang bersama Ayana berdua,ia bahkan ingin menyetir mobilnya sendiri.
Di dalam mobil keduanya saling terdiam,Rey fokus menyetir dan Ayana terus mengalihkan pandangannya ke jalan.
Hari yang sudah hampir menjelang tengah malam dan posisi perut keduanya masih kosong,
membuat Rey mampir di sebuah restoran untuk melanjutkan makan malam,
"Turunlah!,kita makan dulu!,kau harus mengisi perut mu!, ini sudah terlalu malam!"
Tuan Rey kali ini berbicara lembut sambil membukakan pintu mobil untuk Ayana dan mengajaknya masuk ke dalam restoran.
Lihat bahkan sejak kapan Rey mau membukakan pintu untuk seseorang,
Ayana masih mengingat-ingat ucapan-ucapannya yang tadi, perkataannya bukan-lah menggetarkan hatinya, namun hanya saja Ayana masih tidak mempercayainya.
Melihatnya masih terdiam,membuat Rey mengulurkan tangannya menggandeng tangan Ayana dan mengajaknya keluar dari mobil.
"Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan!,kau pasti tidak percaya dengan ucapanku tadi,Jika ini mengganggu pikiranmu, maka lupakan saja!"
Bicara Tuan Muda sambil menuntunnya pelan masuk ke dalam restoran.
Sementara Ayana terus diam, ia tidak berbicara sepatah katapun sejak tadi, tapi tetap mengikuti langkah suaminya.
Pelayan mendekati keduanya memberikan daftar menu restoran dan mempersilahkan keduanya untuk melihat dan memilih menu makanan.
Ayana diam saja,ia tidak mau memilih menu makanan, mungkin selera makannya sudah menghilang sejak tadi.
Tuan Muda yang melihatnya terdiam langsung memesan makanan dua porsi yang sama seperti pesanannya.
"Katakan sesuatu kepadaku!,Apa kau kesakitan?"
Rey yang merasa khawatir serta mengelus lembut punggung Ayana yang terus terdiam dan tidak mau berbicara dengannya sejak tadi.
Ayana hanya menggelengkan kepalanya tanpa memandang wajah suaminya kembali.
Tak lama kemudian pesanan makanan datang ke meja makan.
Tak sedikitpun Ayana melirik makan yang ada di meja itu.
"Kau tidak mau makan?, setidaknya isi perutmu walaupun sedikit Ayana!"
Ayana tetap menggelengkan kepalanya.
Membuat Rey semakin mendesah karena bingung.
"Ayo makanlah!, jangan menyiksa dirimu!, makanlah walaupun hanya beberapa suap!"
Tuan muda yang sudah mengambil satu suap sendok miliknya untuk menyuapi Ayana.
__ADS_1
Ayana yang melihat Rey bersikap seperti ini justru membuatnya semakin kaku dan bingung harus bersikap bagaimana terhadapnya.
"Tidak usah!, aku akan makan sendiri..." Ayana yang berusaha menolak suapannya dan langsung mengambil satu porsi miliknya.
Padahal jika Ayana tahu, dia adalah orang yang paling beruntung yang akan di suapi Tuan mudanya pertama kalinya,
bahkan Felly istri pertamanya pun belum pernah mendapat tawaran Rey untuk di suapi olehnya,
Yang ada Felly yang selalu menyuapi Rey.
Nafsu makan Ayana benar-benar hilang,ia hanya makan beberapa suap tanpa melihat ataupun melirik suaminya yang sejak tadi memperhatikannya.
kenapa suasana menjadi begini si,..
seharusnya lebih baik dari yang kemaren bukan... kenapa dia malah tidak mau berbicara kepadaku...
Urusan makan malam telah usai, keduanya kembali ke mobil,
"Gunakan sabun pengaman mu!, kita akan pulang sekarang!"
Tuan Muda sudah berusaha untuk berbicara dengannya,namun Ayana tatap terdiam mendengarkannya sambil memakai sabuk pengamannya.
Rasakan Tuan Muda!, sikap cuek istrimu sekarang,mau sampai kapan kau akan bertahan,kau pikir Ayana akan terus melayani mu dengan baik, jangan harap!.
Setiap perjalanan sudah di tempuh oleh laju mobilnya,
Rintikan hujan mulai mengguyur mobilnya, membuat Tuan Muda langsung mengerem mendadak memberhentikan mobilnya.
Jika Ayana tidak memakai seal belt mungkin kepalanya sudah terbentur ke depan.
Ayana sangat kaget,menatap suaminya yang sedang gemetaran memberhentikan mobilnya,
dan tangannya pun terlihat gemetaran,
Hujan semakin deras dan terus menerjang mengguyur mobilnya yang berhenti di pinggiran jalan itu.
"Anda... anda kenapa Tuan Muda?"
Tanya Ayana yang melihatnya gemetaran dan lemas menunduk ke bagian setir mobilnya.
Nafas Tuan Muda terdengar terengah-engah, matanya mulai berkaca-kaca dan memerah, badannya benar-benar melemas dan gemetar sambil turun membuka pintu mobilnya.
Ayana semakin bingung dengan apa yang terjadi pada suaminya, mengikuti langkah suaminya yang terpuruk jatuh ke jalan keluar dari mobilnya.
Tentu saja hujan mengguyur badan Tuan Muda dan membuatnya lemas tidak sanggup berdiri serta basah kuyup karena terguyur hujan.
"Tuan Muda... anda kenapa?..Anda kenapa Tuan Muda?,Anda kenapa..?"
Ayana semakin panik melihat suaminya yang terdiam gemetaran di guyur hujan, begitu juga denganya, jalanan yang tampak sepi membuatnya semakin bingung meminta pertolongan.
__ADS_1
Kebetulan ponselnya berdering dan panggilan dari Danu pun datang.
"Halo Nona?,apa Tuan Muda baik-baik saja?" Danu yang sepertinya Tahu apa yang terjadi dengan Tuan Mudanya, suara terdengar panik dan khawatir.
"Danu.. Tuan Muda...Tuan Muda,aku...aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.... Tuan Muda dia..dia.." Ayana yang terbata-bata karena sudah kedinginan sejak tadi.
"Sudahlah Nona kirimkan Lokasi Anda saat ini dan aku mohon sebaiknya Nona jaga baik-baik Tuan Muda jika tubuhnya sedang gemetaran sekarang.!"
"Ba.. baiklah"
Darimana Danu tahu tentang kondisi Tuan Muda saat ini...
Ayana dengan gemetaran langsung mengirim lokasi keberadaannya saat ini.
Rey terlihat semakin melemas dan menundukkan badannya, tanganya terlihat gemetar sambil mengepalkan tangannya menahan apa yang ia rasakan.
"Tuan Muda anda kenapa?....Apa anda baik-baik saja...Anda baik-baik saja Tuan Muda?"
Ayana yang menjadi tidak tenang dan begitu panik melihat Tuan mudanya yang terpuruk seperti ini.
Ia terus memeluk erat suaminya dan melindunginya dari hujan yang terus mengguyur keduanya.
Badan Tuan Muda semakin gemetaran,Ayana yang memeluknya erat sangatlah merasakan kalau ini bukanlah sandiwara,
Bibir Tuan Muda pun terlihat membiru dan gemetaran,ia terlihat seperti orang sakit dan nafasnya tersengal-sengal
Tak lama setelah itu, Danu dan para pengawalnya berdatangan dengan beberapa mobil.
Danu langsung berlari menghampiri Tuan Mudanya yang terpuruk di pinggir mobil.
"Iya ampun Tuan Muda"
Danu yang segera membantu Tuan mudanya berdiri.
"Nona masuklah ke dalam mobil!, Tuan Muda harus segera memenangkan diri!"
Ayana yang sebenarnya merasa bingung langsung saja masuk ke dalam mobil menuruti perintah Danu.
Tuan Muda langsung tertidur di pangkuan Ayana, sedangkan Danu duduk di depan untuk menyetir.
"Maafkan saya Tuan Muda, seharusnya aku tidak membiarkan Anda bawa mobil sendiri tadi,Aku benar-benar tidak tahu jika hari ini benar-benar akan hujan".
Danu,mengendarai mobilnya dengan cepat menuju ke rumah Tuan Muda, sedangkan Ayana sedang memandang suaminya yang terdiam pucat dan sangat lemas itu.
Apa si... maksud perkataan Danu?... memang kenapa kalau hujan..?
Mobil terparkir di parkiran rumahnya, Semuanya langsung menuju ke kamar Tuan Muda.
Ayana bergegas menggantikan pakaian suaminya yang masih basah itu.
__ADS_1
Setelah semuanya bersih dan berganti pakaian,Danu langsung masuk ke dalam kamar Tuan Mudanya untuk memberikan kompressan.