
Seharian mereka semua menghabiskan waktu di kantor,
Begitu bosannya Ayana, menghabiskan waktu bersama orang-orang yang sama sekali tidak ingin ia lihat, apalagi harus berdekatan dengan mereka semua, melihat keromantisan mereka berdua yang selalu membuatnya enek setiap hari, iya begitulah yang ia rasakan di setiap harinya.
Menuruni lift,..
Ayana mengikuti langkah kaki Suami dan istri pertamanya dari belakang, membawakan barang-barangnya dengan langkah terdiam terus mengikuti mereka berdua.
Seumur hidup Ayana baru merasakan, bagaimana rasanya menikah dan mempunyai suami.
Mungkin yang di rasakan semua pengantin baru pada umumnya adalah kebahagiaan, rona canda dan tawa di setiap harinya,
Sedangkan yang di rasakan Ayana adalah tertekan, panik, takut, gelisah, bahkan yang ia rasakan bukanlah merasakan sebagai seorang istri, melainkan seorang pelayan..
Istri pertama suaminya juga selalu bersikap seenaknya,dia tidak pernah memikirkan perasaan lelah Ayana,ia hanya bisa menyuruh dan menyuruhnya, begitulah yang ia lakukan setiap harinya terhadap Ayana.
Rasa sabar dan penuh dengan senyuman Ayana melayani semuanya, walaupun hatinya terasa sesak dan tak berdaya,ia berusaha keras menjadi wanita tangguh di kehidupannya yang pahit ini.
Mereka bertiga langsung menuju ke arah mobil,Danu yang sudah stand by menunggu di depan pintu masuk gedung kantor sejak tadi.
Kasihan nona baru,ia harus berjalan di belakang dan membawa barang-barangnya, kenapa Tuan Muda gak menggandeng keduanya?,kan adil....
Danu saja sebagian seorang Anak buahnya merasa kesal melihatnya, Apalagi Ayana yang harus merasakannya di setiap hari.
Mereka semua langsung masuk ke dalam mobil, Ayana di depan bersama Danu seperti biasanya,
sedangkan Felly bersama Tuan Rey di belakang.
Tak lepas dari kata suasana romantis yang tercipta di dalam mobil bagian belakang, sedangkan di bagian depan penuh dengan kesunyian, karena keduanya terdiam, Danu yang fokus menyetir, sedangkan Ayana terus menghadap ke arah kaca memandangi pemandangan kota yang terlihat indah.
Walaupun demikian, kedua mata Rey tetap saja ingin terus memperhatikan istri keduanya,
Kenapa mataku tidak bisa di kendalikan?, kenapa juga aku selalu ingin melihatnya...
Rey yang merasa kesal sendiri karena matanya yang selalu ingin terus melihatnya.
"Sayang ayo kita mampir jalan-jalan!,aku kan mau ulang tahun,masa kamu gak mau beliin aku apa pun?"
Felly yang menyenderkan kepalanya di bahu suaminya sambil bermanja memainkan dasinya.
"Mau jalan-jalan kemana sayang,ini kan sudah petang?"
Rey yang berbalik membelai rambutnya perlahan,
"Shopping!,kita belanja yah?, belikan aku sesuatu hari ini sayang!, please!!"
Felly berbicara semanis mungkin, tersenyum manis menatap suaminya sambil memohon.
perasaan belanja mulu ya, permintaannya..??
Danu yang hanya bisa membatin mendengar perkataan Nona mudanya.
"Hem.."
Jawaban Rey yang langsung membuat Felly gembira.
"Makasih sayang... muach...", ciuman Felly yang langsung mendarat di pipi Tuan Muda.
Ayana yang mendengarnya hanya terdiam, tidak ada rasa cemburu ataupun Iri kepada keduanya,..
"Danu, kita pergi ke mall terlebih dahulu!"
"iya baik tuan muda"
__ADS_1
Danu yang langsung memutar balik setirnya, mengambil arah jalan menuju ke mall dengan segera.
Mobil memasuki lobby parkiran mall, Mobil pun terparkir di parkiran.
Keduanya langsung turun terlebih dahulu, Ayana dan Danu masih terdiam di dalam mobil.
Tak lupa rangkulan tangan Felly yang tak pernah putus dari tangan tuan muda, mengetuk kaca pintu mobil bagian depan dimana Ayana duduk.
kenapa lagi si dia?...
Ayana yang sebenarnya merasa gregetan langsung turun dari dalam mobil.
"Ayana bawakan tasku!" Felly yang memberikan tasnya Kepada Ayana.
"iya baiklah"
menyebalkan sekali orang ini,masa kemana-mana aku harus ikut,seberapa beratnya si tas sekecil ini..
jika membutuhkan pelayan aku siap melayaninya, tapi kenapa aku harus menikah dengannya coba...
Ayana yang terus mengikuti langkah keduanya dari belakang, sebenarnya ia merasa sangat lelah hari ini, selain mengikuti keduanya terus menerus, ia juga harus membereskan ruangan kantor yang sangat berantakan, membelikan makanan siang untuk mereka, merapikan dokumen-dokumen, serta menuruti semua perintah yang di perintahkan keduanya kepadanya.
Mereka berdua hanya bisa menyuruh tanpa memikirkan rasa lelah yang di rasakan Ayana.
Memasuki pintu masuk mall, tampak suasana mall yang sangat ramai,bahkan ribuan orang yang ada di dalam mall ini tidak bisa di hitung berapa jumlahnya.
Suasana mall memang menyenangkan, tapi bagi mereka semua, sedangkan bagi Ayana suasana ini tidak ada menarik-menariknya sama sekali.
"sayang ayo kita ke toko itu!"
Felly yang langsung mengajak suaminya kesebuah toko perhiasan..
"iya baiklah.." Jawaban tuan muda sambil menghela nafasnya
Ayana yang melihat keduanya berjalan terus merasa lelah dan duduk di sebuah bangku yang tersedia di dalam toko tersebut,
Ia bukan memandangi keduanya namun menghadap ke arah sebuah lemari pajangan besar yang berisi perhiasan,
dari pada ia terus melihat keduanya, membuat suasananya menjadi tidak enak, mending menatap perhiasan yang ada di depan mata.
Melihat sebuah kalung yang sangat indah, dimana kalung itu pernah ia lihat bersama kekasihnya Arga.
Waktu itu Ayana sangat menginginkannya, namun karena kondisi Arga yang baru saja interview karena pekerjaannya yang baru, membuat Ayana tidak berani menerima tawaran Arga yang ingin membelikan kalung itu untuk Ayana,ia tidak ingin membebani Arga karena ia tahu Arga sedang kesusahan waktu itu.
Arga maafkan aku..,aku benar-benar merindukanmu,aku sangat mencintaimu Arga...
Ayana yang mulai berkaca-kaca mengingat kenangan indah bersama Arga dulu..
Felly yang sibuk membayar semua perhiasan yang di belinya, membuat tuan muda tidak berhenti memperhatikan Ayana yang sedang memandang sebuah lemari perhiasan...
Sebenarnya Ayana sendiri tidak terus memperhatikan perhiasan itu, melainkan dia sedang melamun memikirkan Arga,tapi memang arah dan tatapannya menghadap kesebuah kalung itu.
Membuat tuan muda langsung memperhatikan ke sebuah kalung yang sedang ia tatap itu.
Apa dia menginginkan salah satu dari kalung yang sedang di pajang itu?..
Ayana langsung mengalihkan pandangan dan langsung menatap tuan muda yang sedang menatapnya, membuat tingkah tuan muda menjadi salah tingkah karena ketahuan ia sedang memperhatikannya.
"Aduh panas sekali ini ruangan.." Tuan muda yang mengalihkan pandangannya sambil ke sana kemari mengipasi lehernya dengan Jaz yang sedang ia pegang.
Orang dingin begini di bilang panas?.. dasar Aneh..
Ayana yang mendengar perkataannya langsung menaikan alisnya melihat tingkahnya yang gak jelas itu..
__ADS_1
"Sayang ayo kita ke toko yang lain!"
Felly yang sudah selesai membayar semua perhiasan yang sudah ia beli sambil merangkulnya kembali.
"Tunggu sayang,kamu pergi dulu!,aku ada telfon dari klien, mumpung di sini sepi, aku akan mengangkatnya di sini supaya lebih aman!,kamu bilang saja kamu di toko mana, nanti aku menyusul!"
"oke baiklah sayang".
Felly yang langsung melepaskan rangkulannya dan mengajak Ayana keluar dari toko itu.
"Ayo Ayana kita ke toko lain, bawakan barang ku!"
"iya baiklah"
Ayana yang langsung berdiri mengikuti langkahnya yang keluar dari toko perhiasan ke toko kain.
Tuan Muda yang sudah melihat kepergian keduanya langsung menghampiri lemari yang di perhatikan Ayana tadi..
"Kau tadi di samping istriku bukan?,mana yang tadi di lihatin dan di perhatikan oleh istriku?"
Rey yang bertanya kepada salah satu pegawai toko yang sedang berdiri di samping Ayana tadi.
Pertanyaan Tuan Muda membuat pegawai bingung bukankah istrinya itu yang tadi terus merangkulnya kemana-mana.
"Maaf pa,Istri anda bukanya tadi memilih dengan anda?"
"Maksudku..,kau tadi melihat wanita yang sedang duduk di bangku ini bukan?"
Tuan Muda yang merasa kesal sendiri karena pegawai toko tidak mengerti apa maksudnya.
"Oh, itu juga istri anda pa?, maafkan saya pa,saya tidak tahu!,tapi saya rasa istri Anda tadi melihat dan memperhatikan kalung yang ada di sebelah kanan pa"
Ini orang istrinya berapa si?, cantik-cantik lagi istrinya, tapi yang satu terlihat sangat pendiam bahkan yang satu terlihat sangat rempong,...
ya pantes saja istrinya dua,mukanya aja sangat tampan...
pegawai yang agak melirik menatap tuan muda yang sedang bertanya itu.
jawaban pegawai toko yang ia lantunkan dengan sangat ramah dan sopan santun sambil menunduk membukukan badannya menunjukan salah satu perhiasan yang tadi di perhatikan Ayana.
Tuan muda melihat sebuah kalung liontin yang berinisial A, mungkin menurutnya ini yang sedang ia perhatikan tadi.
"Baiklah ambilkan ini, dan ini!,aku tidak tahu mana yang ia ingin!" Perintah Tuan Muda sambil menunjukkan dua kalung yang bersebelahan itu, menyuruh pegawai itu untuk mengambilnya.
"Ini kartu saya,saya beli dua-duanya, cepatlah!, Karena saya sedang terburu-buru!"
Pegawainya langsung segera mengambil keduanya menaruh di satu tempat merah yang sangat indah
"baik pa, tunggu sebentar!"
Pegawai langsung terburu-buru menuju meja kasir untuk memberikan kwitansi pembayaran dan membungkus perhiasan tersebut dengan tempat yang ada tersedia di toko.
"ini pa saya sudah selesai"
pegawai toko yang langsung menyerahkan perhiasan tersebut kepada Tuan Muda.
"oke baiklah" Tuan Muda yang langsung pergi meninggalkan toko begitu saja.
Buset.. itu orang aneh banget yah,punya istri dua yang sifatnya sangat berbeda, sedangkan perhatiannya pun sangat berbeda ..
Tapi bukanya dia terlihat sangat dingin tadi ketika bersama istri keduanya,aku tidak percaya ternyata dia seorang yang sangat perhatian dan pengertian....
Pegawai toko yang sangat heran melihat kehidupan orang yang baru saja ia lihat ini.
__ADS_1
Entah apa dengan perasaan tuan muda sendiri, Kenapa dia tiba-tiba ingin membelikan sebuah kalung untuk Ayana.